Cara Membuat Surat Perjanjian Jual Beli Mobil

10/06/2020

Jual beli

4 menit

Share this post:
Cara Membuat Surat Perjanjian Jual Beli Mobil
Selain memeriksa keabsahan STNK dan BPKB, saat melakukan transaksi jual beli mobil sebaiknya juga siapkan surat perjanjian jual beli mobil. Berikut cara untuk membuatnya.

Ketika melakukan transaksi jual beli mobil, pihak pembeli tentunya harus memastikan terlebih dulu kondisi mobil yang akan ia bawa pulang dalam keadaan baik. Untuk itulah dibutuhkan pengecekan secara menyeluruh pada kondisi fisik mobil tersebut. Mulai dari bagian eksterior seperti bodi, lampu-lampu, kaca, velg, hingga ban. Dilanjutkan ke bagian mesin, sistem kelistrikan, transmisi, sistem suspensi, sampai saluran gas buang. Lalu pastikan juga kondisi interior masih dalam keadaan baik, tidak ada yang cacat atau robek, dan tidak ada indikasi mobil bekas terendam banjir.

Apabila kondisi fisik mobil sudah dianggap sesuai, maka langkah berikutnya adalah pengecekan dokumen kendaraan tersebut. Pastikan STNK dan BPKB asli dan resmi dikeluarkan dari pihak kepolisian setempat. Anda bisa lekukan pula pengecekan mas aberlaku pajak kednaraan tersbeut melalui aplikasi online samsat yang berlaku di wilayah Anda. Jangan lupa, cek pula nomor rangka dan nomor mesin pada kedua dokumen tersebut wajib sama dengan yang ada pada mobil. Sebaiknya pilih juga mobil yang masih dilengkapi buku pedoman pemilik dan buku catatan servis berkala.

Satu lagi yang perlu diperhatikan oleh calon pembeli dan penjual mobil, sebaiknya sertakan juga surat perjanjian jual beli mobil bekas. Surat perjanjian jual beli ini penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari pasca dilakukan transaksi jual beli. Karena surat ini nantinya akan menjadi dokumen yang sah dimata hukum Indonesia.

Nah berikut ini Cintamobil.com akan jabarkan cara membuat surat perjanjian jual beli mobil.

1. Cantumkan Tanggal Transaksi Jual Beli Mobil

Penulisan judul surat perjanjian jual beli mobil

Tuliskan judul dalam huruf kapital dan ukurannya lebih besar

Saat membuat surat perjanjian jual beli mobil bekas atau mobil baru, sebaiknya tulis judul surat pada bagian surat paling atas. Judul bisa tertulis: "SURAT PERJANJIAN JUAL BELI MOBIL". Judul ini sebaiknya dibuat dalam huruf kapital dan ukuran huruf lebih besar dari huruf pada bodi teks.

Kemudian di paragraf pertama cantumkan tanggal terjadinya transaksi jual beli mobil. Anda bisa tulis: "Pada hari ini, .... tanggal .... bulan ... tahun... telah diadakan perjanjian jual - beli mobil dimana Pihak Pertama telah menjual kepada Pihak Kedua. Adapun Pihak Pertama dan Pihak Kedua sebagai berikut:"

>>> Mengenal Perbedaan Form A, B dan C Sebagai Dokumen Resmi Kendaraan

2. Tulis Identitas Lengkap Penjual dan Pembeli

Penulisan Pihak Pertama dan Pihak Kedua surat perjanjian jual beli mobil

Identitas penjual dan pembeli harus lengkap beserta alamat dan nomor teleponnya

Pada paragraf selanjutnya di surat perjanjian jual beli tersbeut, Anda harus mencantumkan identitas lengkap baik pihak penjual maupun pihak pembeli. Contohnya:

"Nama : ...
Pekerjaan : ...
Alamat : ...
Nomor KTP : ...
Nomor Telepon : ...

Dalam surat perjanjian ini bertindak sebagai penjual mobil yang selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama : ...
Pekerjaan : ...
Alamat : ...
Nomor KTP : ...
Nomor Telepon : ...

Dalam surat perjanjian ini bertindak sebagai pembeli mobil yang selanjutnya disebut Pihak Kedua".

>>> Begini Cara Cek Asuransi Mobil Bekas Sebelum Membelinya

3. Jelaskan Identitas Kendaraan Secara Lengkap

Identitas mobil pada surat perjanjian jual beli mobil

Identitas mobil yang diperjualbelikan juga harus ditulis lengkap

Pada paragraf selanjutnya adalah mencantumkan identitas kendaraan yang diperjualbelikan secara lengkap. Contohnya Anda bisa tulis:

"Melalui surat perjanjian ini Pihak Pertama telah sepakat menjual mobil kepada Pihak Kedua berupa satu unit:
Merk Mobil : ...
Tipe mobil : ...
Warna Mobil : ...
Nomor Polisi : ...
Nomor BPKB : ...
Nomor STNK : ...
Nomor Rangka : ...
Nomor Mesin : ... "

>>> Cek harga mobil baru lengkap dengan promo dan diskon menariknya disini

4. Sebutkan Nilai Transaksi dan Cara Pembayarannya

Harga pada surat perjanjian jual beli mobil

Jangan lupa tuliskan harga jual mobil tersebut yang telah disepakati

Setelah identitas kendaraan yang diperjualbelikan ditulis secara lengkap berdasarkan keterangan dokumen resmi dan ciri-ciri fisik dari mobil tersebut, maka langkah selanjutnya adalah mencantumkan nominal nilai transaksi jual beli mobil. Misalnya Anda bisa tulis: "Kedua belah pihak telah menyepakati jika harga mobil adalah Rp.... (sebutkan nominalnya dengan huruf)"

Selanjutnya tulis pula cara pembayarannya yang telah disepakati antara penjual dan pembeli. Contoh:

"Pihak Kedua juga telah melakukan pembayaran tunai sebesar Rp... (sebutkan nominal harga mobil yang dibelinya) kepada Pihak Pertama melalui transfer rekening ke Bank ... (sebutkan nama banknya) atas nama ... (sebutkan nama penerima transfer dana pembayaran mobil), setelah surat perjanjian jual beli ini ditandatangani dengan bukti transfer terlampir."

>>> Sebaiknya Lakukan Ini Setelah Beli Mobil Bekas saat Musim Corona

5. Sebutkan Hak dan Kewajiban Penjual serta Pembeli

Hak dan kewajiba dalam surat perjanjian jual beli mobil

Jelaskan hak dan kewajiban penjual serta pembeli

Pada paragraf surat perjanjian jual beli mobil bekas selanjutnya Anda bisa tuliskan jaminan hak serta kewajiban dari pihak penjual maupun pembeli setelah surat perjanjian ditandatangani oleh kedua belah pihak. Contohnya:

"Pihak Pertama menjamin jika mobil yang dijualnya adalah milik sahnya dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut memilikinya atau tidak dijaminkan kepada orang atau pihak lain dengan cara apapun juga.

Pihak Pertama telah menyerahkan unit mobil kepada Pihak Kedua pada tanggal ... bulan ... tahun ... dan Pihak Kedua juga telah mendapatkan STNK dan BPKB serta dokumen kepemilikan mobil yang sah lainnya dari Pihak Pertama setelah surat perjanjian ini ditandatangani dan pembayaran dilunasi.

Jika dikemudian hari ada kerusakan, kecelakaan, atau kehilangan dari mobil tersebut yang disebabkan kelalaian Pihak Kedua, maka hal itu menjadi tanggung jawab Pihak Kedua. Seluruh biaya pajak maupun balik nama mobil juga sepenuhnya jadi tanggung jawab Pihak Kedua."

5. Cantumkan Tanda Tangan Penjual dan Pembeli Serta Saksi

Tandatangan surat perjanjian jual beli mobil

Sebaiknya sertakan pula materai yang ditandatangani penjual serta pembeli

Pada bagian akhir surat perjanjian jual beli, Anda bisa cantumkan lokasi danatanggal surat perjanjian dibuat. Lalu cantumkan nama lengkap antara penjual dan pembeli beserta saksi-saksi yang terlibat dalam pembuatan surat perjanjian tersebut dan tempelkan materai. Selanjutnya penjual dan pembeli serta saksi membukukan tanda tangannya masing-masing. Contohnya:

"Jakarta, ...(tanggal),....(bulan),...(tahun)

Pihak Pertama            Pihak Kedua

 

   (............)                   (...........)


     Saksi                         Saksi

Pihak Pertama            Pihak Kedua

 

  (............)                    (...........)

Sebaiknya buat surat perjanjian ini dalam dua rangkap. Nantinya satu surat perjanjian bisa disimpan oleh pihak penjual dan satunya lagi disimpan oleh pihak pembeli.

>>> Tips dan trik menarik lainnya ada disini

Share this post:
Penulis
Sudah menulis di media online sejak 2009, Pras sangat berpengalaman di bidang otomotif. Pria penggemar mobil modifikasi ini sudah mencicipi berbagai jenis mobil, mulai LCGC hingga Hypercar. Pras menjadi anggota tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top