Usulan Pajak Mobil Baru 0% Ditolak, Honda Harap Konsumen Balik Lagi

23/10/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Usulan Pajak Mobil Baru 0% Ditolak, Honda Harap Konsumen Balik Lagi
Usulan pajak mobil baru 0% yang terlalu lama membuat Honda ikut terdampak. Adanya keputusan penolakan oleh Menkeu Sri Mulyani diharap konsumen bisa balik lagi.

Usulan pajak mobil baru 0% sudah ditolak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Khawatir akan menimbulkan dampak negatif di sektor lain menjadi alasan di balik penolakan usulan pajak 0% tersebut. 

Pabrikan pun menyambut hal itu dengan baik usai digantung selama hampir satu bulan belakangan. Tapi kabar yang terlanjur beredar luas itu sempat membuat masyarakat menahan untuk membeli mobil demi menanti kepastian dari keputusan tersebut.

Honda Brio

Brio menjadi andalan Honda di masa pandemi

>>> Jarang Huni Daftar Mobil Terlaris, Apa Kabar Honda Mobilio?

Konsumen Honda Banyak yang Tahan Bayar DP

Salah satu pabrikan Jepang yakni Honda menyebut bahwa banyak konsumennya yang melakukan pemesanan tapi menunda untuk menyelesaikan pembayaran. 

"Kalau kami melihat itu ada 2 konsumen, pertama mereka menunggu aturan seperti apa terus terang kami nggak bisa liat berapa banyak. Kedua booking dulu tapi gak mau retail," ungkap Business Innovation and Marketing Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy.

"Tipe yang kedua, booking SPK tapi nggak closing ritel itu besar ya 30-40%. Kalau yang pertama saya nggak ada data ya," lanjut Billy. 

Diharapkan penolakan usulan pajak mobil baru 0% itu memberi kepastian kepada masyarakat dan situasi bisa kembali normal. 

Industri otomotif Indonesia memang merupakan salah satu sektor yang disebut membutuhkan insentif. Produksi mobil dan juga penjualan ikut terhambat lantaran adanya penyebaran Covid-19. Adanya insentif diharap bisa menjadi angin segar penjualan mobil di Indonesia yang sempat anjlok pada April dan Mei 2020. 

"Diharapkan ada keputusan nggak jadi, konsumen bisa balik lagi," kata Billy. 

>>> Menanti Kehadiran Mobil Baru Honda di Indonesia

Fokus ke Program Penjualan

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat volume penjualan mobil (wholesale) bulan Mei hanya sebanyak 3.551 unit. Volume penjualan itu anjlok dibandingkan dengan bulan April sebesar 7.868 unit dan 84.367 unit pada bulan Mei tahun lalu. 

Mobil Honda

Honda mau melanjutkan ttren penjualan digital

Sedangkan bagi Honda, pandemi berimbas pada menurunnya penjualan hingga 49 persen. 

"Relaksasi pajak tentunya bisa mempengaruhi penjualan otomotif pada umumnya. Tadi kan diputuskan tidak jadi, jadi apa yangg diputuskan pemerintah pastinya untuk perbaikan ekonomi. Menteri Keuangan sepertinya beri stimulus fiskal untuk sektor yang terdampak, jadi diharapkan ekonomi bergerak cepat tentunya pasar otomotif juga bisa bergerak cepat," tutur Billy. 

Honda sendiri kini lebih fokus ke program penjualan yang dibutuhkan konsumennya di Tanah Air misalnya dengan membuat kemudahan dalam membeli kendaraan. Honda juga bakal meneruskan jalur digital dalam memasarkan mobil-mobilnya.  

>>> Honda Accord 2021 Tampilkan Penyegaran Minimalis pada Generasi ke-10

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top