Durasi Rotasi Ban Berdasarkan Saran Pabrik

20/08/2020

Perawatan dan service

3 menit

Durasi Rotasi Ban Berdasarkan Saran Pabrik
Ban mobil perlu dirotasi secara berkala untuk menjaga keseragaman keausan. Dan berikut durasi rotasi ban berdasarkan sebagaimana rekomendasi Goodyear Indonesia.

Banyak komponen memegang peranan penting untuk kenyamanan dan keselamatan berkendara, namun ban mobil tidak tergantikan. Komponen berbahan karet ini bertanggung jawab memikul beban berat kendaraan dan penumpang serta memastikan pengendara tetap nyaman.

Karena itu pula ban mobil harus dalam kondisi terbaik. Tidak boleh ada sesuatu yang berpotensi menimbulkan bahaya seperti tertancap benda lancip, sobek, benjol, aus melebihi batas toleransi hingga gundul, atau aus tidak seimbang.

Pentingnya rotasi

Perlu diketahui pemakaian kendaraan setiap hari membuat ban mengalami keausan. Namun ban depan biasanya lebih cepat aus dibanding ban belakang. Ban depan tidak sekadar berputar menggerakkan kendaraan, tapi ada aktivitas lain yaitu berbelok ke kanan dan ke kiri. Selain itu beban yang dipikul lebih berat dengan adanya komponen mesin. Melakukan rotasi secara rutin menjadi salah satu cara menjaga ban aus agar merata dan seragam. Dengan begitu usia pakai ban bisa maksimum.

>>> Hati-hati, Ini Dampak Buruk Memakai Ban Aus

Foto mobil dengan ban asimetris

Secara berkala ban perlu dirotasi agar menghasilkan performa maksimum

Durasi rotasi ban

Untuk durasi rotasi ban bisa berbeda mobil yang satu satu dengan yang lain. Goodyear dalam laman resminya menyarankan jika kendaraan dioperasikan secara standar durasi rotasi ban dilakukan tiap jarak tempuh 6000 mil atau sekitar 10000 km. Namun dalam kondisi tertentu rotasi ban sebaiknya dilakukan kurang dari jarak tersebut.

Rotasi ban bisa dilakukan di bengkel bersamaan saat servis atau dilakukan sendiri di rumah. Yang terpenting rotasi dilakukan berdasarkan pola atau kembangan telapak ban, baik itu pola simetris, direksional, atau asimetris.

>>> Agar ban Awet dan Aus Merata, Berikut Tips Rotasi Ban

Rotasi ban simetris

Ban simetris memiliki alur kembangan sama bagian tapak kiri, tengah, dan kanan, namun tidak searah. Rotasinya paling mudah, bisa dilakukan secara bebas atau zig zag. Ban depan kanan bisa dipindah ke ban depan kiri atau ban belakang kiri. Begitupun sebaliknya, ban depan kiri bisa dipindah ke posisi ban depan kanan atau ban belakang kanan. Ban cadangan biasanya berjenis ban simetris agar bisa menggantikan posisi ban manapun.

Foto menunjukkan seseorang sedang melakukan ganti ban

Rotasi ban mobil jangan sampai salah

Rotasi ban direksional

Ban direksional memiliki alur kembangan searah, biasanya menyerupai arah panah atau menyerupai huruf V jika dilihat dari arah depan. Ban jenis ini ditandai dengan tanda panah di bagian samping sebagai petunjuk putaran. Rotasi ban dilakukan hanya untuk satu sisi. Misalnya ban sebelah kiri depan pindah ke kiri belakang dan ban depan kanan dipindah ke belakang kanan. Perhatikan tanda panah agar tidak terbalik arah putarannya.

Rotasi ban asimetris

Gambar pola rotasi ban

Beragam pola rotasi ban mobil

Ban asimetris didesain dengan kembangan tapak yang berbeda kiri dan kanan. Pabrikan biasanya menandai sisi yang harus berada di bagian dalam atau di luar dengan kode yang jelas, seperti tulisan OutSide untuk sisi luar. Rotasi bisa dilakukan secara bebas; ban depan ke belakang dan sebaliknya, ban kanan ke kiri dan sebaliknya, atau secara diagonal /zig zag. Yang penting memperhatikan posisi sisi ban untuk bagian luar atau dalam. Jika ban kanan dipindah ke kiri maka harus diputar agar sisi-sisi ban berada di arah yang benar.

Khusus untuk mobil dengan ukuran ban berbeda antara ban depan dan belakang, rotasi hanya boleh dilakukan segaris yaitu kanan ke kiri dan sebaliknya. Untuk lebih detail soal pola dan durasi rotasi ban yang direkomendasikan, silahkan baca buku manual kendaraan atau kunjungi dealer resmi kendaraan atau outlet resmi ban.

>>> Baca tips & trik lain di sini!

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top