Sudah Siapkah Orang Indonesia Beralih ke Mobil Listrik?

23/10/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Mobil listrik menjadi tren tersendiri belakangan ini. Indonesia pun ingin ikut ambil bagian di dalamnya. Tapi apakah masyarakatnya sudah siap beralih?

Mobil listrik belakangan menjadi topik pembicaraan hangat di Tanah Air. Di berbagai negara maju mobil bertenaga listrik sudah mulai 'menjamur' dan menjadi tren tersendiri. Apalagi pengendara bisa turut ambil bagian dalam mengurangi polusi udara.

Semakin ke sini jumlahnya makin meningkat. Indonesia pun tak mau ketinggalan akan hal itu. Terlebih Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan baterai kendaraan listrik dalam negeri. Pun diharapkan dengan produksi mobil bertenaga listrik itu sendiri bisa dilakukan secara lokal.

mobil bertenaga listrik

Stasiun pengisian kendaraan listrik masih terbatas

>>> Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di ASEAN Ada di Indonesia!

Orang Indonesia Belum Banyak Tertarik akan Kendaraan Listrik

Para produsen pun telah menyiapkan lini produk kendaraan listrik yang siap diluncurkan di Tanah Air. Kesiapan produsen itu disambut baik pemerintah dengan merilis sejumlah aturan yang meringankan para pabrikan otomotif.

Salah satunya melalui Peraturan Pemerintah No.74 tahun 2021 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang diharapkan bisa memangkas harga mobil bertenaga listrik menjadi lebih terjangkau sekaligus juga insentif untuk para produsen yang merilisnya di Tanah Air. 

Kalau para produsen sudah memiliki deretan mobil bertenaga listrik yang siap mengaspal pun dari pemerintah telah merilis kebijakannya, bagaimana dengan masyarakatnya? Sudah siapkah orang Indonesia beralih menggunakan mobil listrik? 

Peneliti Desain Otomotif IX, dan Human Mobility Yannes Martinus Pasaribu menilai bahwa sosialisasi terkait kendaraan listrik di Tanah Air ini belum bisa menyentuh semua pihak. Ini tentu menjadi hambatan tersendiri dengan kebijakan pemerintah yang ingin mempercepat kehadiran mobil tanpa asap itu di dalam negeri. 

"Per sekarang hasil riset kami, mayoritas tertarik mobil listrik karena interface bernuansa hi-tech, mereka nggak tertarik seperti apa drive trainnya, battery management system mereka nggak care," beber Yannes dalam diskusi Quo Vadis Industri Otomotif Indonesia di Era Elektrifikasi belum lama ini. 

Yannes lebih lanjut menyebut bahwa keberadaan kendaraan listrik ini masih sebatas politis dan normatif. Menurutnya, sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum peduli akan kebedaraan kendaraan listrik. 

>>> Indonesia Bakal Lahirkan 15 Juta Kendaraan Listrik pada 2030

Penjualan Kendaraan Listrik Masih Minim

Nissan Leaf

Nissan Leaf jadi mobil bertenaga listrik teranyar yang meluncur di Indonesia

Di Indonesia jumlah mobil listrik murni memang belum banyak. Saat ini baru ada empat pabrikan yang berani meluncurkan mobil listrik murni di Indonesia yakni Hyundai, Nissan, DFSK, dan juga Lexus. Sedangkan sisanya ada model hybrid dan juga plug-in hybrid. Penjualannya pun terbilang minim. 

"Masyarakat belum care kok dengan nol karbon," katanya. 

Agar peralihan bisa cepat dilakukan, Yannes menyebut tak cukup aturan pemerintah saja yang dirilis. Pemerintah juga harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam upaya penurunan karbon.

Sejauh ini, sejumlah kementerian dan lembaga sudah mulai memberi contoh dengan menggunakan kendaraan listrik untuk berdinas sehari-hari. Namun bila melirik penjualannya, tampaknya belum berpengaruh banyak. Sepanjang tahun 2021 ini hanya ada 2.392 unit kendaraan elektrifikasi berjenis hybrid, PHEV, dan BEV yang terjual atau 0,3% dari keseluruhan penjualan mobil di Indonesia. 

mobil listrik hyundai

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menggunakan mobil bertenaga listrik sebagai kendaraan dinasnya

Faktor harga tak kalah penting. Meski sudah ada aturan PPnBM baru yang meringankan mobil listrik, nyatanya harganya masih jauh di atas rata-rata kemampuan orang Indonesia. Bila sebagian besar orang Indonesia membeli mobil dengan harga kisaran Rp 200-300 jutaan, harga mobil elektrifikasi justru 2 hingga 3 kali lipat lebih mahal. 

>>> Perakit iPhone Kenalkan Lini Produk Mobil Listrik

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top