Perubahan Regulasi Pitstop F1 Mengakibatkan Kerugian Bagi Pebalap

28/09/2021

Event - Promosi

5 menit

Share this post:
Jika Anda menonton Formula 1 dalam beberapa seri balap terakhir, Anda pasti menyadari ada banyak kesalahan saat pitstop yang memakan waktu para pebalap.

Ajang balap mobil seperti Formula 1 adalah soal waktu, dari mulai waktu yang pebalap catatkan saat memutari sirkuit hingga waktu saat melakukan pitstop untuk mengganti ban. Karena itu, setiap tim memerlukan pit crew yang andal dan cekatan.

Sayangnya, dalam beberapa seri balap terakhir termasuk F1 Rusia 2021 yang berlangsung akhir pekan kemarin (26/9), banyak prosedur pitstop yang bermasalah dengan waktu yang cenderung lambat.

Kesalahan itu tak hanya dialami oleh satu atau dua tim saja, melainkan hampir semua kru nampak kesulitan untuk melakukan penggantian ban dengan cepat. Hal ini terjadi karena adanya perubahan regulasi yang dilakukan oleh FIA di seri F1 Styria 2021.

Gambar Pit Crew

Pit crew di Formula 1 dilatih bak atlet profesional dan digaji dengan nominal yang fantastis

Kecanggungan Para Pit Crew

Biasanya, Anda akan terkagum-kagum oleh pit crew yang bisa melakukan penggantian ban dengan waktu yang sangat cepat. Seberapa cepat? Secara rata-rata, pitstop di Formula 1 hanya membutuhkan waktu 2,5 detik.

>>> Hanya 1.88 Detik! Red Bull Racing Pecahkan Rekor Pitstop Tercepat (Lagi)

Bahkan, tak jarang kami menemukan penggantian ban yang hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 detik. Bahkan, menyelesaikan kalimat ini saja membutuhkan waktu lebih dari 3 detik.

Tetapi, pasca perubahan regulasi beberapa pekan yang lalu. Para pit crew kini menghabiskan waktu yang lebih lama untuk melakukan 'ritual' mereka.

Peraturan baru itu melarang tindakan tertentu di pit terjadi lebih cepat dari 0,15 detik, sementara waktu minimum antara wheel gun dilepaskan dari roda dan lampu lalu lintas di gantry berubah menjadi hijau sekarang adalah 0,2 detik.

Gambar Leclerc Pitstop

Regulasi pitsop baru membuat para mekanik canggung

Jujur saja, kami sendiri tidak mengerti arti dari peraturan tersebut dan bagaimana aplikasinya di dunia nyata. Wajar saja jika para pitcrew yang sudah berpengalaman di Formula 1 juga masih canggung dalam melakukannya.

Regulasi ini berdalih agar pitstop dilakukan dengan lebih aman, karena ada beberapa kasus di mana ban tidak terpasang dengan sempurna dan tiba-tiba lepas saat melaju.

Di sisi lain, ada yang mencurigai bahwa peraturan ini dibuat karena desakan tim Mercedes-AMG Petronas yang merasa terancam oleh pitstop Red Bull Racing yang secepat kilat. Kenyataannya, tim Mercedes juga mengalami kesulitan yang sama dengan regulasi baru ini.

>>> Hyundai Bangun Stasiun Pengisian Daya Baterai Secepat Pit Stop F1

Sekarang, semua ban harus dipastikan terpasang dengan sempurna sebelum pebalap boleh kembali melaju ke pit lane setelah isyarat dari kru yang mendongkrak mobil di depan.

Gambar Christian Horner

Bos Red Bull Racing, Christian Horner jadi orang pertama yang mengkritik peraturan pitstop ini

Awalnya, FIA memprediksi bahwa pitstop ini akan membutuhkan waktu sekitar 0,2 detik lebih lambat. Masalahnya, prosedur ini justru membuat para kru gelagapan sehingga penggantian ban bahkan bisa berlangsung lebih dari 5 detik meski tanpa masalah teknis.

Regulasi Baru Sangat Berpengaruh Pada Hasil Balapan

Perubahan regulasi ini berdampak langsung kepada para pebalap. Contohnya, Daniel Ricciardo yang sempat berada di barisan terdepan akhirnya harus terlempar jauh ke barisan belakang setelah melakukan pitstop dengan sangat lambat.

Kejadian bermula saat kru di dongkrak depan tidak mendapat sinyal untuk membiarkan Ricciardo melaju walaupun semua kru yang bertugas mengganti ban sudah memberikan sinyal. Ternyata, ada masalah dalam pemasangan ban belakang sebelah kiri yang membuat kru harus mengecek kembali.

Carlos Sainz juga mengalami kejadian yang serupa. Ia berada di posisi kedua sebelum melakukan pitstop. Namun, pergantian ban yang memakan waktu lama akhirnya membuat Sainz terjebak traffic di barisan tengah balapan.

Hamilton and Verstappen Crash

Tabrakan antara Verstappen dan Hamilton bisa dihindari jika tak ada kesalahan saat pitstop

Bagaimana dengan seri sebelumnya di Monza? Tabrakan antara Max Verstappen dan Lewis Hamilton sebenarnya bisa dihindari andaikan kedua tim tidak melakukan kesalahan saat pitstop.

Red Bull Racing mengungkap bahwa kesalahan pit Max disebabkan oleh mekanik yang terlambat menekan tombol 'OK'. Bayangkan, 1 kesalahan saja bisa membuat dua pebalap gagal finis.

Yang pasti, para pit crew harus segera terbiasa dengan regulasi baru ini. Pasalnya, terlambat 1 detik saja bisa membuat seorang pebalap yang awalnya sedang memimpin akhirnya gagal naik ke podium.

>>> F1 Rusia 2021: Kemenangan ke-100 Lewis Hamilton dan Hari Buruk Lando

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top