Orang yang Membeli Mobil saat Pandemi Berasal dari Kalangan Atas

24/06/2020

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Orang yang Membeli Mobil saat Pandemi Berasal dari Kalangan Atas
Masa pandemi turut juga memberikan dampak pada penjualan mobil. Mereka yang membeli mobil disebut-sebut berasal dari kalangan atas karena kebal akan hal itu.

Kondisi perekonomian turut terkena imbas dari penyebaran virus corona. Beberapa perusahaan bahkan harus melakukan sejumlah penyesuaian mulai dari perampingan, pemangkasan gaji, hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) agar tetap bisa bertahan di masa-masa sulit ini. 

Tentunya bagi sebagian orang ada yang memilih untuk mengerem pengeluarannya. Membeli kebutuhan pokok tetap menjadi yang utama. Tapi tidak halnya dengan membeli mobil. Mobil memang bukan kebutuhan primer, terlebih bila situasinya seperti sekarang. Membeli kendaraan roda empat sepertinya harus ditahan dulu. 

>>> Diskon Besar Tak Jamin Penjualan Mobil Bisa Naik Lagi

 Membeli mobil di dealer

Ilustrasi membeli mobil di dealer

Pembeli Mobil Cash Meningkat

Mereka yang berasal dari kalangan menengah pun rasanya harus berpikir dua kali sebelum akhirnya membeli mobil. Hanya kalangan tertentu saja yang masih bisa membeli mobil di tengah kondisi perekonomian yang tak menentu. 

Hal tersebut juga tergambar dari cara pembelian mobil yang dilakukan masyarakat di masa pandemi. Disebutkan Marketing & Costumer Relation Divisi Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso pembelian mobil secara cash meningkat ketimbang kredit. 

>>> Andalkan ProPILOT Baru, Nissan Kicks e-Power 2020 Meluncur di Jepang

"Cash dan kredit itu dulu pernah prosentasenya 25-75. Tapi saya lihat dari data kita Maret, April, Mei, kreditnya turunnya 7 persen, cashnya naik 7 persen. Jadi cash 32 persen, kredit 68 persen," ungkap Hendrayadi belum lama ini. 

Fenomena ini kata Hendrayadi belum pernah terjadi di Daihatsu sebelumnya, sekaligus memberikan gambaran bahwa hanya kalangan tertentu yang masih bisa membeli mobil saat pandemi. 

"Ini menunjukan orang yang beli mobil berarti yang punya uang cash ya artinya segmen lebih tinggi," jelasnya. 

>>> Pilihan mobil baru dengan promo dan diskon menarik selalu ada disini

Kontribusi Terios Meningkat

Selain pembelian secara cash meningkat, tanda lainnya adalah adanya peningkatan di segmen Low SUV. Dalam data yang dimiliki Daihatsu, penjualan Terios meningkat bahkan menyalip Xenia. Hal serupa juga terjadi di PT Toyota Astra Motor, dimana penjualan Rush dan Fortuner justru meningkat dan juga menggambarkan pembeli mobil dari kalangan atas.

Daihatsu Terios

Penjualan Terios meningkat

Kontribusi Terios pada masa pandemi bahkan mencapai 16 persen terhadap total penjualan Daihatsu, lebih banyak dari Xenia. Untuk itu, Terios kini menjadi andalan utama setelah Sigra dalam penjualan Daihatsu. 

"Jadi Sigra, Terios, Ayla, Xenia ini kita udah memberikan arahan ke frontliner kita karena market mengalami sedikit ubahan dan yang butuh di segmen tersebut dan aturan mengenai kredit di waktu ketat nah segmen inilah yang sedang kita sasar," ungkap Hendrayadi. 

>>> Ada banyak pilihan mobil bekas berkualitas berharga murah disini

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top