40 Mobil Listrik Hyundai Jadi Kendaraan Delegasi G20 di Indonesia

25/11/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
40 mobil listrik Hyundai yang terdiri dari Kona Electric dan Ioniq Electric bakal digunakan sebagai kendaraan delegasi G20 di pada awal Desember mendatang.

Pamor mobil listrik Hyundai di Indonesia belakangan memang tengah naik daun. Setelah sebelumnya digunakan sebagai kendaraan dinas sejumlah pejabat negara, kali ini mobil bertenaga listrik dari Hyundai bakal menjadi kendaraan delegasi G20 di Indonesia. 

>>> Adu Spesifikasi Nissan Leaf vs Hyundai Ioniq, Siapa Lebih Unggul?

Mobil Listrik Hyundai Jadi Kendaraan Delegasi G20

mobil listrik Hyundai

Ada 40 mobil listrik yang diserahkan untuk nantinya digunakan sebagai kendaraan Delegasi G20

Ya, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) secara resmi melakukan serah terima 40 unit mobil listrik Hyundai, terdiri dari 20 unit IONIQ Electric dan 20 unit KONA Electric untuk digunakan sebagai kendaraan resmi delegasi G20 pada Pertemuan Sherpa Pertama Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 yang akan terselenggara di awal Desember 2021 mendatang.

Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen jangka panjang pemerintah Indonesia berdasarkan Net Zero Emission Roadmap 2021-2060, di mana pemerintah menargetkan untuk terus mendorong perkembangan kendaraan listrik dengan target penghentian penjualan sepeda motor konvensional pada tahun 2040 dan mobil konvensional pada tahun 2050.

“Kami mengapresiasi Hyundai Motor atas partisipasinya untuk mendukung G20, terutama dalam pertemuan Sherpa di bulan Desember mendatang. Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap ekosistem EV yang mana di saat bersamaan juga membantu kesuksesan target pengurangan emisi Indonesia di tahun 2030 mendatang. Kami juga mengapresiasi investasi yang dilakukan oleh Hyundai, yaitu untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur pertamanya di ASEAN. Indonesia mengharapkan bahwa kita bersama-sama, termasuk Indonesia dan Korea, bisa membuat perekonomian yang kuat dan berketahanan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran pers yang diterima Cintamobil. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga telah mengumumkan bahwa mobil listrik Genesis Electrified G80 yang masih menjadi bagian dari Hyundai akan digunakan sebagai kendaraan resmi KTT G20. 

Gambar Genesis G80 KTT G20

Genesis Electrified G80 ini akan menjadi kendaraan VIP saat KTT G20

>>> Mobil Korea-China Tampak Lebih Siap Soal Mobil Listrik, Toyota Gimana?

Tak Berhenti di Sini

Bicara mobil listrik, Hyundai memang terlihat cukup gencar membangun ekosistemnya di Indonesia. Selain membangun pabrik yang siap memproduksi mobil listrik, Hyundai juga telah menggaet LG untuk bersama-sama melahirkan sel baterai kendaraan tanpa asap itu. Nantinya sel baterai itu akan disuplai untuk mobil-mobil Hyundai pada platform khusus E-GMP. 

Gencarnya Hyundai membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia pun mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat. Mobil listrik Hyundai pun kini menjadi yang terlaris pada segmen kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia.

Hyundai Ioniq 5 yang dipamerkan Hyundai Motors Indonesia

Hyundai bakal produksi mobil listrik di Indonesia mulai Maret 2022

Belum genap setahun, penjualannya mencapai 600 unit. Jumlah ini tentu bukan angka yang sedikit apalagi mobil listrik yang pasarnya masih sangat terbatas. 

"Hyundai Motor memimpin Ekosistem EV di Indonesia untuk membantu negara mewujudkan mobilitas masa depan yang lebih baik, untuk itu, kami akan terus bekerja sama secara aktif dengan pemerintah Indonesia. Kami berharap dengan serah terima IONIQ Electric dan KONA Electric sebagai kendaraan resmi Delegasi G20 dapat memperkuat posisi industri otomotif Indonesia di dunia,” pungkas President of Hyundai Motor Asia-Pacific Headquarters YoungTack Lee.

>>> Review Hyundai KONA Electric Facelift 2021: Tambah Fitur Agar Makin Sempurna

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top