Mengenal Halo, Perangkat Yang Menyelamatkan Nyawa Lewis Hamilton

13/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Mengenal Halo, Perangkat Yang Menyelamatkan Nyawa Lewis Hamilton
Halo pertama kali diperkenalkan di F1 pada tahun 2018. Sejak saat itu, halo menjadi perangkat yang menyelamatkan nyawa para pebalap, termasuk Lewis Hamilton.

Akhir pekan lalu (12/9), Max Verstappen dan Lewis Hamilton mengalami kecelakaan besar yang mengakibatkan kedua pebalap tak mampu menyelesaikan seri balap F1 Italia 2021 di Sirkuit Monza.

Untungnya, tidak ada pebalap yang cedera dari kecelakaan tersebut, dan nama halo lagi-lagi dipuji oleh para penggemar dan pelaku ajang balap jet darat tersebut dalam menyelamatkan nyawa para pebalap.

Halo Selamatkan Kepala Hamilton

Gambar Pit Stop Red Bull

Petaka dimulai saat kru pit stop Red Bull melakukan kesalahan

Kecelakaan di Sirkuit Monza tersebut terjadi saat balapan masih menyisakan 27 lap. Semua bermula saat kru salah satu Kru Red Bull Racing lupa menyalakan alat mengencangkan baut velg yang membuat Max Verstappen tertahan saat pit stop.

>>> Hasil Balap F1 Italia 2021: McLaren Berhasil Finis di Posisi 1-2

Karena kesalahan tersebut, Verstappen pun langsung memacu mobil RB16B untuk kembali di barisan terdepan. Di sisi lain, Lewis Hamilton akan masuk ke pit di lap selanjutnya. Di sini domino yang berakhir pada kecelakaan bermulai.

Saat sang Lewis Hamilton hendak keluar dari pit lane, Max Verstappen datang dengan kecepatan tinggi memasuki tikungan pertama sirkuit yang dijuluki 'The Temple of Speed'.

Tak mau kalah, Hamilton pun langsung melakukan pertahanan agar tak disalip oleh sang pemimpin klasemen sementara. Persaingan ketat pun terjadi, dan akhirnya ban belakang Verstappen menyenggol ban Hamilton lalu membuat mobil Red Bull terpental ke kerb yang akhirnya membuat mobil seakan melompat.

Gambar Lewis Hamilton Crash

Lewis Hamilton harus berterima kasih pada halo yang menyelamatkan kepalanya

Naasnya, mobil tersebut langsung menimpa Lewis Hamilton. Bahkan, dalam beberapa foto yang beredar, terlihat ban mobil Max Verstappen hampir menyentuh helm yang dikenakan Hamilton.

>>> Mobil F1 Bekas Kimi Raikkonen Dijual! Harganya Setara 50 Tesla Model 3

Untungnya, mobil F1 modern sudah dibekali dengan halo yang lagi-lagi terbukti mampu melindungi organ vital pebalap dari cedera serius yang mungkin mengakibatkan kematian.

Sejarah Halo di F1

Halo pertama kali diperkenalkan pada musim balap F1 2018. Awalnya, perangkat tersebut menuai kritik karena dianggap mengurangi visibilitas para pebalap yang mungkin bisa membahayakan. Halo juga kerap disebut sebagai 'sandal jepit' akibat bentuknya.

Gambar Aero Screen

Tak hanya halo, Red Bull sempat menguji aero screen sebagai perangkat pelindung kepala pebalap F1

Tak hanya itu, menambah beban 10 hingga 14 kilogram di atas sebuah mobil F1 bukan sesuatu yang baik untuk sebuah kendaraan yang diciptakan untuk melahap tikungan dengan lincah bak kecoak terbang.

Prototipe halo pertama muncul di tahun 2015 saat Mercedes melakukan pengetesan dengan menembakkan ban seberat 20 kilogram yang ditembakkan dari meriam dengan kecepatan 225 km/jam.

Dan di Grand Prix Austria 2016, prototipe berbahan titanium yang lebih kuat dan ringan diperkenalkan. Perangkat ini terus mengalami peningkatan agar tidak menghalangi visibilitas dari pebalap.

>>> Mahal Banget! Segini Biaya Perbaikan Mobil Balap F1 Kalau Rusak

Akhirnya setelah melalui serangkaian tes dan pengembangan protipe, FIA memutuskan agar mobil F1 dibekali halo di pertengahan tahun 2017. Di musim balap 2018, akhirnya 'sandal jepit' ini terlihat pada setiap mobil F1.

Gambar Romain Grosjean Crash

Halo menyelamatkan nyawa Grosjean saat mengalami kecelakaan di Bahrain

Tak hanya Lewis Hamilton, perangkat ini sudah menyelamatkan nyawa dari pebalap lainnya. Salah satunya adalah Romain Grosjean yang mengalami kecelakaan F1 paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

Meski mengalami cedera di bagian tangan, ia bersyukur bahwa halo sudah menyelamatkan kepala Grosjean dan menghindarinya dari cedera fatal yang mungkin mengakhiri nyawanya saat itu.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com. Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas
 
back to top