Mahal Banget! Segini Biaya Perbaikan Mobil Balap F1 Kalau Rusak

30/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Formula One kerap disebut sebagai salah satu olahraga mahal di dunia. Sudah tahukah Anda berapa biaya perbaikan mobil balap F1 kalau mengalami kerusakan?

Formula One (F1) merupakan salah satu olahraga termahal di dunia. Sebuah kecelakaan saja bisa membuat jutaan dolar melayang. Pada dasarnya supaya balapan F1 tetap berjalan aman dan menjaga keselamatan, FIA telah memiliki regulasi sendiri yang harus dipatuhi setiap tim.

Tapi yang namanya musibah kecelakaan saat balap mungkin tak bisa dihindari. Tak heran meski sudah mengikuti regulasi yang ada kecelakaan tetap terjadi. Lalu berapa biaya yang harus dikeluarkan setiap tim bila kecelakaan terjadi. 

mobil F1

Pemilihan dan harga komponen mobil balap F1 disesuaikan dengan kemampuan tim

>>> Eksklusif, Mobil Balap Formula 1 2022 Bocor di Media Sosial

Biaya Perbaikan Mobil Balap F1 Mencapai Puluhan Miliar

Eddie Jordan salah satu pengusaha yang sekaligus berkecimpung di dunia balap F1 menjelaskan bahwa pergantian biaya 'moncong', sayap depan, atau sayap belakang pada mobil bisa menghabiskan 100.000 Poundsterling atau kalau dirupiahkan setara Rp 2 miliaran. 

Tapi dalam lima tahun belakangan biaya pergantian komponen serupa disebut Eddie naik hingga lima kali lipat menjadi 500.000 Poundsterling yang kalau dirupiahkan Rp 10 miliaran. Wow!

transmisi F1

Transmisi pada mobil balap F1

Tetapi seluruh biaya perbaikan ataupun pergantian komponen disesuaikan dengan kemampuan tim. Kalau mau kualitasnya baik sudah tentu membeli yang lebih mahal. 

Mengutip laman Sportekz, harga komponen pada mobil F1 memang bikin mengelus dada. Untuk mesin saja harganya mencapai 7,5 juta dolar atau setara Rp 108 miliar. Dari keseluruhan komponen, mesin memang yang paling mahal. Tim seperti Ferrari, McLaren, hingga Renault biasanya memilih mesin terbaik untuk dipasang pada mobil. Bila pengembangan mesin berhasil dan menjadi juara, mereka tentu akan mendapat bonus di akhir musim. 

Kemudian untuk monocoque serat karbon biayanya mencapai 1,2 juta dolar atau setara Rp 17,3 miliaran. Lalu komponen termahal ketiga adalah girboks. Girboks ditaksir punya harga 1 juta dolar yang setara dengan Rp 14,4 miliar. Perlu diketahui mobil F1 menggunakan girboks semi otomatis sequential untuk menyalurkan kecepatan pada mobil. 

Gambar Bottas pass Hamilton

Komponen mobil balap F1 sangat mahal

>>> Lebih Kencang dari Formula 1, Kompetisi Mobil Terbang Dirilis Tahun Ini

Dari Semua Komponen Utama, Harga Ban Mobil Balap F1 Paling Terjangkau

Biaya girboks ini sebenarnya bervariasi mulai 650.000 dolar hingga 1 juta dolar. Penggunaannya tentu disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki tim balap itu sendiri. Lalu komponen seperti setir, tangki bensin, sistem pendingin, transmisi, sampai rem cakram juga punya banderol fantastis. Tetapi tidak semuanya mahal. Ada juga yang tak sampai jutaan dolar kok . Adalah ban yang 1 set harganya ditaksir 5.000 dolar atau setara Rp 72 jutaan. 

Bagaimana bila mobil mengalami kerusakan akibat kecelakaan? Sportekz mencatat setidaknya tiap tim harus menyiapkan biaya sekitar 500.000 dolar hingga 1,5 juta dolar untuk biaya perbaikannya. Atau paling murah biaya perbaikan mobil F1 ini mencapai Rp 7,2 miliar dan yang termahal ditaksir Rp 21,7 miliar. Paling tidak setiap tim memiliki anggaran 13,45 juta dolar untuk balapan yang setara dengan Rp 194 miliar. Wah, benar-benar olahraga mahal ya!

>>> Penuh Tombol dan Pengaturan, Bagaimana Agar Pembalap Tak Salah Tekan Setir Formula 1?

 

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top