32 Outlet Pertashop Sudah Beroperasi di Sulawesi

20/10/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
32 Outlet Pertashop Sudah Beroperasi di Sulawesi
PT Pertamina (Persero) MOR VII Makassar merilis sebanyak 32 outlet Pertashop sudah beroperasi di seluruh Sulawesi, dari 44 outlet yang ditargetkan di 2020.

Pemerataan energi terus dilakukan Pertamina. Melalui program One Village One Outlet (OVOO) Pertamina menargetkan seluruh desa di Indonesia berdiri Pertashop agar masyarakat semakin mudah mendapatkan bahan bakar (BBM) untuk kendaraan bermotor dengan harga sama seperti di SPBU.

Hadir di Sulawesi

Tidak hanya di Jawa, pendirian Pertashop juga digencarkan di Sulawesi. Di tahun 2020 PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII wilayah Sulawesi ditargetkan memiliki 44 outlet Pertashop di 44 Desa yang termasuk dalam kategori Desa 3T (Terpencil, Terluar, Tertinggal) dan Desa berprestasi se-Sulawesi. Dan hingga saat ini, seperti dirilis laman Pertamina, sebanyak 32 outlet sudah resmi berdiri dan beroperasi alias 72.7 persen dari target yang ditetapkan.

>>> Tambah 3 di Poso, Sulawesi Tengah Kini Punya 7 Outlet Pertashop

Foto menunjukkan saat Peresmian Pertashop di Desa Poleganyara Sulteng

Operasikan Pertashop, Pertamina mudahkan warga mendapatkan BBM berkualitas dengan harga sama di SPBU

Buka kesempatan usaha

Jika dihitung dari keseluruhan wilayah Sulawesi, jumlah di atas masih sangat kurang. Bahkan sangat jauh dari jangkauan pemerataan energi. Karenanya, Pertamina membuka lebar peluang bisnis ini buat seluruh WNI dari berbagai kalangan.

Bisnis Pertashop ini dinilai sangat menjanjikan dengan beragam kelebihan yang dimiliki. Diantaranya jaminan aspek safety, bahan bakar berkualitas, harga jual yang terjangkau ditambah jaminan kehandalan pasokan karna di-supply dengan menggunakan mobil tangki dari supply point terdekat.

Berkaca dari outlet Pertashop yang sudah beroperasi, dalam satu hari per outlet rata-rata menjual minimal 300 liter Pertamax. Itu artinya ada pendapatan sekitar Rp 12 juta per bulan jika dihitung per liternya mendapat Rp 400. Belum lagi dari hasil penjualan bright gas, oli pelumas serta produk retail yang lain.

Konsep kerjasama

"Terdapat 3 kategori Pertashop yang disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang dimiliki. Pertashop Gold untuk luas lahan minimum 210 m2, Pertashop Platinum untuk luas lahan minimum 300 m2, dan terakhir Pertashop Diamond untuk luas lahan minimum 500m2. Luasan tangki penyimpanan dan varian produknya tentunya menyesuaikan," tutur Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR VII Laode Syarifuddin Mursali, dikutip dari laman Pertamina.

Persyaratan lain bagi warga yang tertarik dengan bisnis ini, lokasi berdirinya outlet Pertashop yaitu desa/kecamatan yang belum ada SPBU/Lembaga Penyalur Pertamina dalam radius 10 km. sedangkan besaran investasi tergantung kategori yang dipilih. Setelah registrasi dilakukan dan syarat dipenuhi Pertamina juga akan menganalisa dan mengevaluasi secara transparan calon lokasi Pertashop yang diajukan.

"Jika tidak ditemukan kesesuaian kita tidak akan proses lebih lanjut. Di Pertamina sudah lama menerapkan Good Corporate Governance (GCG)," kata Laode.

>>> Mengenal Perbedaan Bahan Bakar Pertamax dan Pertalite

Foto Bupati Poso melakukan uji coba Mengisi BBM di Pertashop yang baru diresmikan

Outlet Pertashop, program pemerataan energi hingga pelosok negeri

>>> Berita otomotif terbaru dan terlengkap ada di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top