Diskon Besar Tak Jamin Penjualan Mobil Bisa Naik Lagi

19/06/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Diskon Besar Tak Jamin Penjualan Mobil Bisa Naik Lagi
Diskon besar tak serta-merta menaikan angka penjualan mobil di Indonesia. Bagi Daihatsu, pemberian diskon besar akan percuma bila daya beli masyarakat rendah.

Pandemi corona merupakan krisis baru yang dialami oleh semua pihak di seluruh dunia. Industri otomotif pun juga tak kuasa menangkal corona. Penjualan mobil anjlok, turun sangat signifikan. Bahkan di beberapa negara ada yang penjualan mobilnya nihil. 

Beruntung kondisi penjualan mobil di Indonesia masih berjalan walaupun tercatat menurun. Bahkan penurunan ini disebut terburuk dalam 10 tahun terakhir. 

Dealer mobil

Aktivitas di dealer mobil kembali diperbolehkan

Segala upaya telah dilakukan untuk kembali menggairahkan penjualan mobil. Salah satunya tetap melakukan penjualan melalui jalur digital. 

Diskon Besar Cuma Sia-sia

>>> Modal Rp 50 Juta Bisa Dapat Sedan Bekas Murah Honda Ini

Pemberian diskon yang biasanya dapat menstimulasi penjualan, tampaknya bukan satu cara yang pas diterapkan pada masa pandemi ini. Daihatsu misalnya menegaskan bahwa pihaknya tak ingin memberikan diskon gede-gedean karena dianggap percuma. 

"Kita tidak mau buang diskon besar-besaran karena tidak akan memperbesar pasar mobil. GDP itu diprediksi -3,8 persen, selama GDP tidak baik diskon besar tidak akan membuat orang beli mobil," ungkap Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra dalam sesi wawancara virtual dengan awak media, Jumat (19/6/2020). 

Senada dengan Amelia, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso pun menyampaikan hal serupa. 

>>> Siapa Saja Pembeli Mobil Toyota di Masa Pandemi?

Menurutnya diskon yang diberikan Daihatsu masih terbilang wajar untuk masyarakat dan tak terhitung besar. 

"Sampai dengan sekarang kita tetap memberikan diskon yang normal, tapi tetap kompetitif di pasar," ujar Hendrayadi dalam kesempatan yang sama. 

DP Rendah Juga Tak Tingkatkan Penjualan Mobil

Penjualan mobil di Indonesia pun diprediksi belum segera pulih lantaran daya beli masih terbilang rendah. Tak cuma itu, perusahaan pembiayaan atau leasing juga kini kian ketat dalam menyeleksi calon konsumennya. 

>>> Meramal Nasib Mobil Manual di Masa Depan

Bukan tanpa alasan, hal ini ditempuh untuk menghindari konsumen yang kesulitan bayar di masa pandemi. 

"Kita beruntung punya value chain karena banyak leasing tidak mau terima, kalaupun terima DP 40-50%. Diskon besar mungkin membuat DP rendah tapi leasingnya tidak mau, dilihat lagi konsumennya. Buat kami diskon besar bukan strategi utama. Tidak mungkin jadi solusi volume penjualan," sebut Amelia. 

Daihatsu Terios

Terios jadi andalan Daihatsu di masa pandemi

Daihatsu sendiri memilih untuk memanfaatkan value chain otomotif di Astra seperti jasa keuangan pembiayaan hingga asuransi yakni Astra Credit Companies ataupun Daihatsu Finance Service. 

"Sesama Astra kita bisa berdiskusi memberikan paket kredit meskipun situasinya seperti ini, income turun tapi punya kebutuhan beli mobil baru, orang ini kita support, nah itu tadi kita punya value chain," tutup Hendrayadi. 

>>> Jangan lupa klik sini untuk lanjut simak tips dan trik perawatan dan service mobil lainnya dari Cintamobil.com 

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top