Duh! 27,6 Juta Orang Indonesia Nekat Mudik Meski Ada Larangan

13/04/2021

Pasar mobil

4 menit

Duh! 27,6 Juta Orang Indonesia Nekat Mudik Meski Ada Larangan
Larangan mudik tampaknya tak berarti bagi sebagian warga Indonesia. Buktinya, dalam survei Kemenhub 27,6 juta orang Indonesia nekat mudik meski dilarang.

Mudik ke kampung halaman saat libur Lebaran sudah menjadi tradisi di Indonesia selama puluhan tahun. Tak jarang juga bagi mereka yang merantau menunggu momen libur Lebaran untuk bertemu sanak saudara di kampung halaman. 

Tak heran kalau adanya larangan mudik yang diberlakukan tahun lalu menimbulkan pro-kontra tersendiri di kalangan masyarakat. Pun demikian dengan tahun ini. Masih ada masyarakat yang nekat pulang ke kampung halaman saat libur Lebaran meski ada larangan mudik. 

>>> Daftar Kendaraan yang Masih Boleh Wara-wiri saat Ada Larangan Mudik

Animo Masyarakat untuk Mudik Masih Besar

larangan mudik

Semua moda transportasi dilarang beroperasi pada 6-17 Mei 2021

Hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan pada Maret 2021, animo masyarakat untuk mudik masih besar. Tercatat 11 persen responden atau sekitar 27,6 juta orang memilih tetap mudik meski ada larangan. 

“Padahal seperti yang sudah disampaikan oleh Satgas Penanganan COVID-19, mobilitas secara masif seperti yang terjadi beberapa kali pada saat libur panjang di akhir minggu dan juga pada masa mudik 2020 berdampak pada lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati belum lama ini. 

Maka dari itu, pemerintah merilis Permenhub Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idulfitri 1442 H/Tahun 2021 dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19. Aturan tersebut merupakan tindak Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Idul Fitri dan Upaya Pengendalian COVID-19 Selama Bulan Ramadan.

Sekadar mengingatkan, dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa angkutan yang dilarang pada masa pemberlakuan aturan ini yaitu kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dan jenis mobil penumpang, mobil bus dan kendaraan bermotor, serta kapal angkutan sungai, danau, dan penyeberangan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menambahkan, pengecualian diberlakukan bagi masyarakat dengan kepentingan tertentu seperti bekerja atau perjalanan dinas untuk ASN, Pegawai BUMN, Pegawai BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi dengan surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinannya, kunjungan keluarga yang sakit, kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia, ibu hamil dengan satu orang pendamping, kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping, dan pelayanan kesehatan yang darurat.

>>> Ini 8 Lokasi Penyekatan Larangan Mudik di Jakarta

Ada Pengecualian untuk Kendaraan Tertentu

Larangan Mudik Tidak Berlaku di 8 Wilayah Ini

Pengawasan di sejumlah tempat akan diperketat

Sedangkan, pengecualian kendaraan diberlakukan bagi kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI, kendaraan dinas operasional, berplat dinas, TNI, Polri, dan kendaraan dinas operasional petugas jalan tol, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans dan mobil jenazah, serta mobil barang dengan tidak membawa penumpang.

Juga kendaran yang digunakan untuk pelayanan kesehatan setempat seperti ibu hamil dan anggota keluarga intinya yang akan mendampingi; kendaraan yang mengangkut pekerja migran Indonesia, warga negara Indonesia dan mahasiswa pelajar di luar negeri; serta pemulangan orang dengan alasan khusus dari pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengawasan di lapangan akan dilakukan Polri dibantu TNI, Kemenhub, dan dinas perhubungan (dishub) di daerah, untuk kendaraan bermotor umum dan kendaraan bermotor perseorangan. Adapun titik penyekatan akan dilakukan di 333 titik pada akses utama keluar dan masuk jalan tol dan non-tol, terminal angkutan penumpang, pelabuhan sungai, danau, dan penyeberangan.

>>> Pengumuman! Larangan Mudik Berlaku 6-17 Mei 2021

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top