Demi kenyamanan para pengendara atau penumpang di dalam mobil, AC (Air Conditioner) merupakan sebuah komponen wajib yang harus ada di dalam mobil. Sayangnya meski jadi bagian penting di dalam mobil, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara kerja sistem AC mobil.
Bagi kebanyakan orang, asalkan AC bisa nyala dan mendinginkan seluruh bagian mobil, semua dianggap baik-baik saja. Kalau ada yang kurang beres, cukup servis atau panggil mekanik. Apakah Anda yang termasuk dalam golongan ini?
Pemilik kendaraan wajib mengetahui sistem AC mobil
Jika iya, ada baiknya mulai belajar untuk mengubah mindset, karena tidak semua bengkel atau tempat servis bisa reparasi AC mobil yang sudah rusak. Selain itu, AC yang rusak tidak selalu disebabkan oleh komponen AC yang ada di dalamnya. Simak penjelasan lebih lanjutnya.
Cara kerja sistem AC pada mobil
Secara prinsipil, cara kerja sistem AC pada mobil adalah dengan memindahkan panas. Lebih jelasnya berikut cara kerja sistem AC mobil.
- Saat menyalakan AC mobil, maka kompresor akan mulai memompa freon. Kekuatan pompa ini akan menentukan kecepatan AC untuk mendinginkan kabin. Freon dipompa tekanan tinggi hingga suhu mencapai 100 derajat celcius.
- Freon berubah menjadi cair diarahkan ke kondensor, freon akan didinginkan hingga suhu 60 derajat celcius menggunakan cooling fan.
- Freon cair disaring melalui filter dryer saat suhunya cukup hangat supaya udara di dalam mobil bersih dan segar.
- Freon melalui proses penyaringan dalam expansion valve. Komponen ini mengubah freon cair jadi gas kemudian disemprotkan dalam bentuk uap dingin.
- Freon masuk ke evaporator, dan disebarkan dalam kabin dengan bantuan blower. Proses ini akan terus diulang.
>>> 4 Cara Aman Isi Freon AC Mobil di Rumah
Rangkaian sistem AC mobil
Ketahui rangkaian sistem AC pada mobil
Tahukah Anda jika AC mobil bukan hanya soal freon dan sirkulasi melainkan sistem wiring serta rangkaian elektrik dengan peranan penting.
1. Sensor Tekanan Freon
Ini termasuk komponen input device yang berfungsi mendeteksi tekanan freon pada selang bertekanan tinggi. Selang AC memiliki batas tekanan sehingga saat tekanan tinggi melampaui batas wajar bisa ditahan sehingga selang tidak akan rusak. Sensor tekanan freon ini membuat magnetic clutch bisa putus saat tekanan freon mencapai titik maksimal.
2. Sensor Temperature Blower
Blower temperature sensor berperan untuk mendeteksi suhu udara yang dipompa blower ke dalam kabin. Dengan sensor ini, module AC bisa tahu bahwa siklus AC dalam kondisi normal.
3. Magnetic Clutch Compressor
Magnetic Clutch pada AC mobil
Ini adalah komponen berupa kopling yang berfungsi untuk menyambungkan atau memutus putaran dari pulley ke poros kompresor. Komponen ini bekerja secara elektrik dengan bantuan gaya tarik magnet.
4. Ambient Air Temperature Sensor
Fungsinya untuk mendeteksi suhu udara di luar mobil sehingga module bisa lebih akurat saat harus mengontrol kipas dan performa magnetic clutch supaya suhu dalam mobil sesuai dengan pengaturan pengendara.
5. Extra Fan
Extra fan berfungsi untuk menghembuskan udara dari depan mobil ke dalam grill dan melewati kondensor tujuannya supaya temperature freon dalam kondensor jadi lebih dingin. Extra fan tergabung dengan cooling fan, saat AC dinyalakan maka radiator akan didinginkan meskipun suhu mesin masih dingin.
6. Blower

Blower berfungsi sebagai extra fan
Blower memiliki fungsi yang serupa dengan extra fan, yaitu menghembuskan udara. Bedanya udara blower akan dihembuskan dalam kabin. Singkatnya blower di sini berfungsi sebagai ventilator. Saat blower dihidupkan, maka akan terjadi sirkulasi udara melalui evaporator. Dalam evaporator, freon gas bersuhu cukup dingin sehingga udara yang melalui evaporator, suhu udara bisa lebih dingin.
7. Amplifier
Ini adalah komponen AC yang berfungsi untuk mengatur kerja kopling kompresor dan ekstra fan berdasarkan kisaran suhu yang sudah diatur oleh pengguna mobil. Untuk beberapa mobil khusus keluaran Eropa, komponen amplifier ini digantikan oleh HVAC control module.
8. AC Switch & Blower Control
AC Switch & Blower Control salah satu komponen AC
Ada 3 bagian yang bisa di-setting oleh pemakai mobil pada elemen ini yaitu blower speed, AC switch, dan temperature control. Saat Anda menekan AC switch, maka kopling kompresor akan bekerja dan Ac mengalami proses sirkulasi. Sementara temperature control bekerja untuk menentukan berapa suhu AC di dalam kabin sesuai dengan keinginan.
9. Power Supply
Prinsip kerja sistem AC pada mobil tidak akan berjalan tanpa adanya power supply. Dalam rangkaian kelistrikan AC dibutuhkan aki 12 volt dalam ruang mesin sebagai sumber tenaga. Selain itu power supply juga digunakan untuk extra fan, magnetic clutch, dan blower motor.
10. Fuse & Relay
Dalam skema kelistrikan AC, perlu adanya pengaman rangkaian atau fuse & relay. Tanpa fuse & relay, resiko kerusakan pada salah satu komponen AC semakin besar. Fuse & relay digunakan untuk mencegah overcurrent yang mengalir ke beban dan berperan sebagai jembatan arus baterai pada ban.
>>> Rekomendasi Service AC Mobil Jakarta, Ada yang 24 Jam!
Komponen sistem AC pada mobil
Kompresor AC mobil menjadi salah satu komponen AC
Setidaknya ada 5 komponen penting pada sistem AC kendaraan, yaitu:
- Kompresor, ini adalah salah satu komponen dalam sistem AC yang paling sering Anda dengar. Fungsinya untuk mengalirkan freon dalam sistem AC. Kompresor digerakkan mesin dengan kopling magnet yang menghubungkan putaran mesin supaya bisa on and off.
- Kondensor, berfungsi untuk memindahkan panas dari freon ke udara. Cara kerja komponen ini tidak jauh berbeda dari radiator, untuk memindahkan panas secara maksimal freon harus lebih dulu dilewatkan dalam beberapa core. Dalam core ini terdapat sirip yang memiliki sifat konduktor sehingga saat ada aliran udara yang dihasilkan oleh ekstra fan melalui sirip ini maka secara otomatis suhu tinggi freon berpindah ke sirip dan dilepaskan ke udara.
- Filter dryer, sesuai namanya filter dryer memiliki fungsi untuk menampung dan menyaring freon yang sudah berbentuk cair selain itu mengeringkan uap air yang ada dalam sistem AC pada mobil.
- Expansion valve, fungsinya untuk menurunkan tekanan freon yang tinggi ke tekanan rendah dalam bentuk kabut untuk disemprotkan ke evaporator.
- Evaporator, menampung sementara freon yang sudah berubah jadi dingin menjadi uap sebelum melalui komponen expansion valve.
Itu dia komponen sistem mobil yang tadi Cintamobil.com telah membahas. Dengan memahami ulasan ini, bila kedepannya ada masalah dengan sistem AC mobil semoga Anda bisa tahu komponen mana yang bermasalah. Semoga bermanfaat.
>>> Baca artikel tips & trik seputar otomotif hanya di Cintamobil.com




