Inilah 5 Komponen Utama Sistem Kelistrikan Mobil

16/03/2021

Perawatan dan service

4 menit

Share this post:
Inilah 5 Komponen Utama Sistem Kelistrikan Mobil
Ada banyak part pada sistem kelistrikan kendaraan bermotor seperti mobil. Namun, secara garis besar komponen utama sistem kelistrikan mobil dikelompokkan menjadi 5.

Sistem kelistrikan mobil menjadi bagian tak terpisah. Sistem itu membuat banyak bagian mobil berfungsi dengan baik, seperti mesin, lampu-lampu, hingga beragam fitur penting yang lain. Nah, selama ini mayoritas pemilik hanya tahu keberadaan listrik pada mobil dengan cara sederhana, yaitu lampu yang menyala atau starter yang berfungsi normal. Padahal tidak sesederhana itu, sistem kelistrikan mobil sangat rumit, terdiri dari banyak komponen dan rangkaian.

Sistem Kelistrikan Mobil

Dikutip dari Auto Expose, definisi sistem kelistrikan mobil adalah rangkaian energi listrik yang disusun untuk menjalankan sebuah fungsi tertentu pada sebuah mobil. Sistem ini terbagi menjadi beberapa macam, diantaranya sistem starter, sistem pengapian, sistem pengisian, dan sistem peringatan (indikator).

  • Sistem starter, yaitu rangkaian listrik untuk menghidupkan mesin. Di dalamnya terdiri dari banyak komponen seperti kunci kontak, baterai, sirkuit, dan relay.
  • Sistem pengapian, yaitu rangkaian listrik untuk menghasilkan percikan api kecil. Seperti pada busi, transistor dan kondensator (kapasitor).
  • Sistem pengisian, yaitu rangkaian listrik  yang mengubah energi kinetik (gerakan rotasi) kendaraan menjadi tenaga listrik.
  • Sistem peringatan (Indikator), yaitu rangkaian listrik yang menjadi peringatan adanya kesalahan. Indikator ini biasanya berupa lampu-lampu yang ada pada speedometer atau layar MiD (Multi Information Display). Contoh; indikator ABS untuk memastikan sistem pengereman ini aktif, indikator seatbelt warning menandakan sabuk keselamatan tidak dipakai, indikator check engine menandakan ada masalah pada elektrikal, indikator oli memberitahu pengendara bahwa oli telah turun drastis dan minta segera diisi, indikator SRS airbag karena ada sesuatu yang menghalangi atau mengganggu tombol seatbelt, indikator suhu menyala menunjukkan terjadi panas berlebih pada ruang mesin, dan yang lain.

>>> Cek di sini, harga mobil Tesla di Indonesia!

Gambaran Sistem kelistrikan mobil

Gambaran sistem kelistrikan pada mobil

Komponen Utama Sistem Kelistrikan Mobil

Semua sistem di atas membutuhkan komponen-komponen yang saling terkoneksi satu sama lain. Setidaknya terdapat 5 komponen utama, yaitu komponen supply arus, komponen input, komponen sistem kontrol, komponen output, dan komponen wiring harness. Berikut penjelasan singkatnya!

  • Komponen Supply Arus

Komponen supply arus pada sistem kelistrikan mobil menempati urutan nomor satu. Bisa dikatakan komponen ini adalah sumber arus listrik bagi semua komponen yang membutuhkan aliran listrik, seperti AC, lampu, dan audio. Ada 2 part yang masuk dalam kategori komponen penyuplai arus, yaitu baterai dan alternator (dinamo ampere). Baterai menyuplai arus hingga 12 volt. Sedangkan alternator menyuplai hingga 14 volt.

Jumlah baterai sendiri disesuaikan dengan kebutuhan listrik dalam mobil. Jika butuh lebih banyak seperti bus, truk, dan mobil besar lain jumlah baterai ditambah untuk menghasilkan listrik lebih banyak.

Foto Baterai pada mobil

Kelistrikan pada mobil membutuhkan sumber listrik

  • Komponen Input

Kapan kelistrikan mobil akan bekerja secara aktif, itu ditentukan oleh komponen input, baik yang diaktifkan secara manual oleh pengendara maupun secara otomatis oleh sistem. Yang diaktifkan secara manual seperti saklar, tombol, kenop, dan switch. Sedangkan yang aktif secara otomatis dilakukan oleh sistem komputerisasi kendaraan, seperti sensor.

Saat komponen input diatas aktif, maka sistem listrik juga akan aktif dan menyala. Jika dalam kondisi off, listrik juga akan terhenti.  Gampangnya komponen input berfungsi menyambung dan memutus arus listrik ke perangkat.

  • Komponen Sistem Kontrol

Sistem kontrol menjadi komponen wajib pada mobil-mobil dengan sistem computerized analytic. Sistem ini mengandalkan rangkaian processor komputer untuk menghidupkan atau mematikan kelistrikan mobil sehingga tidak membutuhkan komponen input. Secara teknologi sistem kontrol bekerja lebih canggih karena bekerja secara otomatis tanpa campur tangan pengendara.

Contoh kelistrikan yang menggunakan sistem kontrol otomatis adalah sistem pengereman ABS, Engine Control Module, Transmission Control Module, Auto Levelling Headlamp dan yang lain.

>>> Konsep Acura Allure, Supercar Nyaman Tanpa Harus Dikemudikan

  • Komponen Output

Foto Berkendara malam hari sendirian

Untuk penerangan, salah satu output sistem kelistrikan

Berikutnya, rangkaian kelistrikan mobil harus ada komponen output yang merupakan satu kesatuan dengan komponen input. Komponen output adalah perangkat atau media hasil dari aktifnya sistem kelistrikan. Jenis perangkatnya sendiri ada banyak dan beragam, menyesuaikan dengan fungsinya masing-masing. Contoh LED, lampu bohlam, motor wiper, washer pump, motor window, audio, head unit, power steering, klakson, AC, dan yang lain.

  • Komponen Wiring Harness

Terakhir komponen utama pada sistem kelistrikan mobil yaitu wiring harness atau rangkaian kabel. Komponen ini yang mengalirkan listrik dari sumbernya (baterai / alternator) menuju perangkat atau bagian yang membutuhkan.

Sekilas, komponen ini hanyalah kabel-kabel biasa seperti umumnya sistem listrik. Namun jangan salah, rangkaian ini cukup rumit dan saling berkaitan. Bahkan tidak mustahil jika terjadi kerusakan pada salah satu kabel, maka seluruh rangkaian harus diganti. Contoh komponen wiring harness yaitu wiring mesin, wiring rangkaian ac mobil, dan wiring audio.

5 komponen utama di atas tidak bisa dipisahkan. Jika salah satunya berkurang atau mengalami masalah,  sistem kelistrikan mobil tidak akan berfungsi maksimal sebagaimana mestinya. Kondisi ini bisa diketahui dari indikasi-indikasi yang terjadi. Misalnya ac mobil tidak berfungsi, mesin tidak bisa distarter atau dihidupkan, lampu tidak menyala, klakson tidak berbunyi, dan yang lain.

Jika hal tersebut terjadi, mobil memerlukan penanganan serius. Hal ini penting untuk menghindari dampak yang lebih buruk seperti kecelakaan, korsleting dan terbakar. Segera bawa mobil ke bengkel resmi atau ke bengkel spesialis kelistrikan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Perlu diperhatikan juga bagi pengendara untuk tidak mengutak-atik sistem kelistrikan mobil jika tidak memiliki pengetahuan sama sekali. Potensi kegagalannya lebih besar dibanding kesuksesannya jika hal tersebut dilakukan. Jika suatu ketika harus melakukan penggantian komponen yang membutuhkan listrik atau melakukan modifikasi, akan lebih baik diserahkan kepada ahlinya.

>>> Pahami Sistem Kelistrikan Mobil Agar Berkendara Kian Aman

Gambaran Wiring Harness pada mobil

Wiring Harness, rangkaian rumit sistem kelistrikan mobil

>>> Baca tips jual beli mobil lebih lengkap di Cintamobil.com

Pertanyaan Sering Diajukan

Apa yang perlu diperhatikan saat membeli aki mobil?
Ada 3 hal yang harus diperhatikan saat membeli aki mobil, yaitu ketahanan, garansi, kesesuaian dengan spesifikasi mobil.
Berikan rekomendasi merek aki terbaik untuk mobil?
Yuasa, NS Cheetah, Motolite DIN, Amaron, GForce, Power Plus, dan GS Astra
Saya tak punya pengetahuan, bagaimana jika terjadi masalah pada sistem kelistrikan mobil?
Pertama; jangan pernah mencoba mengutak-atik sendiri. Kedua; serahkan kepada ahlinya seperti bengkel resmi atau bengkel spesialis kelistrikan.
Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top