Manfaat Transaksi Non Tunai Jalan Tol di Tengah Pandemi COVID-19

27/06/2020

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Manfaat Transaksi Non Tunai Jalan Tol di Tengah Pandemi COVID-19
Dulu sebatas mempercepat layanan pembayaran tarif. Tapi sekarang di tengah pandemi COVID-19 transaksi non tunai jalan tol memberi manfaat yang lebih besar.

Transaksi non tunai jalan tol sudah lebih dari 2 tahun sejak diberlakukan akhir Oktober 2017. Dan tak terasa dalam waktu singkat ini perubahan langsung terasa. Meski masih ada kekurangan, tapi kelebihannya jauh lebih besar. Dengan adanya transaksi non tunai pembayaran tarif tol kini lebih mudah dan cepat. Pengendara juga tak perlu mempersiapkan uang tunai dengan nominal pas seperti dulu, asalkan e-toll-nya terisi cukup semuanya lancar. Untuk pengisian ulang saldo pun kini makin mudah karena outlet kini tersebar dimana-mana.

Manfaat di tengah pandemi

Di tengah pandemi COVID-19 jalan tol ikut terimbas. Pembatasan aktivitas membuat trafik menurun tajam. Namun saat ini kabar menggembirakan, memasuki fase new normal atau masa transisi pembatasan mulai dilonggarkan. Aktivitas berkendara meningkat dan trafik tol juga turut terangkat.

Foto saat melakukan Transaksi di Gerbang Tol

Transaksi non tunai, mempercepat waktu pembayaran

Meski demikian upaya mencegah penyebaran COVID-19 tetap jadi prioritas pemerintah. Salah satu yang dirasa benar-benar bermanfaat adalah sistem transaksi non tunai di gerbang tol. Sistem ini turut andil menjadi bagian dari langkah pencegahan berupa social distancing. Beberapa petugas jaga gerbag tol juga menerapkan protokol sebagaimana yang dianjurkan.

"Di Gerbang Tol juga terdapat petugas Jalan Tol yang selalu berjaga untuk membantu para pengendara dalam memberikan pelayanan tapping E-Money dengan menerapkan prosedur kesehatan seperti sarung tangan dan masker." tulis Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR di laman resminya, (24/6/2020).

>>> Keindahan Dibalik Gerbang Tol Lawang Jalan Tol Pandaan-Malang

Langkah pencegahan

Selain transaksi non tunai dan prosedur protokol kesehatan bagi para petugas jaga gerbang tol, langkah pencegahan lain yang dilakukan BPJT diantaranya:

  • Rutin menjaga kebersihan gerbang tol dan mesin E-Money serta menyemprotkan cairan disinfektan secara rutin setiap beberapa jam;
  • Menyiapkan mobil ambulance di gerbang tol mengantisipasi kejadian darurat medis pengguna tol;
  • Menerapkan protokol kesehatan di rest area, seperti menjaga jarak fisik antara pengunjung untuk menghindari antrean dan kerumunan, menggunakan masker, disiapkan sarana kebersihan seperti tempat cuci tangan dan disiapkan sabun anti bakteri, fasilitas kamar mandi yang selalu rutin dibersihkan, serta fasilitas mushola yang juga rutin dibersihkan oleh petugas di rest area.
  • Terus melakukan sosialisasi protokol kesehatan melalui beragam media seperti Variable Message Service (VMS), brosur, poster dan sosial media.

Dihimbau juga kepada pengguna jalan tol untuk mempersiapkan saldo elektronik yang cukup agar tidak timbul masalah saat pembayaran di gerbang tol.

>>> Wah, Mengganti e-Toll Saat Masuk dan Keluar Bisa Kena Denda Jutaan Rupiah

Spanduk pembayaran Non Tunai mencegah penyebaran COVID-19

Pembayaran non tunai membantu mencegah COVID-19

Transaksi Non Tunai Jalan Tol

Sistem transaksi pembayaran non tunai Jalan Tol diberlakukan pada 31 Oktober 2017. Sistem ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Non Tunai yang disepakati oleh Bank Indonesia dan Kementerian PUPR pada 31 Mei 2017 dalam rangka modernisasi sistem pembayaran tol serta meningkatkan kecepatan dan efisiensi transaksi pembayaran.

>>> Berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya ada di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top