Mengapa Merawat Kelistrikan Mobil Itu Penting?

25/01/2021

Perawatan dan service

5 menit

Kami akan beberkan beberapa fitur dan fakta mengenai kelistrikan mobil, mengapa sistem listrik pada mobil modern itu sangat penting dan vital keberadaannya

Pernahkah Anda terpikir, jika dua puluh tahun silam, kita mungkin tak terlalu ambil pusing soal kelistrikan mobil. Pasalnya, sebagian besar mobil saat itu masih mengandalkan sistem mekanis maupun hidolis untuk ‘menggerakkan’ fitur-fitur yang ada. Beberapa fitur yang menggunakan 'tenaga' listrik paling-paling hanya seputar panel instrumen, radio tape, power window, dan central lock.

Lain Dulu Lain Sekarang

Foto Toyota Kijang 1986

Fitur mobil zaman dulu jelas tak banyak mengandalkan kelistrikan

Namun kini, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi. Sistem kelistrikan mobil menjadi salah satu yang terpenting di mobil. Jangankan mobil mewah yang dibekali sejumlah fitur awang-awang, mobil kelas LCGC (Low Cost Green Car) dengan harga Rp 150 jutaan saja sudah memiliki komponen elektronik yang lumayan banyak. Bahkan, ada juga yang mulai menggantikan peran komponen yang sebelumnya menggunakan mekanis atau hidrolis.

Foto ban dan velg Hyundai Palisade Signature 2020

ABS, EBD dan BA butuh listrik untuk mengontrol sistemnya

Paling basic adalah sistem rem yang dilengkapi sistem ABS (Anti-Lock Braking System), EBD (Electronic Brake-forece Distribution), hingga BA (Brake Assist). Meski dalam mekanisme kerjanya masih menggunakan sistem hidrolis ataupun mekanis, tapi sudah terdapat ECU (Electronic Control Unit) dan sejumlah sensor yang menganalisa kondisi pengendaraan untuk menentukan kapan ketiga sistem itu bekerja. 

>>> Inilah mobil bertenaga listrik terlucu di pasar mobil Indonesia

Dari Keandaraan Penumpang Hingga Mobil Niaga

Foto tim Cintamobil.com sedang mengendarai All-new Honda Brio Satya

Sistem EPS punya ciri putaran setir lebih ringan dari hidrolik

Contoh paling ekstrem adalah bergantinya prinsip mekanis menjadi elektris adalah dengan kehadiran EPS (Electronic Power Steering). Dahulu, power steering yang ada menganut ‘aliran’ hidrolis untuk membuat putaran lingkar kemudi menjadi lebih ringan. Tetapi kini, peran sistem hidrolis telah digantikan sebuah motor listrik yang bertugas ‘membantu’ pergerakan kemudi.

Foto Honda Brio Satya E CVT warna kuning bernama carnaval yellow

Mobil sekelas LCGC semacam Brio menganut banyak teknologi yang butuh sistem listrik

Efek positifnya jelas terasa. Hilangnya power steering konvensional yang terhubung dengan belt ke crankshaft membuat beban mesin kian ringan. Alhasil, konsumsi BBM pun dapat dikurangi sehingga mobil menjadi lebih hemat. Dan perlu diingat, EPS bukanlah fitur khas mobil mewah. Tercatat Honda Brio, Daihatsu Ayla, Toyota Calya, Mitsubishi Xpander, hingga mobil niaga seperti Suzuki New Carry Pick Up telah mengadopsi EPS.

Foto Suzuki New Carry Pick Up 2019

Bahkan pick up ringan terlaris di Indonesia sudah pakai EPS...

Beralih ke teknologi lebih advanced yang wajib mengandalkan pasokan kelistrikan mobil yang prima. Dalam sepuluh tahun belakangan, kita mengenal adjustable suspension. Kehadiran suspensi model ini membuat ketinggian mobil dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Umumnya, suspensi ini terdapat pada SUV mewah seperti Toyota Land Cruiser, hingga BMW X7. 

Gambar tombol pengatur suspensi Toyota Land Cruiser

Suspensi juga butuh arus listrik yang prima

Suspensi ini menggunakan udara sebagai pengganti pegas konvensional, tingkat ketinggian maupun redaman suspensi dapat diubah-ubah. Sebab terdapat kompresor yang bertugas mengatur tekanan udara dalam suspensi.  Biasanya, ubahan setelan dapat dilakukan secara manual maupun otomatis jika sistem mendeteksi adanya perubahaan paramater. Ini berarti terdapat ECU, di mana baik ECU maupun kompressor tersebut membutuhkan arus listrik. 

Foto headlamp Mazda CX-3

Adaptive headlights andalan Mazda jelas butuh listrik untuk menggerakkan sorot lampunya

Belum lagi fitur pengatur ketinggian sorot lampu yang biasanya terdapat di sisi kanan kolom kemudi. Dulu, pengaturan ini dilakukan secara manual dengan cara menyetel posisi lampu dengan obeng. Dengan fitur ini, fungsi pengaturan telah diganti oleh motor listrik. Selain lebih praktis, fleksibilitas posisi lampu membuat pengendaraan Anda pun menjadi lebih nyaman dan aman. Lagi-lagi, butuh kelistrikan mobil yang baik untuk menggerakkan motor tersebut. 

Penting Untung Memperhatikan Sistem Kelistrikan Mobil Anda

Foto aki mobil Daihatsu Sigra

Untuk itu jaga selalu kelistrikan pada mobil Anda agar tetap prima

Selain beberapa fitur yang disebutkan di atas, masih banyak lagi komponen ataupun sistem yang memanfaatkan kelistrikan mobil. Mulai dari kehadiran sistem manajemen mesin elektronik, throttle by wire, electronic parking brake seperti terdapat pada Honda HR-V atau Mitsubishi Eclipse Cross, hingga pengaturan jok elektrik. Oleh sebab itu sistem kelistrikan mobil tak lagi patut dianggap enteng. Tanpa sistem kelistrikan mobil yang mumpuni, mobil Anda dijamin takkan berumur panjang…

>>> Mobil Tua Jangan Takut Uji Emisi, Begini Caranya Biar Lulus

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com

About Arfian

Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 ini sebenarnya salah jurusan saat kuliah. Karena ia mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi mengikuti kemauan ayahnya dibanding mengambil kuliah teknik maupun komunikasi yang menjadi minatnya. Namun, passion menulis dan ketertarikannya akan mobil membawanya melamar menjadi jurnalis otomotif.

Gayung pun bersambut, pada tahun 2014 di mana sebelum Arfian wisuda, ia sudah diterima bekerja di Motorplus Weekly. Motorplus Weekly adalah sebuah tabloid dwi mingguan yang mengulas tentang sepeda motor. Lho kok sepeda motor? Yes, karena saat Arfian melamar pekerjaan di anak grup Kompas Gramedia tersebut, hanya posisi itu yang tersedia.

Setelah lulus kuliah Arfian bekerja di sana selama tiga tahun sebagai reporter. Bekerja menjadi jurnalis khusus sepeda motor Arfian jalani dengan semangat dan senang hati. Tak terhitung berapa kali ia menemui narasumber, berkunjung ke bengkel maupun sekadar mencoba sepeda motor baru dari jenis scooter hingga motor besar.

Di tengah perjalanan karirnya, Motorplus Weekly memiliki satu anak usaha lagi yakni Otoplus weekly yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Melihat potensi dan passion yang dimiliki Arfian, Editor in Chief Motorplus saat itu, Alm Achmad ‘Feol’ Riswan menugaskan secara khusus Arfian untuk mengisi kolom otomotif roda empat.

Arfian ditugaskan untuk test drive mobil di tabloid Otoplus tersebut mulai tahun 2016. Sampai saat ini sudah ratusan kendaraan baik berjenis truk, bus, hingga mobil sport yang Arfian coba. Kegemarannya menulis dengan detail, terstruktur dan teknis membuat ia memiliki pembaca setia dan dipercaya untuk menjadi test driver di tabloid tersebut. 

Sejak tahun 2018 Arfian bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer dan menjadi Senior Content Writer setahun kemudian. Di tahun 2021 ia dipromosikan menjadi Editor, dan dengan kinerja yang baik di tahun 2021 ini pula ia dipromosikan kembali menjadi Managing Editor untuk website ini.

Roles

Managing Editor, Cintamobil.com

Workplace

Jakarta, Indonesia

Education

2009 - 2014 Trisakti University, Bachelor Degree, Accounting

2006 - 2009 54 Senior High School

2003 - 2006 109 Junior High School

Experience

2014 - 2016 Motorplus & Otoplus, Kompas Gramedia

2018 Content Writer Cintamobil.com

2019 Senior Content Writer Cintamobil.com

2021 Managing Editor Cintamobil.com

Awards

2020 - 3rd Winner, Best Online Write Up Activity & Industry News, Warta Citra Adiwahana

2020 - 2nd Winner, Mitsubishi Journalist Writing Competition - Artikel Online Terbaik

2021 - 1st Winner, Best Online Product Review, Warta Citra Adiwahana

 
back to top