Kenali 4 Macam Pagar Pengaman Jalan Raya di Indonesia

27/05/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Mengingat banyaknya potensi bahaya yang mungkin timbul, beragam pagar pengaman jalan raya dipasang guna meningkatkan keamanan dan keselamatan para pengendara.

Jalan raya memudahkan mobilitas masyarakat. Dengan kendaraan yang dimiliki, mereka bisa lebih cepat berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk melakukan berbagai aktivitas. Namun perlu dipahami, jalan raya juga menyimpan potensi bahaya yang tidak kecil. Buktinya kasus kecelakaan terjadi hampir setiap hari. Beberapa diantaranya berakibat ringan, namun yang lain sangat fatal karena menimbulkan korban jiwa. Terkait hal tersebut, pagar pengaman jalan raya menjadi hal penting dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan berkendara, serta meminimalisir fatalitas saat terjadi kecelakaan.

Pengaman jalan raya

Nah, selama ini pagar pengaman jalan raya yang banyak diketahui adalah guard rail atau rel pengaman. Yaitu lempengan logam yang dipasang memanjang di pinggir jalan. Padahal sebenarnya tidak hanya guard rail. Ada pengaman jalan yang berbeda dengan nama yang fungsi utamanya nyaris sama dengan guard rail.

Berikut 4 macam pengaman jalan raya yang perlu Anda ketahui:

1. Guardrail (rel pengaman)

Foto menunjukkan Guardrail di jalan tol

Guardrail, pagar pengaman paling banyak digunakan di tanah air

Guardrail berupa logam yang dibuat melengkung serta dipasang memanjang di pinggir jalan mirip pagar. Biasanya dipilih lokasi-lokasi yang rawan seperti tikungan, tepian jembatan dan sebelah tebing/jurang. Pengaman jalan raya jenis ini sudah dipakai sejak lama karena dinilai cukup kuat menahan kendaraan agar tidak terlempar keluar dari area jalan.

Namun dalam beberapa kasus guardrail justru berpotensi meningkatkan fatalitas kecelakaan. Misalnya tidak mampu menahan terjangan kendaraan berat berkecepatan tinggi sehingga kendaraan tetap terjungkal. Atau menusuk mobil yang menabraknya seperti tusuk sate.

>>> Merasa Jago Nyetir, Sering Jadi Penyebab Tabrakan Beruntun di Jalan Tol

2. Concrète jersey barrier (penghalang béton)

Foto menunjukkan pembatas beton jalan tol

Pagar beton dipakai sebagai pemisah jalur jalan tol

Concrète jersey barrier lebih dikenal dengan penghalang beton. Pengaman jalan raya jenis ini lebih banyak dipakai di jalan raya besar untuk memisahkan jalur kanan dan kiri. Misalnya di jalan tol dan jalan arteri nasional. Jersey barrier juga dipasang di lokasi-lokasi berbahaya seperti pada poin satu di atas.

Mengingat keras dan beratnya penghalang beton menjadi salah satu pengaman jalan paling kuat. Bahkan sangat mampu menahan terjangan mobil berkecepatan tinggi. Anda yang mengemudi sebaiknya berhati-hati, jangan sampai kendaraan menyerempet atau menabraknya karena pasti kalah.

Saat ini ada versi yang lebih dinamis dibanding penghalang beton, yaitu water barrier. Bahannya terbuat dari plastik yang diisikan air di dalamnya sebagai pemberat. Kelebihan dari water barrier adalah bisa mudah dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan. Cukup dengan membuat air di dalamnya, kemudian bisa diangkat tanpa bantuan alat berat. Kekurangan water barrier yaitu tidak sekuat penghalang beton. Jika diterjang kendaraan bisa hancur seketika.

3. Wire rope (pagar kabel)

Foto pagar pengaman jalan raya wire rope

Pagar wire rope untuk meredam fatalitas kecelakaan

Wire rope atau disebut juga wire rope safety barrier adalah pagar pengaman jalan raya yang terbuat dari kabel baja. Fungsi utamanya sama dengan yang lain, yakni menahan kendaraan yang menabraknya agar tidak melompat ke jalur lain atau keluar dari area jalan.

Jasa Marga menjelaskan wire rope memiliki tiga bagian utama yaitu, kawat baja, tiang penyangga, dan anchor block. Agar berfungsi secara optimal, Wire Rope harus memiliki panjang minimal 100 meter. Salah satu keunggulan wire rope adalah menyerap energi benturan kendaraan yang menerjang sehingga fatalitas kecelakaan bisa diminimalkan.

Wire Rope sudah diterapkan di salah satu ruas jalan tol di Transjawa, yaitu di Km 712+000 sampai dengan Km 717+800 arah Surabaya Ruas Jalan Tol Surabaya-Mojokerto.

>>> Tips Aman Mengemudi di Tanjakan atau Turunan Curam

4. Rolling Barrier (silinder putar)

Foto pagar pengaman jalan raya rolling barrier

Rolling barrier kini digunakan di banyak lokasi

Rolling Barrier (silinder putar) terbuat dari dua lempeng baja yang mengapit roller plastik berwarna kuning menggunakan tiang baja sebagai sumbu. Kinerja Rolling Barrier adalah menyerap dan mengganti energi kejut kendaraan yang menabrak menjadi energi rotasi. Roller bakal berputar dan membantu kendaraan kembali ke jalan. Dengan begitu risiko kendaraan terperosok masuk jurang yang memungkinkan timbulnya banyak korban bisa diminimalkan.

Rolling Barrier belum lama diaplikasikan di Indonesia mengingat pengaman jalan ini juga baru ditemukan. Alat ini dibuat oleh perusahaan asal Korea Selatan, ETI Ltd dan telah mendapatkan sertifikat dari otoritas Keselamatan Lalu Lintas Jalan Korea Selatan. Bahkan untuk hak patennya juga tercatat di Amerika Serikat. Tahun 2014 Australia diantara negara pertama yang menggunakannya untuk pengaman beberapa ruas jalan utama. Kemudian tahun 2016 digunakan di Malaysia.

Pada akhir 2018 Gubernur Jawa Barat mengaplikasikan rolling barrier di Cikidang Kabupaten Sukabumi. Tepatnya di jalan menurun tempat kecelakaan bus masuk jurang pada 8 September 2018, dimana 21 orang meninggal dunia dan yang lain terluka.

Setelah itu menyusul rolling barrier dipasang sebagai pagar pengaman jalan raya di banyak titik tikungan turunan berbagai daerah untuk mengurangi fatalitas kecelakaan.

>>> Realisasikan Rencana Kang Emil, Pagar Pengaman Rolling Barrier Pertama Sudah Terpasang

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top