Langgar Aturan Lockdown di India, Pemotor Ini Dipaksa Masuk ke Ambulans

10/05/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Polisi memaksa pengendara motor masuk ke ambulan dan melakukan karantina institusional karena melanggar aturan lockdown di India.

Gelombang kedua pandemi Covid-19 di India kembali ciptakan kekacauan. Meskipun tidak ada aturan lockdown nasional, pemerintah India telah mengambil tindakan tegas untuk mengurangi penyebaran virus tersebut dengan memberlakukan jam malam dan lockdown untuk cegah masyarakat keluar rumah.

>>> Waspada, Penipuan Jual Beli Mobil Bekas Meningkat Selama Pandemi

Pelanggar Akan Dipaksa Masuk Ambulans

Untuk memberikan pelajaran bagi warga yang masih 'bandel' pihak kepolisian di Jodhpur, Rajasthan India mengambil langkah unik. Bagi warga yang keluar rumah dengan alasan yang tidak jelas akan dipaksa untuk masuk ke ambulans.

Melalui video yang diunggah di Youtube News18 Virals memperlihatkan tim polisi di jalan umum menunggu pelanggar lewat. Begitu mereka melihat seorang pengendara sepeda motor petugas langsung membawanya paksa masuk ke ambulans. Uniknya lagi pelanggar mencoba keluar dari ambulans dari jendela tetapi gagal karena banyaknya petugas yang berjaga untuk pastikan melanggar menjadi jera.

Di bawah seperangkat aturan baru yang dibuat oleh pemerintah setempat, siapa pun yang ditangkap selama aturan lockdown harus melakukan karantina institusional yang telah dibuat oleh pihak berwenang. Selain itu tes PCR juga akan dilakukan untuk para pelanggar dan mereka akan diizinkan pulang jika hasil tesnya negatif.

Situasi di India saat ini benar-benar terlihat  menakutkan di mana tim polisi menjebak Anda dan dengan paksa membawa Anda ke dalam ambulans. Namun, ini mungkin satu-satunya cara untuk membuat beberapa orang memahami beratnya situasi yang tengah dihadapi dan mengapa keluar rumah tanpa alasan bisa berbahaya. Cara menakut-nakuti orang ini mungkin berhasil, tetapi juga bisa berbahaya karena Covid-19 yang sangat menular di India.

>>> Mampu Selamatkan Nyawa, Kenali Bagian-Bagian Sistem Rem ABS

Polisi telah Menyita Ribuan Kendaraan Pelanggar

Polisi Kota Bengaluru di India dengan tegas memberlakukan aturan lockdown secara ketat. Hasilnya pihak kepolisian setempat telah menyita lebih dari 2.277 kendaraan.

Melalui video Youtube yang diunggah Tv9 Kannada polisi menangkap siapa saja yang melanggar aturan lockdown dan membuat pelanggar duduk di tengah jalan mengikuti norma jarak sosial. Polisi menggunakan pengeras suara untuk mengarahkan semua orang agar mengambil sumpah untuk tidak keluar rumah dengan alasan yang jelas. 

Semua kendaraan yang disita kemungkinan besar akan dikembalikan setelah gelombang kedua Covid-19 di India mereda dalam beberapa minggu mendatang. Tahun lalu, dalam situasi serupa, polisi menyita ribuan kendaraan dan mengembalikannya setelah memverifikasi dokumen kendaraan.

>>> Anies Tegaskan Tak Ada Lockdown Jakarta, PSBB Bakal Berlanjut

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top