Dilema Mobil Korban Banjir, Perbaiki Lalu Jual atau Dipakai Sampai Bobrok

08/01/2020

Jual beli

3 menit

Dilema Mobil Korban Banjir, Perbaiki Lalu Jual atau Dipakai Sampai Bobrok
Mobil korban banjir menjadi dilema tersendiri baik pemilik. Lebih baik diperbaiki lalu dijual atau diperbaiki lalu dipakai sepuasnya dengan segala risiko.

Banjir di ibu kota awal 2020 membuat banyak kendaraan bermotor terendam. Kerusakan sudah pasti, mulai dari eksterior, interior, kelistrikan, hingga mesin. Bagi si pemilik, mobil kebanjiran menjadi dilema tersendiri. Dijual langsung apa adanya harga pasti jatuh. Mobil sebagai barang rongsokan yang tak berharga. Mau dipakai juga tak bisa, harus diperbaiki lebih dulu. Dan sudah pasti perbaikan membutuhkan biaya besar, lebih-lebih jika pemilik tidak memiliki asuransi karena bencana.

Lantas jika harus memilih, kira-kira mana yang lebih baik dijual apa adanya, diperbaiki lalu dijual, atau diperbaiki dan dipakai lagi sepuasnya?

Foto menunjukkan bagian interior mobil sehabis terendam banjir

Terendam banjir, mobil bisa mengalami kerusakan parah

>>> Inilah 5 Cara Mudah Menjual Mobil Bekas Banjir

Menurut owner Garden Speed, Taqwa Suryo Swarsono, tidak ada yang terbaik dan lebih prioritas untuk pilihan-pilihan di atas. Semuanya dikembalikan kepada pemilik. "Itu kembali ke yang punya mobil. Terserah keputusannya seperti apa," tutur Taqwa sepereti dikutip dari Detik, (6/1/2020).

Dijual apa adanya

Ini adalah pilihan paling tidak disarankan. Jika dijual apa adanya mobil bakal dihargai sangat rendah, meski aslinya adalah mobil baru.

Diperbaiki dan dijual

Foto menunjukkan mobil dalam proses perbaikan

Perbaikan mobil korban banjir memerlukan biaya besar dan waktu lama

Jika mau dijual dengan harga lebih baik, mobil korban banjir harus dikembalikan ke kondisi terbaiknya dengan cara diperbaiki lebih dulu. Risikonya pemilik harus mengeluarkan banyak biaya untuk perbaikan total hingga puluhan bahkan ratusan juta. Tergantung jenis mobil dan kerusakannya.

"Kalau mau mengembalikan kondisi mobil bekas banjir menjadi lumayan apik, itu busa yang tebal-tebal di bagian kabin kalau budget-nya memang ada, lebih baik diganti baru. Takutnya kalau nggak diganti-ganti, beberapa bulan kemudian ada efeknya (keluar bau tidak sedap)," jelas Taqwa.

Risiko lain jika mobil langsung dijual pemilik tetap merugi karena sudah banyak uang yang dikeluarkan. Sudah begitu, tidak banyak diler mobil bekas yang mau menerima mempertimbangkan risiko di kemudian hari.

>>> Hindari Mobil Bekas Banjir, Berikut Ini Ciri-Cirinya

Diperbaiki dan dipakai sepuasnya

Pilihan berikutnya mobil diperbaiki lalu dipakai lagi sepuasnya hingga lama atau mungkin hingga bobrok. Tak ada salahnya hal itu jadi pilihan, dari pada dijual apa adanya uang yang didapat juga tidak seberapa. Sedangkan kalau diperbaiki lalu dijual tentu terasa banget kerugiannya. Kalau dipakai lagi sampai lama pemilik masih bisa merasakan manfaat untuk membantu beraktivitas.

So, kalau mobil korban banjir itu milik Anda, mau Anda apakan?

>>> Mau membeli mobil bekas berkualitas, cek koleksi dan harganya di sini!

Foto menunjukkan mobil Daihatsu Gran Max menerjang banjir

Tidak masalah mobil bekas kebanjiran dipakai lagi kalau sudah diperbaiki

>>> Tips dan trik menarik lainnya ada disini

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top