Mobil Korea-China Tampak Lebih Siap Soal Mobil Listrik, Toyota Gimana?

03/11/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Sejumlah pabrikan seperti Hyundai, DFSK, Lexus, dan Nissan mulai menawarkan mobil listrik di Indonesia. Tapi tampaknya langkah itu belum akan diikuti Toyota.

Seiring dengan gencarnya keinginan pemerintah untuk menuju era elektrifikasi, sejumlah pabrikan di industri otomotif terlihat berlomba-lomba untuk menghadirkan mobil listrik andalannya. 

Di Indonesia, kehadiran mobil listrik murni bertenaga baterai dimulai saat Hyundai meluncurkan Ioniq Electric dan Kona Electric. Ya, Hyundai yan diketahui tengah membangun pabrik di Indonesia itu memang langsung merilis dua mobil bertenaga listrik secara bersamaan pada tahun 2020.

>>> Mobil Bertenaga Listrik Hyundai Genesis G80 Jadi Mobil Resmi KTT G20

Mobil Listrik Hyundai Jadi Awal yang Baik

Nyatanya meski banyak yang menyangsikan lantaran jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) masih terbatas, mobil bertenaga listrik lansiran Hyundai terbilang sukses merebut hati masyarakat Indonesia. 

mobil bertenaga listrik

Kendaraan listrik mulai ramaikan jalanan Indonesia

Tak cuma itu, mobil bertenaga listrik garapan Hyundai juga digunakan oleh kalangan pemerintahan untuk dijadikan kendaraan dinas. Produsen asal Negeri Ginseng itu pun mengaku penjualan mobil listriknya terbilang fantastis setahun belakangan. 

Atau kalau hitungan kasar, mobil tanpa asap garapan Hyundai ini mampu menguasai 90% dari total kendaraan listrik di Tanah Air. Langkah Hyundai di industri kendaraan elektrifikasi Indonesia tentu tak berhenti dari situ. Hyundai disebut bakal menjadi produsen mobil listrik pertama di Indonesia. Rencananya, mobil bertenaga listrik Hyundai 'Made in Indonesia' itu bakal lahir Maret 2022 dengan model yang dipilih adalah SUV Ioniq 5.

Hyundai Ioniq 5 yang dipamerkan Hyundai Motors Indonesia

Ini Hyundai Ioniq 5 yang kabarnya menjadi kendaraan listrik pertama 'Made ini Indonesia'

Hyundai tak sendirian menjual mobil bertenaga baterai di Indonesia. Menyusul setelahnya, pabrikan asal China DFSK juga merilis mobil bertenaga listrik di segmen komersial lewat Gelora E. DFSK Gelora E mengincar para pengusaha di Tanah Air yang ingin memangkas biaya konsumsi BBM sekaligus menghemat biaya perawatan. Tak ketinggalan ada Lexus UX300e meluncur diperuntukan bagi kaum berkantong tebal yang mulai konsen untuk berpartisipasi mengurangi emisi gas buang.

Lini produk kendaraan listrik di Indonesia bertambah usai Nissan Leaf meluncur Agustus 2021. Belakangan Wuling juga sudah mulai berani memajang mobil listrik berukuran mungil yakni Hongguang Mini EV di salah satu dealernya kawasan Pondok Indah. Tidak sedikit yang menduga mobil ini bakal menyusul Hyundai Kona Electric, Ioniq Electric, dan juga DFSK Gelora E. 

mobil listrik Wuling

Wuling Hongguang Mini EV mulai mejeng di dealer

>>> Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di ASEAN Ada di Indonesia!

Toyota Masih Mengandalkan Mobil Hybrid

Bila diperhatikan, pabrikan Korea dan China terlihat lebih siap menghadirkan mobil bertenaga listrik murni ketimbang produsen Jepang yang sudah lebih dulu eksis dan membangun pabrik di Indonesia. Honda misalnya yang masih mempelajari lebih dalam soal kendaraan elektrifikasinya untuk diboyong ke sini. Lain Honda, lain pula dengan Toyota. 

Kalau bicara elektrifikasi, Toyota memang sudah terjun lebih dulu. Tapi bukan mobil listrik murni yang dihadirkan, melainkan jenis hybrid dan plug-in hybrid. Sekadar informasi, mobil bertenaga listrik di sini tak hanya sebatas yang mengusung tenaga baterai. Mobil berteknologi hybrid dan plug-in hybrid pun termasuk di dalamnya. 

Camry hybrid

Toyota baru saja memperbarui Camry Hybrid

Di masa depan pun mobil hybrid masih menjadi andalan Toyota di segmen elektrifikasi. Toyota rencananya akan memproduksi mobil hybrid dalam negeri agar bisa dijual dengan harga lebih terjangkau. Toyota pun tak menganggap bahwa kehadiran mobil listrik murni dari pabrikan Korea Selatan dan China menjadi ancaman tersendiri. 

"Merek-merek lain nggak cuma China atau Korea, merek Jepang juga ada ya. Bagi kami ini posisitf ya karena untuk kepentingan Indonesia. Bagi kami tidak ada masalah, masing-masing produk punya strateginya. Tapi strategi kami melihat keinginan dan kebutuhan masyarakat yang berbeda semaksimal mungkin kita memenuhi keinginan stake holder," tutur Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy belum lama ini. 

>>> Mitsubishi Siapkan Mobil Listrik Murah Seharga Mitsubishi Xpander

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top