Mobil Suzuki Buatan Indonesia Kian Diminati Luar Negeri, Kini Tembus Irak

18/11/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Mobil Suzuki buatan Indonesia makin diminati di Luar Negeri. Terbaru, PT Suzuki Indomobil Motor mengekspor puluhan unit mobil buatan Indonesia ke Irak.

Kalau bicara Irak, mungkin satu hal yang terlintas di pikiran Anda adalah perang. Tapi Irak tak melulu perang. Rupanya ada satu hal menarik dari Irak yang berhubungan dengan pasar otomotif Indonesia. Ya, mobil buatan Indonesia mulai dilirik di Irak. 

Foto produk ekspor Suzuki

Produk andalan Suzuki di pasar ekspor

Hal itu terbukti saat PT Suzuki Indomobil Motor sukses menembus pasar Irak dengan mengekspor mobil yang diproduksi di Tanah Air per November 2021. Sebagai awalan, Suzuki mengekspor 20 unit mobil buatan Indonesia ke Irak. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa produk lokal Suzuki di Indonesia juga bisa diterima di mancanegara. 

>>> Ternyata Banyak Perbedaan Suzuki Carry Pickup Export vs Lokal

Mobil Suzuki Buatan Indonesia Tembus Irak

"Diharapkan mungkin forecast kita udah terima untuk beberapa bulan ke depan satu tahun ini kita harapkan kontinyu untuk menambah jumlah destinasi di Middle East," kata Head of 4W Export PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) Domu Arisanto dalam sesi konferensi pers Ekspor Suzuki, di ICE BSD Rabu (17/11/2021). 

Negara-negara di kawasan Timur Tengah memang menjadi bagian dari strategi 'Blue Ocean' dari Suzuki. Strategi 'Blue Ocean' yang dimaksud di sini adalah menyasar negara-negara yang belum banyak terjamah mobil buatan Indonesia

Suzuki Carry

Wujud Carry di luar negeri

Sebelum Irak, sudah ada Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar yang lebih dulu mencicipi produk lokal Suzuki di Indonesia. Adapun model yang paling banyak diminati di Timur Tengah adalah New Carry. Di Indonesia, Carry juga kerap mengisi daftar mobil terlaris setiap bulannya.

"Sudah kita buktikan dengan Irak kita sudah diaudit mereka produk kita pun suka, kabin oke performance juga dan mereka mau menerima barang kita ya kita percaya barang kita bisa dijual ke sana dan sudah pasti di sana demografinya sama juga serumpunnya di Irak dengan indonesia makanya kita coba juga di sana," beber Production Planning Control Assistant Dept.Head PT SIM Apriyanto di kesempatan yang sama. 

Timur Tengah bukan satu-satunya wilayah yang dibidik Suzuki untuk mengekspor mobil buatan Indonesia. Adapula beberapa negara di Amerika Latin dan Karibia seperti Sudah dan Paraguay yang tengah disasar.

Ekspor Suzuki

Ertiga juga laris manis di mancanegara

Dijelaskan Domu, di kawasan Amerika Latin dan Karibia mobil Suzuki buatan Indonesia cukup dilirik. Dari Ertiga, XL7, APV, hingga New Carry laris manis di sana dan sanggup memenuhi ekspektasi dari masyarakat setempat. 

"Suzuki begitu semangat sekali utk ekspor ke Amerika tengah khususnya Meksiko, kita paling tinggi nomer 4 dari total ekspor Suzuki ke luar negeri, kemudian Amerika Latin dan Karibia," ungkap Domu. 

>>> Suzuki Karimun Wagon R Buatan Indonesia Laris Manis di Pakistan

Optimis Target Ekspor Terpenuhi

Sekadar informasi, ekspor Suzuki sepanjang tahun 2021 mencatat peningkatan yang cukup signifikan bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk kategori CBU (Completely Built Up), XL7 berkontribusi 39%.

Sedangkan untuk kategori CKD (Completely Knock Down), Karimun Wagon R menjadi pendorong peningkatan ekspor tertinggi dengan kontribusi 95%. Sepanjang Januari – Oktober 2021, Suzuki mengekspor ke 49 negara yang tersebar di Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, Oseania, hingga Afrika.

Tahun ini, Suzuki menargetkan bisa mengekspor 65.000 unit mobil ke mancanegara atau menyamai pencapaian tahun 2019. Sejauh ini realisasi ekspor Suzuki telah mencapai 80% baik itu CKD maupun CBU. 

"Sampai dengan Oktober ini kita sudah mengekspor totalnya 50.798 uni. Jadi kita optimis kita bisa penuhi target kita tahun ini," pungkas Domu. 

>>> Review Suzuki Carry Pick Up Facelift 2021: Raja Pick Up Makin Berwibawa

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top