Perhatikan Jam Biologis Jika Harus Tetap Mengemudi saat Puasa

14/04/2021

Pengemudian

5 menit

Jam biologis orang yang sedang berpuasa di bulan Ramadan cenderung berubah dibanding sebelumnya. Karena itulah perhatikan waktu yang tepat saat harus mengemudi.

Ketika menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, tentunya terjadi perubahan jam biologis pada seseorang. Jadwal makan dan istirahat orang yang berpuasa akan berubah dibanding ketika tidak sedang bulan Ramadan. Misalnya aktifitas di malam hari menjadi lebih banyak karena diisi kegiatan Sholat Tarawih serta Sahur.

Untuk tiulah di bulan Ramadan sebaiknya yang menjalankan ibadah puasa harus mengatur pola hidup jika ingin tidak terjadi kendala saat harus tetap beraktifitas seperti hari-hari sebelumnya. Apalagi jika harus tetap mengemudi saat puasa. Sebab sering kali kondisi perubahan jam biologis ini mempengaruhi beberapa aktifitas Anda. Termasuk kemungkinan berkurangnya konsentrasi ketika berkendara yang dapat menyebabkan risiko kecelakaan di jalan.

Nah kalau Anda tetap harus mengemudi saat puasa, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengatur pola hidup akibat berubahnya jam biologis tubuh Anda.

>>> Duh! 27,6 Juta Orang Indonesia Nekat Mudik Meski Ada Larangan

1. Sebaiknya Jangan Tidur Setelah Sahur

Mengantuk Saat Mengemudi

Jangan mengemudi jika mengantuk

Santap sahur seseorang yang tengah menjalankan ibadah puasa umumnya dilakukan sekitar pukul 03.30 - 04.30 dini hari. Selepas sahur, sering kali tubuh masih merasa mengantuk. Padahal sebaiknya setelah sahur jangan tidur lagi.

Dikutip dari laman Hyundai Indonesia, sebenarnya waktu terbaik yang bisa Anda lakukan dengan kendaraan Anda adalah selepas sahur. Misalnya di hari pertama diisi dengan memeriksa kondisi oli, hari kedua memastikan kondisi ban, hari ketiga memeriksa kondisi aki, dan seterusnya. Sehingga ketika akan berangkat beraktifitas menggunakan mobil, kendaraan itu selalu dalam keadaan siap digunakan.

2. Berangkat Lebih Pagi

Mengemudi ketika hujan

Tetap konsentrasi penuh meskipun kondisi jalan kosong

Pagi hari merupakan jam biologis dimana tubuh masih terasa bugar. Untuk itulah jika Anda harus mengemudi saat puasa maka sebaiknya berkendaralah lebih awal. Karena di kondisi pagi hari tubuh masih terasa bugar, serta bisa juga menghindari kemacetan yang dapat menguras fisik selama perjalanan.

>>> Kenali Modus Kejahatan Jalan Raya Di Bulan Puasa

3. Hati-hati Saat Menjelang Buka Puasa

Macet di jalan

Menjelang buka puasa biasanya lalu lintas lebih macet

Jam biologis yang cukup kritis di bulan Ramadan adalah saat menjelang berbuka puasa. Sebab pada waktu-waktu ini banyak orang ingin berbuka di rumah bersama keluarganya. Sering kali kondisi tersebut membuat pengemudi bertindak agresif hanya dengan harapan agar bisa tiba di rumah lebih cepat. Tak heran, jam kemacetan di bulan Ramadan juga biasanya bergeser jadi sekitar pukul 17.00-18.00.

Jika Anda memang harus melintasi jalanan pada di jam-jam tersebut, maka sebaiknya persiapkan makanan ringan dan air mineral di mobil. Ini untuk mengantisipasi jika ternyata Anda harus berbuka puasa di jalan. Pilih makanan ringan namun mengenyangkan, seperti roti, kue, atau biskuit. Tapi sebaiknya pilih yang tidak meninggalkan remah-remah ketika dikonsumsi sehingga tak mengundang serangga masuk ke kabin mobil.

4. Perhatikan Asupan Makanan Saat Sahur

Makan Sahur Puasa

Pastikan makan yang bergizi ketika sahur

Kondisi fisik ketika berpuasa sering kali menjadi lebih lemah dari biasanya. Ini akibat tidak ada asupan makanan selama lebih kurang 12 jam. Untuk menjaga agar tubuh tetap prima, maka perhatikan asupan makanan ketika santap sahur. Pastikan glukosa dan zat besi tercukupi untuk kebutuhan aktifitas harian Anda.

>>> Review Toyota Sienta Welcab 2020: Untuk Kebutuhan Khusus

5. Jangan Kurangi Jam Tidur

Bangun Tidur Puasa

Pastikan tubuh tercukupi kebutuhan tidur 6-8 jam

Meskipun banyak aktifitas di bulan Ramadan dilakukan malam hari dan jam biologis berubah, namun pastikan tubuh tetap memenuhi kebutuhan tidur sekitar 6-8 jam. Caranya, Anda bisa tidur lebih awal dari hari-hari biasa. Mislanya tidur pukul 21.00 kemudian bangun pukul 03.00 untuk sahur. Lantas di siang hari istirahat lagi 1-2 jam. Maka itu sudah cukup untuk tetap menjaga tubuh tetap fit selama menjalankan ibadah puasa.

Sudah menulis di media online sejak 2009, Pras sangat berpengalaman di bidang otomotif. Pria penggemar mobil modifikasi ini sudah mencicipi berbagai jenis mobil, mulai LCGC hingga Hypercar. Pras menjadi anggota tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top