Kenali Beberapa Stiker Peringatan Pengemudi Di Berbagai Negara

26/03/2019

Pengemudian
Share this post:
Kenali Beberapa Stiker Peringatan Pengemudi Di Berbagai Negara
Di beberapa negara, pengemudi berusia muda atau yang baru mendapatkan surat izin mengemudi untuk pertama kalinya, wajib memasangkan stiker peringatan pengemudi di mobil mereka. Berikut macam-macam contoh stiker peringatan di mobil

Pernah Anda melihat stiker berbentuk segitiga berbentuk huruf V dengan kombinasi warna kuning dan hijau? Atau mungkin Anda pernah memakai stiker ini di mobil Anda? Sejatinya, stiker yang dikenal dengan nama Shoshinsha atau Wakaba mark ini bukanlah sekedar aksesori belaka. Karena di Jepang, stiker wakaba ini menunjukkan bahwa si pengemudi masih dalam tahap belajar dan belum berpengalaman. Sehingga, stiker peringatan pengemudi ini merupakan sebuah simbol atau komunikasi visual atau menjelaskan status si pengemudi. Stiker peringatan pengemudi jenis ini harus dipasangkan pada bagian depan dan belakang mobil. Tujuannya, agar pengemudi di sekitar lebih waspada dan bertoleransi terhadap pengemudi yang masih ’hijau’ tersebut.

Contoh stiker peringatan L-Plate

L-plate merupakan stiker peringatan untuk pengemudi berusia muda atau belum berpengalaman

>>> Baca juga:

Stiker peringatan pengemudi untuk pengemudi yang belum berpengalaman mengemudi ini tak hanya berlaku di Jepang. Beberapa negara seperti Inggris, Australia, Singapura, Malaysia dan Hongkong, mewajibkan setiap pengemudi berusia muda atau yang baru lulus tes untuk mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM) percobaan untuk memasangkan stiker peringatan dalam jangka waktu tertentu.

Foto pengemudi berusia muda didampingi pengemudi yang lebih berpengalaman

Untuk keamanan, pengemudi yang belum berpengalaman atau berusia muda perlu ditemani oleh pengemudi berpengalaman ketika mengemudi

Di Inggris misalnya, stiker peringatan ini dikenal dengan nama L-plate. Huruf ‛L’ merupakan singkatan dari ‛Learner’, yang berarti pengemudi masih dalam proses belajar dan belum berpengalaman. Stiker L-plate ini harus terpasang di bagian depan (biasanya di bumper atau kap mesin) dan di belakang (kaca belakang atau kap bagasi), setelah orang tersebut mendapatkan SIM percobaan.

Stiker peringatan terpasang di jendela belakang VW Tiguan berwarna putih

Stiker peringatan harus terpasang di tempat yang mudah terlihat, salah satunya di jendela belakang

Ketentuan lainnya, pengemudi yang menggunakan stiker L-plate ini harus ditemani dengan orang lain yang lebih berpengalaman atau sudah memegang SIM minimal 3 tahun. Di beberapa negara Eropa atau beberapa wilayah di Amerika, pengemudi ‛baru’ ini juga tak diperkenankan atau tidak disarankan untuk mengemudi ke luar kota (atau dalam batasan jarak tertentu), jalan bebas hambatan, berkendara malam hari (batasan jam tertentu atau ditemani dengan pengemudi berpengalaman) atau mengemudi dalam cuaca buruk atau bersalju, kecuali ditemani oleh pengemudi yang telah berpengalaman.

>>>  Kumpulan Tips mengemudi mobil di Cintamobil.com

Stiker peringatan terpasang di bagian belakang mobil di Jepang

Jepang memiliki stiker peringatan dengan desain yang unik

Stiker L-plate atau wakaba mark (Jepang) boleh dilepas apabila pengemudi sudah melewati batas waktu tertentu (Inggris minimal setahun), tanpa melakukan kesalahan atau tindakan melawan hukum lainnya, yang menyebabkan SIM percobannya tersebut dicabut. Sementara bagi pengemudi di sekitar mobil yang menggunakan L-plate disarankan untuk lebih berhati-hati dan bertoleransi. Sehingga, resiko kecelakaan akibat kelalaian pengemudi yang belum berpengalaman pun bisa diminimalisir.

Stiker peringatan pengemudi di Jepang

1. Koreisha mark

 

Contoh stiker Koreisha di Jepang

Contoh stiker Koreisha yang menjelaskan pengemudi lanjut usia

Bentuknya seperti daun dengan warna hijau, kuning dan orange. Koreisha mark merupakan stiker peringatan pengemudi yang menunjukkan bahwa mobil tersebut dikendarai oleh pengemudi lanjut usia. Di Jepang, pengemudi yang berusia 70 tahun atau lebih harus menggunakan stiker koreisha ini di bagian depan dan belakang.

>>> Ingin latihan mengenal markah jalan? Cintamobil.com punya rekomendasi mobil!

2. Wakaba mark

Contoh stiker Wakaba di Jepang

Stiker Wakaba yang kerap disalah artikan di Indonesia dan menjadi simbol tren modifikasi bergaya Japan Domestic Market (JDM)

Atau biasa dikenal sebagai Shoshinsha mark. Stiker ini bentuknya seperti kupu-kupu dengan warna kuning dan biru sebagai latar belakangnya. Butterfly mark ini menunjukkan bahwa pengemudi mobil belum berpengalaman atau masih dalam tahap pengawasan lantaran dianggap baru saja bisa mengemudikan mobil.

>>> Mengupdate harga mobil semua merek hanya ada di Cintamobil.com

3. Leaf mark

Contoh stiker leaf mark untuk pengemudi lansia

Leaf mark menjelaskan bahwa pengemudi memiliki keterbatasan fisik

Stiker berbentuk daun dengan warna putih dan biru pada latarnya ini menunjukkan bahwa mobil tersebut dikendarai oleh pengemudi dengan keterbatasan fisik. Untuk negara di luar Jepang, biasanya menggunakan stiker dengan simbol keterbatasan fisik yang ditempelkan pada bagian depan dan belakang.

4. Butterfly mark

Stiker butterfly mark untuk pengemudi dengan keterbatasan pendengaran

Butterfly mark menjelaskan bahwa pengemudi memiliki keterbatasan daya pendengaran

Stiker ini bentuknya seperti kupu-kupu dengan warna kuning dan biru sebagai latar belakangnya. Butterfly mark ini menunjukkan bahwa pengemudi mobil tersebut memiliki keterbatasan dalam pendengaran di Jepang.

>>> Baca tips Cintamobil.com lainnya di sini!

Share this post:
 
back to top