Mitsubishi Makin Serius Garap Penjualan di Kawasan ASEAN

24/06/2020

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Mitsubishi Makin Serius Garap Penjualan di Kawasan ASEAN
Mitsubishi Motors Corporation baru-baru ini mengumumkan untuk semakin serius menggarap penjualan di kawasan ASEAN. Hal ini lantaran ASEAN cukup menjanjikan.

Semua pabrikan mobil memiliki strateginya tersendiri agar produknya bisa laris manis. Strategi tersebut bisa dari pemilihan model hingga negara-negara yang disasar. 

Seperti Mitsubishi yang dikabarkan akan semakin fokus menggarap pasar di kawasan ASEAN, ketimbang di wilayah China ataupun Eropa. 

Mengutip Autoindustriya, Rabu (24/6/2020), dalam pertemuan antara Mitsubishi Motors Corporation dengan para pemegang saham, produsen berlogo tiga berlian tersebut tngah mencari formula yang pas agar bisa tetap mendapatkan profit di situasi menantang ini. 

>>> Ini Sketsa Wuling Victory, Calon Pesaing Xpander dan Ertiga

Penjualan Mitsubishi Belum Capai Target di 'Pasar Besar'

Mitsubishi pun tak akan sepenuhnya fokus pada pasar yang disebut dengan 'Mega-Market' seperti Negeri Tirai Bambu China dan juga Eropa. Bukannya tak mampu, namun Mitsubishi menyebut biayanya terlalu mahal untuk tetap bisa bertahan di sana. 

CEO MMC Takao Kato

CEO MMC Takao Kato saat menyampaikan strategi penjualan Mitsubishi di ASEAN

Padahal Mitsubishi sendiri mampu menorehkan catatan positif dari sisi penjualan produk, dan juga sumber daya manusianya. Tetapi meningkatnya penjualan Mitsubishi juga harus dibayar dengan peningkatan biaya yang dikeluarkan. 

"Meskipun volume kami meningkat di pasar besar, kami belum bisa mencapai target profit sesuai dengan ekspektasi kami," ungkap CEO MMC Takao Kato. 

Oleh karena itu manajemen Mitsubishi memutuskan untuk membuat arahan baru dan mulai mengalihkan fokusnya dari pasar besar tersebut. Mitsubishi lebih memilih untuk semakin serius di kawasan ASEAN. 

>>> Pompa Bensin Bermasalah, Xpander-Livina di Recall 

Mitsubishi memang cukup kuat di pasar ASEAN. Produk-produknya laris manis di wilayah ASEAN dan Oseania, termasuk Indonesia di dalamnya. 

"Kami akan mengubah strategi untuk menggarap pasar yang kecil namun indah pada paruh kedua tahun fiskal 2019, di mana kami akan memulai reformasi struktural pada tahun fiskal 2020," tambah Kato. 

"Strategi regional kami adalah menjadikan ASEAN sebagai fokus utama dan akan menargetkan kenaikan penjualan di wilayah-wilayah tersebut. Kami juga akan menawarkan produk-produk utama di sana," tegas Kato. 

>>> Virus Corona Juga Hantam Penjualan Mitsubishi

Makin Fokus Garap Penjualan di ASEAN

Pasar ASEAN dan Oseania memang menjadi catatan manis bagi Mitsubishi. Sebagai gambaran, pada tahun fiskal 2018-2019, Mitsubishi tercatat menjual 1,244 juta mobil di seluruh dunia. Dari angka tersebut lebih dari 30 persen atau sekitar 379.000 unit terjual di Indonesia, Australia, Thailand, dan Filipina. 

Mitsubishi Xpander

Xpander menjadi andalan di beberapa negara ASEAN

Di Indonesia, torehan positif Mitsubishi mulai terlihat kala Xpander hadir medio 2017. Mengutip data distribusi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pangsa pasar serta penjualan Mitsubishi meningkat karenanya.

>>> 4 Cara Tak Biasa Merawat Mobil Agar Bisa Panjang Umur

Sebelum ada Xpander, pangsa pasar Mitsubishi hanya 7,5 persen secara retail. Kemudian pencapaian tersebut meningkat menjadi 12,7 persen pada 2018. Tahun 2019, meski mengalami penurunan pangsa pasar Mitsubishi masih berada di atas 10 persen yakni 11,4 persen. 

Mitsubishi Xpander Cross

Xpander Cross meluncur tahun 2019

Xpander menjadi angin segar bagi para pecinta mobil-mobil Low MPV. Terbukti Xpander mampu membayangi mobil sejuta umat Toyota Avanza

"Strategi kami adalah lewat truk, SUV berbasis truk, dan MPV sebagai produk utama kami di ASEAN. Kami akan memperkuat produk-produk yang sudah ada di sana," terang Kato. 

>>> Cek update terbaru seputar otomotif di Indonesia di sini

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top