PSBB Jawa Barat Diperpanjang Hingga 26 Juni, Kecuali Wilayah Bodebek

13/06/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
PSBB Jawa Barat Diperpanjang Hingga 26 Juni, Kecuali Wilayah Bodebek
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (RK) resmi memperpanjang PSBB Jawa Barat hingga 26 Juni 2020 mendatang, kecuali untuk wilayah Bodebek (Bogor, Depok, dan Bekasi).

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memutuskan memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) se-Provinsi Jawa Barat hingga 26 Juni 2020. Hal itu dilakukan mengingat beberapa wilayah masih ingin melaksanakan PSBB secara proporsional, meski sebagian wilayah lain PSBB tidak dilanjutkan.

“Keputusan hari ini adalah PSBB Jawa Barat diperpanjang sampai tanggal 26 Juni untuk mewadahi kota-kabupaten zona kuning yang ingin melakukan yang namanya PSBB secara proporsional,” kata Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang dilakukan secara online dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (12/6/2020).

Wilayah Bodebek ikuti PSBB DKI Jakarta

Khusus untuk wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) masuk pengecualian. PSBB di ketiga wilayah tersebut dipersamakan dengan rentang waktu PSBB DKI Jakarta, yakni hingga 2 Juli 2020 mendatang. Dengan demikian, terdapat tiga situasi terkait PSBB Jawa Barat saat ini,

“Ada tiga situasi di Jawa Barat, satu yang melaksanakan PSBB proposional sampai dengan 2 Juli. Kemudian ada yang melanjutkan PSBB proposional sampai dengan 26 Juni. Ada juga yang tidak melanjutkan karena sudah masuk zona biru,” lanjut kang Emil.

>>> Di Masa Transisi, Pengguna Kendaraan Pribadi Dilarang Ngobrol di Perjalanan

Foto plang PSBB Kota Bandung

Gubernur Jawa Barat memperpanjang PSBB se-Provinsi

Ingatkan waspadai aktivitas warga

Terkait Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di fase new normal RK meminta bupati/kepala daerah di masing-masing wilayah untuk mewaspadai aktivitas warga dan berhati-hati memberikan kelonggaran. Terlebih di wilayah perkotaan seperti wilayah Bodebek dan Bandung Raya yang memiliki tingkat kepadatan lebih tinggi dibanding wilayah lain.

“Ada pegerakan-pergerakan yang harus diwaspadai karena dari sisi statistik pergerakan manusia dan orang itu kembali meningkat, kedua terjadi temuan-temuan Covid di tempat-tempat yang sebelumnya kurang diwaspadai,” kata Emil.

"Maka kepala daerah di Bodebek dan Bandung raya harus lebih waspada karena kepadatan manusia berbanding lurus dengan penyebaran Covid-19. Sementara di luar Bodebek dan Bandung raya relatif sedikit," lanjutnya.

Warga juga dihimbau untuk memulai proses AKB dengan adaptasi yang ketat alias tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, terutama memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan.

>>> Kenali Makna Warna Dasar Rambu-Rambu Lalu Lintas

Foto menunjukkan para petugas melakukan Sosialisasi PSBB Proporsional di Cirebon

Warga dihimbau tetap mematuhi protokol kesehatan

Status COVID-19 di Jawa Barat

Berdasarkan Pusat Informasi & Koordinasi COVID-19 Provinsi Jawa Barat, per Sabtu, 13 Jun 2020 pukul 06.14 WIB jumlah kasus positif COVID-19 di Jawa Barat mencapai 2.572 kasus dengan 1.057 pasien dinyatakan sembuh dan 161 pasien meninggal dunia. Sisanya dalam perawatan medis dengan berbagai status.

>>> Berita otomotif dunia dan nasional menarik lainnya ada disini

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top