Jangan Paksakan Diri Menyetir saat Mengantuk, Bahaya Mengintai!

04/11/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Artis Vanessa Angel baru saja menjadi korban kecelakaan nahas di Tol Jombang. Diduga sopir dalam kondisi mengantuk saat menyetir mobil Pajero Sport putih itu.

Berkendara memang harus dalam kondisi bugar. Kondisi fisik yang tak sehat atau bahkan hanya mengantuk sangat membahayakan diri Anda dan pengendara lainnya. Bukan tak mungkin menyetir saat mengantuk bisa menyebabkan kecelakaan seperti yang baru dialami keluarga artis Vanessa Angel. 

Dari informasi beredar, mobil Pajero Sport yang ditumpangi Vanessa Angel dan keluarga mengalami kecelakaan nahas akibat pengemudinya mengantuk. SUV yang berangkat dari Jakarta itu tiba-tiba menabrak beton pembatas kiri ruas akibat sopir mengantuk.

Vanessa Angel kecelakaan

Kondisi mobil Vanessa Angel ringsek parah, diduga sopir mengantuk

>>> Mengenal Istilah Microsleep, Si Pembunuh Sadis di Jalan Raya

Kecelakaan Libatkan Vanessa Angel Diduga karena Sopir Mengantuk

Walhasil, Pajero Sport berwarna putih tersebut terpelanting dan berputar berhenti di lajur cepat. Mobil pun tampak hancur dengan kondisi airbag keluar. 

Kecelakaan ini mengakibatkan Vanessa Angel dan suami dikabarkan tewas di tempat. Sedangkan tiga orang lain yang turut menjadi korban mengalami luka-luka. Mengantuk saat mengemudi memang tak bisa diremehkan. Bahaya utamanya tentu kecelakaan. 

Di dunia safety driving, rasa kantuk yang timbul saat menyetir ini kerap disebut microsleep. Mengutip laman Daihatsu Indonesia, microsleep bisa timbul karena otak yang merasa kelelahan namun tetap bertahan agar kita tetap terjaga.

Microsleep ini bisa menyebabkan pengendara tertidur tiba-tiba dalam waktu yang singkat. Microsleep merupakan tidur ringan yang hanya terjadi selama lima sampai sepuluh detik. Microsleep sering terjadi saat Anda melakukan pekerjaan yang monoton termasuk menyetir. Seseorang yang mengalami microsleep tidak menyadari jika dirinya tertidur atau akan memasuki kondisi tidur, kondisi ini juga dapat terjadi dengan mata terbuka dengan pandangan kosong.

Sebagai contoh, ketika ada pengendara yang memacu kendaraannya dengan kecepatan 100 km/jam. Tiba-tiba mengalami microsleep sekitar 4 detik akibatnya, kendaraan yang dikendarai pun tiba-tiba melaju tanpa kendali sejauh 200 meter dan tentu saja, keadaan itu dapat memicu terjadinya kecelakaan yang fatal.

>>> Sama-sama Bahaya, Simak Perbedaan Fatigue dan Microsleep

Hindari Menyetir saat Mengantuk

Gambar menunjukan Laki-laki mengantuk di mobil

Jangan paksakan diri menyetir saat mengantuk

Lalu apa yang bisa Anda lakukan untuk menghindari microsleep ketika berkendara? Pertama Anda harus memiliki waktu tidur yang cukup yakni sekitar 7-9 jam. Kalau Anda merasa punya waktu tidur kurang dari 6 jam dan berencana untuk melakukan perjalanan jauh sebaiknya diurungkan. 

Kedua, jangan paksakan diri menyetir saat mengantuk. Segera cari tempat beristirahat untuk tidur sejenak. Bila perjalanan yang ditempuh cukup jauh, Anda bisa berhenti setiap 1-2 jam sekali. 

Ketiga, Anda bisa mengkonsumsi kopi dengan jarak waktu tertentu. Umumnya efek kopi baru terasa setelah 30 menit dikonsumsi. Terakhir, bila ada seseorang yang menemani maka bisa Anda ajak ngobrol. Atau kalau sedang menyetir sendiri, bisa menyalakan musik dengan ketukan kencang. Pada intinya, pastiknya kondisi tubuh Anda fit sebelum menyetir agar tidak merugikan orang lain. 

>>> Ternyata Ini Penyebab Airbag Tidak Mengembang saat Kecelakaan

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top