Ferrari Daytona SP3, Ikon yang Terinspirasi Mobil Balap Legendaris

23/11/2021

Mobil baru

5 menit

Share this post:
Ferrari meluncurkan mobil edisi terbatas bertajuk SP3. Mobil ini mengambil inspirasi dari mobil balap prototipe yang memenangkan Daytona 24 Hours tahun 1967.

Beberapa hari yang lalu, Ferrari Daytona SP3 resmi diluncurkan di Sirkuit Mugello, Italia. Mobil ini merupakan model 'Icona' terbaru yang diproduksi dengan jumlah sangat terbatas.

Gambar Ferrari Daytona SP3

Ferrari Daytona SP3, hanya 599 unit tersedia secara global

Jenama berlambang kuda jingkrak ini hanya menawarkan model-model 'Icona' kepada beberapa konsumen dan kolektor setia. Mobil yang hanya diproduksi sebanyak 599 unit tersebut kabarnya ditawarkan dengan harga 2.000.000 atau setara Rp 32 miliar.

Sejarah Ferrari dan Daytona

Kata Ferrari dan Daytona memang sulit dipisahkan. Pada tahun enam puluhan, sang kuda jingkrak mendominasi ajang Daytona 24 Hours. Di tahun 1967, Ferrari bahkan menegaskan supremasi mereka di ajang tersebut dengan finis di posisi pertama, kedua, dan ketiga.

>>> Lebih Dekat Dengan Ferrari SF90 Spider 2021, 1.000 PS Beratap Terbuka

Gambar Ferrari Daytona

Ferrari 330P3/4 dan 330P4 yang finis di urutan pertama dan kedua pada ajang Daytona 24 Hours tahun 1967

Ketiga mobil balap prototipe itu adalah Ferrari 330P3/4 Spyder, 330P4 Coupe, serta 412 P. Ketiganya finis berdampingan sebagai bentuk pembalasan atas kekalahan mereka atas Ford di ajang Le Mans 24 Hours di tahun sebelumnya yang diabadikan dalam film 'Ford v Ferrari'.

Ferrari 330P3/4 dan 330P4 adalah dua mobil yang dibangun demi mengobati rasa sakit hati Enzo Ferrari. Kemenangan dominan tersebut terasa manis karena sang kuda jingkrak mengalahkan Ford di kandang mereka sendiri, Amerika Serikat.

Gambar Ferrari 1-2-3

Romantika kemenangan itulah yang berusaha dibangkitkan lagi oleh Maranello lewat mobil spesial Ferrari Daytona SP3. Mobil ini merupakan penghormatan atas keberhasilan Enzo Ferrari membayar tuntas rasa malunya setelah dipecundangi Ford di ajang Le Mans 24 Hours.

>>> Bocoran Gaji 'Tukang Ganti Ban' di F1, Setahun Bisa Beli Ferrari!

Selayang Pandang Dayona SP3

Ferrari Datona SP3 dibekali dengan mesin V12 6,5 liter yang dipinjam dari Ferrari 812 Competizione, tetapi dengan sistem induksi dan saluran gas buang yang baru demi mengakomodasi konfigurasi mesin tengahnya.

Pabrikan yang bermarkas di Maranello melakukan sederet peningkatan pada komponen mesin termasuk connecting rod titanium, dan pin piston, camshaft, serta valve followers yang diberi perawatan Diamond Like Carbon demi mengurangi gesekan.

Gambar Ferrari Daytona SP3

Tanpa motor listrik dan turbocharger, hanya ada mesin V12 naturally aspirated Ferrari yang mungkin akan punah

Sistem pengabutan juga dimodifikasi menjadi direct injection dengan pompa bensin kembar yang memasok ke empat fuel rail yang terpisah. Jika semua yang kami sebutkan sebelumnya terlalu teknis untuk Anda, intinya mesin tersebut sekarang menghasilkan tenaga hingga 829 HP.

Mesin itu merupakan unit paling bertenaga yang pernah diproduksi oleh Ferrari tanpa bantuan dari motor listrik dan turbocharger alias naturally aspirated.

Meskipun terinspirasi oleh prototipe sport tahun 60-an perusahaan, terutama dengan kaca depan sampul dan lengkungan roda yang tegas, Ferrari Daytona SP3 jelas tampil sangat modern. Sasis monokok dan semua panel eksterior dibuat dari serat karbon, dengan klaim berat kering 1485 kg.

>>> Tahukah Anda? Ferrari Ternyata Bisa Jadi Pelepas Stress di Jalan

Gambar Ferrari Daytona SP3

Tampilan fascia depan Ferrari Daytona SP3

Sektor aerodinamika telah dipertimbangkan dengan hati-hati, terutama mengingat mesin mobil ini membutuhkan aliran udara segar yang sangat banyak. Namun, dibandingkan dengan kebanyakan Supercar masa kini, Ferrari Daytona SP3 terlihat minimalis tanpa elemen aerodinamika yang terlalu agresif.

Bagian interior terlihat modern dengan dasbor digital dan User Interface yang sama dengan SF90 Stradale. Seperti LaFerrari, jok mobil terintegrasi ke bodi monokok dengan penyesuaian posisi mengemudi dilakukan dengan pedal box yang dapat dipindahkan.

Gambar Interior Daytona SP3

Bagian interior persis dengan SF90 Stradale

Material pembungkus jok dibuat terhubung ke panel tengah yang menjadi ciri khas mobil sport tahun 1960-an. Meski terlihat tanpa atap dalam berbagai foto-foto yang dibagikan oleh Ferrari, Daytona SP3 dibekali dengan atap Targa yang bisa dibongkar pasang sesuai keinginan pengemudi.

>>> Review Ferrari Roma 2021: Kuda Jingkrak Berbulu Aston Martin

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top