Bocoran Gaji 'Tukang Ganti Ban' di F1, Setahun Bisa Beli Ferrari!

29/09/2021

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Mungkin Anda pernah bertanya-tanya, berapa gaji yang diterima dalam setahun oleh pit crew yang bertugas mengganti ban mobil F1? Anda mungkin akan terkejut.

Tak hanya pebalap yang bertugas untuk mengemudikan mobil dari garis start hingga finis, pit crew Formula 1 juga memainkan peran penting dalam kesuksesan sebuah tim dalam memenangkan balapan.

Mereka yang bertugas untuk mengganti ban di pitstop bisa sangat menentukan posisi pebalap saat finis. Wajar jika strategi pitstop menjadi salah satu sorotan utama dalam sebuah Grand Prix.

Pernahkah Anda bertanya-tanya di dalam hati, "Berapa sebenarnya gaji dari orang-orang tersebut?" Kami punya jawabannya. Spoiler alert, gaji mereka jauh di atas level bos pada perusahaan di Indonesia.

Gambar Pit Crew

Beberapa di antara mereka digaji lebih besar dari para CEO di Indonesia

>>> Mengenal Halo, Perangkat Mobil F1 ang Menyelamatkan Nyawa Lewis Hamilton

Gaji Setahun Bisa Membeli Supercar

Sebelum masuk ke pembahasan utama, satu hal yang harus kami tekankan bahwa pekerjaan menjadi pit crew bukan sesuatu yang mudah. Mereka dilatih bak atlet dengan pekerjaan yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan tinggi.

Seberapa cepat? Rekor pitstop tercepat saat ini dipegang oleh Red Bull Racing dengan waktu 1,82 detik saat mengganti ban Max Verstappen di F1 Brazil 2019. Kira-kira, apa yang bisa Anda lakukan dalam waktu 2 detik saja?

Tak hanya tuntutan performa, satu kesalahan yang mungkin terlihat kecil bisa jadi membahayakan nyawa mereka atau pebalap yang berada di kokpit mobil F1. Jadi, menurut kami sangat wajar jika mereka digaji dengan nominal yang fantastis.

Gambar Risiko di Pit Stop

Selain menuntut kecepatan dan ketepatan, pekerjaan 'tukang ganti ban F1' berisiko sangat tinggi

Oke, kita mulai dari anggota pit crew dengan gaji paling kecil, yaitu fire extinguisher man. Dalam setahun, ia digaji $30.000 atau setara dengan Rp 429.000.000. Ia bertugas untuk berjaga-jaga dan menyemprotkan pemadam api jika terjadi insiden di pit.

Selanjutnya ada starter man, yang sesuai dengan namanya, bertugas untuk menyalakan mobil. Pendapatannya dalam setahun mencapai $40.000 atau setara dengan Rp 572.120.000.

Kemudian ada stabilizer yang bertugas untuk menstabilkan mobil yang digaji $90.000 atau setara dengan Rp 1.287.310.500. Lalu ada wing men yang bertugas untuk melakukan pengaturan pada sayap mobil yang digaji $150.000 atau setara Rp 2.145.517.500.

Ada juga jack men yang bertugas untuk mendongkrak mobil saat masuk pitstop. Ia juga mendapatkan $150.000 dalam setahun. Nah, selanjutnya sudah mulai berkaitan dengan pengganti ban alias kru yang dituntut untuk bekerja dengan sangat presisi.

Tyre carriers atau pembawa ban memiliki gaji $270.000 atau setara Rp 3.861.864.000. Lalu tyre changers yang bertugas untuk mengganti ban digaji $350.000 atau setara Rp 5.006.120.000 dalam setahun.

Gambar Ferrari 812 Superfast

Dengan penghasilan setahun, seorang tyre changers di balapan F1 bisa membeli sebuah Ferrari 812 Superfast

Bayangkan gaji $350.000 itu sudah bisa untuk membeli Ferrari 812 Superfast yang dibanderol mulai dari $335.000. Saat ditanya orang asing dipinggir jalan tentang pekerjaan mereka sampai bisa membeli Supercar, mereka cukup menjawab, "tukang ganti ban".

Selanjutnya ada refuelling person alias pengisi bahan bakar. Gaji mereka sama dengan 'tukang ganti ban' di atas. Tentu sangat timpang jika dibanding pengisi bahan bakar di SPBU.

Yang paling tinggi tentu saja crew chief alias orang yang bertugas untuk mengatur tugas para pit crew. Dalam setahun, ia digaji $1.000.000 atau setara Rp 14.301.450.000.

>>> Perubahan Regulasi Pitstop F1 Mengakibatkan Kerugian Bagi Pebalap

Masih Ada Penghasilan Lain

Penghasilan para pit crew F1 itu tidak sebatas gaji mereka dalam setahun. Setiap balapan F1, mereka mendapatkan tambahan pendapatan yang berkisar dari $500 hingga $10.000 atau Rp 7.150.575 sampai Rp 143.011.500.

Belum lagi jika pebalap mereka berhasil memenangkan seri balap di akhir pekan. Mereka akan mendapatkan tambahan bonus yang berkisar dari $250 hingga $5.000. Artinya, tukang ganti ban di F1 bisa mengantungi penghasilan setidaknya $407.500 (Rp 5.827.718.625) dalam satu musim balap.

Gambar Pitstop Charles Leclerc

Siapa yang tertarik memiliki gaji pit crew F1?

Oke, siapa yang membaca artikel ini dan mulai berpikir untuk beralih menjadi tukang ganti ban saja?

>>> F1 Rusia 2021: Kemenangan ke-100 Lewis Hamilton dan Hari Buruk Lando

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top