Ini Dia Bahayanya Pasang Klakson Telolet dan Lampu Warna

02/07/2021

Perawatan dan service

3 menit

Klakson telolet dan lampu warna menjadi pemikat dan daya tarik tersendiri untuk bus antar kota jarak jauh namun keduanya menyimpan potensi bahaya tersembunyi

Di Indonesia, penerapan klakson telolet dan lampu  warna pada bus sudah menjadi hal yang lazim dijumpai, apalagi untuk bus AKAP yang menempuh jarak jauh. Rasanya kurang asyik kalau bus antar kota jarak jauh belum dilengkapi dengan klakson telolet dan lampu warna. Pada sisi lain, penggunaan klakson aneka nada dan lampu aneka warna ternyata memiliki potensi bahaya tersembunyi yang berakibat cukup fatal. Berikut ini ulasan tim Cintamobil.com.

>>> Masih Pakai Lampu Strobo di Mobil? Awas SIM Bisa Dicabut!

Kesalahan Instalasi

Menurut Achmad Wildan selaku Investigator Senior dari KNKT dalam sebuah seminar online beberapa waktu lalu, pemasangan klakson telolet berpotensi membahayakan. Udara bertekanan untuk klakson tersebut diambilkan dari tabung kompresor rem angin bus. Dalam beberapa kali investigasi kecelakaan bus, Achmad Wildan sering menjumpai instalasi jaringan klakson aneka bunyi yang dilakukan secara salah dan asal-asalan.

gambar klakson angin

Jangan sampai asal-asalan dalam instalasinya

Contohnya, udara bertekanan untuk membunyikan klakson telolet diambil melalui selang angin dari tabung kompresor. Kadang-kadang, muncul getas pada selang angin  atau klemnya dan dalam kasus yang lebih ekstrem selang angin terlepas dari tabung kompresor udara. Akibatnya terjadi kebocoran tekanan angin dan bus mengalami tekor angin yang menyebabkan pengemudi tidak bisa mengoperasikan pedal kopling  dan pedal rem sehingga berujung pada kecelakaan.  

Bahaya Kebakaran

Lampu warna warni pada bus malam AKAP jarak jauh sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang. Semakin ramai lampu bus tersebut, semakin memikat penampilannya dan menciptakan ciri khas yang unik dibanding bus yang lain. Namun Wildan sapaan akrab dari Achmad Wildan juga mengingatkan potensi bahaya kebakaran terkait instalasi lampu aneka warna tersebut, terutama terkait instalasi sistem kelistrikan pada bus tersebut.

gambar lampu

Instalasi yang salah berpotensi menyebabkan bahaya kebakaran

Sering terjadi kabel yang dipakai untuk lampu warna warni ternyata tidak sesuai. Maksudnya kabel untuk lampu hiasan  justru dipilihkan kabel untuk arus listrik kecil yang dipaksakan untuk arus listrik besar. “Sebagai contoh, lampu tersebut butuh kabel listrik 2 Ampere, malah dipasang kabel listrik 1 Ampere untuk menghemat biaya,” jelas alumni STTD Bekasi itu lebih lanjut. Nyatanya, kerap ditemui instalasinya  ternyata salah dan dudukannya juga salah karena dilakukan secara asal-asalan oleh bengkel yang tidak punya kompetensi.   

>>> Tak Boleh Sembarangan Modifikasi, Bunyi Klakson Ada Regulasinya

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top