Cairan penetran, Sang Penembus Celah Mikro untuk Cegah Karat di Mobil

30/05/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Sejak awal, cairan penetran memang disiapkan sebagai bahan antioksidasi untuk komponen metal, melarutkan karat, mencegah kontak air dengan komponen metal.

Kesal karena engsel pintu mobil yang berderit, baut dan mur yang sulit dibuka karena berkarat, atau terminal baterai yang berkerak putih sehingga membuat mesin sulit dinyalakan kerap merupakan masalah yang suatu saat akan dialami oleh pemilik mobil.

Maklum, iklim tropis dengan ciri khas berupa tingkat humiditas yang tinggi membuat komponen metal mudah teroksidasi alias berkarat. Walhasil lapisan karat berwarna coklat tersebut bukan hanya membuat engsel pintu menjadi seret tetapi lambat laun mengikis panel metal. Bukan hanya itu, komponen kelistrikan mobil seperti terminal baterai seringkali mengalami karat yang disebabkan oleh uap asam elektrolit yang merembes dan mengenai terminal timah baterai. Kerak berwarna putih  menghambat aliran arus listrik dari baterai sehingga peralatan listrik mobil sulit dinyalakan, misalnya saja starter mobil.

>>> Kondisi Penuh Karat, Chevrolet Camaro SS Ini Dijual Rp 83 Jutaan

Cairan Penetran 

gambar penetran

Solusi sementara untuk masalah karat dan macet 

Agar tidak kesal terus menerus, penyelesaian sementara adalah menggunakan cairan penetran. Sesuai namanya, penetran akan melakukan perembesan ke celah-celah komponen yang bermasalah  tadi dan melumasinya. Dengan demikian nanti mudah dibuka memakai kunci-kunci. Begitu pula cairan penetran bisa digunakan sebagai “pelumas” terminal baterai agar tidak mudah berkarat oleh cairan elektrolit. Tentunya terminal baterai harus dibersihkan lebih dahulu sebelum disemprotkan cairan penetran.

Secara umum, cairan penetran memang mengandung bahan pelarut semacam kerosin (minyak tanah) dan pelumas. Pemakaian cairan  penetran secara instan mampu pula melumasi komponen dan sekaligus melarutkan karat yang terjadi. Selain menjadi pembersih karat dan pelumas sementara, penetran juga dapat digunakan untuk mencegah komponen sensitif dari cipratan air. O iya, karena salah satu bahan dasar cairan penetran adalah kerosin yang dapat merusak komponen karet maka bersihkan segera komponen berbahan karet dari cairan penetran setelah terpapar.

Hati-hati 

gambar penetran

Hanya boleh dilakukan saat kondisi dingin atau sudah dingin  

Ada sejumlah area dan material dalam mobil yang sebaiknya tidak terkena semprotan penetran karena berpotensi mengalami kerusakan atau mengalami gangguan fungsi kerja, berikut daftarnya: 

1. Karet
Untuk menjalankan fungsinya secara optimal, komponen  yang terbuat dari bahan karet seperti selang dan  peredam getaran harus tetap mempunyai karakter kenyal. Jika terus-terusan terkena semprotan penetran maka bahan  karet akan kehilangan sifat kenyal dan berubah menjadi keras sehingga nantinya getas dan menciptakan masalah lanjutan.  

2. Komponen mekanikal 
Dilarang keras  menyemprotkan penetran pada area atau komponen dengan suhu tinggi  seperti bagian-bagian mesin,  knalpot, dan lainnya. Semprotan cairan ini pada komponen panas berpotensi untuk menyulut nyala api yang kemudian dapat berkembang menjadi kebakaran.  

3.  Bodi
Ada anggapan penetran bisa membuat tampilan bodi menjadi lebih mengkilap. Tetapi  sebaiknya hindari hal demikian karena cairan ini penetran bersifat mengikis lapisan cat. 

4. Jok   
Saat menyemprotkan penetran pada  rel jok maupun baut-baut jok pastikan tidak mengenai  bahan kain maupun kulit pelapis jok karena akan sangat sulit untuk menghilangkan nodanya.

5. Terminal  
Jika ingin membersihkan terminal atau sambungan sistem kelistrikan mobil dengan cairan ini sebaiknya pastikan tidak ada arus listrik yang mengalir. Paling aman adalah dengan mematikan mesin  dan siapkan APAR. Karena aliran listrik aktif yang tiba-tiba kena terkena penetran maka berpotensi untuk menimbulkan hubungan pendek arus listrik (korsleting).  

6. Ban
Karena terbuat dari bahan dasar karet,  ban kendaraan bermotor  tidak boleh  terkena semprotan penetran. Jika ban sering kena cairan ini maka material karetnya mudah getas lalu mengeras.

>>> 3 Langkah Mudah Mencegah Timbulnya Karat pada Bodi Mobil
 

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top