Napak Tilas Sejarah City Car Hyundai, Dari Atoz Hingga i10 dan New Santro

04/09/2019
Seiring diluncurkannya secara resmi new Hyundai Santro, mari kita melakukan napak tilas perjalanan city car Hyundai sejak Atoz diluncurkan 21 tahun silam.

Diluncurkannya Hyundai Santro 2019 di India (23/10) telah membuka babak baru sejarah perjalanan city car Hyundai yang diawali 21 tahun silam. Uniknya, Santro bukanlah satu-satunya model city car ditawarkan oleh Hyundai. Kita di Indonesia mengenal Hyundai Grand i10, lalu ada Eon dan i10 "tanpa grand". Lalu, apa bedanya dan bagaimana posisi mereka di pasar? Untuk menjawabnya, mari kita merunut sejarah city car Hyundai yang dimulai oleh si imut Hyundai Atoz.

Tahun 1997, Hyundai meluncurkan Hyundai Atoz di Korea sebagai respons atas krisis ekonomi Asia yang membuat demand atas mobil mungil meningkat. Di Indonesia, Hyundai Atoz meluncur akhir 1999. Patut dicatat penyebutan Atoz sebagai “A to Z”.

foto produk Hyundai Atoz 2009 berwarna merah

foto tampak belakang Hyundai Atoz 1999

Hyundai Atoz, salah satu city car favorit pasca krisis moneter 1998

Desainnya terbilang unik dengan mata melotot dan ekor menjulang tinggi layaknya mobil minivan. Meski kecil, akomodasinya terbilang baik bahkan untuk ruang kepala penumpang belakang sekali pun.

>>> Terpikat dengan Hyundai Atoz? Cari di sini untuk mendapatkan penawaran terbaik

Tahun 1999, muncul varian tambahan di pasar global Hyundai Atoz Prime dengan seksi buritan lebih manis. Model ini kemudian dijual di beberapa negara seperti Indonesia dengan nama Kia Visto. Akan tetapi, kehadiran buritan desain baru rupanya justru mengorbankan sedikit unsur akomodasi, dimana head room penumpang belakang tidak selega Hyundai Atoz.

foto Hyundai Atoz Prime tampak belakang berwarna kuning

Hyundai Atoz Prime, di sini dikenal dengan nama Kia Visto

Ada pun penggunaan nama Hyundai Santro seperti model terkini dimulai di India pada 1997 dengan model sama persis versi global, alias Atoz “Tall Boy”. Memasuki dekade 2000-an ketika kondisi perekonomian membaik, program Atoz di Korea pun dihentikan, pindah ke negara berkembang dengan basis India.

Pada perjalanan berikutnya, muncul versi facelift dinamai Hyundai Santro Xing pada 2003. Santro Xing dibekali mesin 1.100 cc. Selain wajah depan lebih modern dengan lampu mengotak, ikut hilang buritan “tall boy” diganti desain hatchback lebih manis dan dinamis.

>>> Dapatkan berita informatif pasar mobil dunia hanya di Cintamobil

foto Hyundai Santro Xing india

Hyundai Santro Xing, hanya wajah depannya "diambil" untuk Hyundai Atoz "city devil" 2005

Uniknya, Hyundai Mobil Indonesia memilih pendekatan berbeda saat memberikan penyegaran kepada Hyundai Atoz di Juni 2005. Hanya bagian depan diganti, sementara ekor tetap mempertahankan desain “tall boy”. “Kami tidak mau berkompromi dengan hilangnya kelegaan ruang kepala penumpang belakang,” kenang Hendrik Wiradjadja, Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia.

>>> Review Hyundai Atoz 1.1i 2005, City Car Mungil Nan Gesit Dari Hyundai

Tak cuma ubahan tampang, mesin diganti baru, berkapasitas 1.100 cc dengan daya 63 dk dan torsi 96 Nm yang dicapai pada putaran rendah 2.800 rpm. Ini jelas di atas Atoz lama 1.000 cc yang 59 dk. 

foto tampak depan Hyundai i10 berwarna merah

Hyundai i10 menggantikan Atoz di Indonesia pada 2009

Tahun 2007, seiring pemberlakuan sistem nomenklatur baru Hyundai, Atoz pun berganti nama menjadi Hyundai i10. Diluncurkan di Indonesia pada 2009. Pada i10, kapasitas mesin pun kembali diperbesar, kini menjadi 1.200 cc.

>>> Temukan Hyundai i10 dijual dengan harga memikat

Dari sinilah perjalanan evolusi city car yang diawali Hyundai Atoz pada 1997 mulai “beranak pinak”. Berawal dari munculnya Hyundai Eon, city car diposisikan di bawah i10 yang dijual di India dan sejumlah negara seperti Vietnam dan Filipina. Eon memiliki dimensi lebih ringkas, lebih pendek 150 mm dibandingkan Hyundai i10 dan tersedia dalam versi 800 cc.

foto tampak depan Hyundai Eon 2011

Eon, model termungil keluarga city car Hyundai yang tidak dijual di Indonesia

foto dinamis Hyundai i10 2013 berwarna putih

Hyundai i10 generasi kedua untuk pasar Eropa

foto tampak 3/4 Hyundai Xcent 2014 berwarna silver

Versi sedan i10 yang dinamai Hyundai Xcent

Dilanjutkan peluncuran generasi II Hyundai i10 pada 2013 dengan anggota keluarga tambahan berupa versi sedan dinamai Xcent dan Grand i10 berukuran (sedikit) lebih besar. Hyundai Mobil Indonesia memilih untuk menjual Grand i10 untuk menghadapi model-model lebih tangguh seperti Toyota Agya dan Hyundai Brio.

Satu varian eksklusif dari keluarga city car muncul di Indonesia. Yakni Hyundai Grand i10X, diluncurkan tahun 2015. Sesuai akhirnya “X”, model ini tergolong kategori crossover. Bisa dilihat dari kehadiran overfender hitam dan postur sedikit lebih jangkung,

>>> Spesifikasi Hyundai Grand i10x 2017, City Car Mungil Bergaya Crossover

foto produk Hyundai Grand i10x berwarna putih

foto samping Hyundai Grand i10x 2017 berwarna putih

Hyundai memilih Grand i10 dan Grand i10X berdimensi lebih besar untuk dijual di Indonesia

foto Hyundai Santro 2019 bersama keluarga India

Hyundai Santro, inkarnasi terkini keluarga city car Hyundai

Lantas, hadir Hyundai Santro 2019 di Oktober tahun silam. Jika merunut posisi, ia berada di “garis” Hyundai Atoz – i10. Santro memiliki dimensi lebih pendek 155 mm dibandingkan Grand i10. Jika dipasarkan di Indonesia, Santro akan bertempur melawan segmen LCGC (Low Cost Green Gar) seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla maupun Honda Brio Satya. 

Anggota terkini keluarga city car Hyundai tentulah Grand i10 Nios yang meluncur Selasa (20/8) silam. Ini adalah model pengganti Grand i10 yang saat ini dijual di Indonesia. Secara dimensi, ia sedikit lebih besar jika dibandingkan model pendahulunya. Uniknya, hanya berselang sepekan setelah Grand i10 Nios, Hyundai melansir i10 yang ditujukan untuk pasar Eropa. Pertanyaan muncul, apa bedanya dengan Hyundai Santro? 

foto produk hyundai grand i10 nios 2019

Hyundai Grand i10 Nios 2019

Lantas, apa beda i10 dengan Hyundai Santro? "i10 dibuat hanya dalam versi kiri dan dihargai lebih mahal. Sementara Santro untuk pasar India dan Asia," sebut Hendrik Wiradjaja, Deputy Director Marketing HMI kepada Cintamobil.com.

foto hyundai i10 2019

Hyundai i10 2019

Belum jelas strategi apa akan dipakai PT Hyundai Mobil Indonesia di segmen city car Tanah Air. “Hingga saat ini kami masih berdiskusi dengan prinsipal,” tambah Hendrik . Apakah ingin menurunkan Santro bertempur melawan LCGC, atau bermain upmarket dengan Grand i10 seperti saat ini.

>>> Informasi otomotif paling aktual hanya ada di Cintamobil.com

Aditya Siregar

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
4

berita lain