Papua Nugini Jual Rugi Mobil Maserati

06/10/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Pemerintah Papua Nugini mengaku menyesal telah melakukan pembelian mobil Maserati guna memukau para tamu undangan pada APEC 2018. Kini mobil dijual rugi.

Papua Nugini kini tengah kebingungan mencari pemilik baru dari mobil Maserati yang dibeli untuk menyambut para tamu pada konferensi APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) 2018 silam.

Papua Nugini mengakui bahwa mereka melakukan kesalahan besar dan kesulitan untuk menjual mobil mewah yang saat itu ditujukan untuk memukau para tamu undangan dari berbagai negara. 

>>> Mitsubishi Resmikan Dealer Pertama di Papua, Berapa Harga Mobilnya?

Maserati Dijual Rugi

Mobil Maserati

Mobil Maserati itu masih terparkir rapi di gudang. Foto: STRINGER/Reuters

Pembelian mobil mewah itu memang tak lepas dari kontroversi. Beberapa petinggi negara juga menolak untuk menggunakan mobil tersebut, salah satunya Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Walhasil salah satu negara termiskin di dunia itu kini menjual mobil Maserati di bawah harga yang seharusnya. 

"Kalau kami memiliki pandangan ke depan, mobil Maserati itu mungkin tak akan dibeli sejak awal," ungkap Menteri Keuangan John Pundari kepada media lokal seperti dikutip BBC. 

"Saya tak tahu alasan pasti di balik pembelian Maserati ini dan sekarang kami tengah menghadapi dilema," sambung John. 

Masing-masing mobil dijual dengan harga 400.000 kina atau kalau dirupiahkan setara dengan Rp 1,6 miliar. Harganya turun sekitar 20% dari aslinya. Sebelumnya sedan Quattroporte itu diboyong dari sebuah dealer di Sri Lanka dan diterbangkan ke Papua Nugini menggunakan pesawat jumbo jet yang dicarter. 

Kala itu, Menteri APEC setempat Justin Tkatchenko menyebut bahwa mobil tersebut merupakan standar untuk bisa memberikan kenyamanan bagi para petinggi negara dan memang biasa digunakan pada konferensi sekelas APEC. 

Tkatchenko juga meyakini bahwa usai konferensi APEC rampung, mobil akan cepat terjual. Tak lama berselang Perdana Menteri Peter O'Neill juga menyebut bahwa pemerintah tak akan kehabisan dana dengan pembelian Maserati tersebut. Pada kenyataannya, tiga tahun setelah konferensi APEC hanya dua mobil terjual. 

Mobil Maserati

Didatangkan dengan pesawat carter jumbo jet. Foto: HANDOUT/Reuters

>>> Maserati Kenalkan Levante Hybrid, SUV Listrik Pertama dari Modena

Kondisi Jalan Tak Memadai untuk Mobil Sekelas Maserati

Sayangnya, sejak pertemuan berakhir mobil-mobil mewah itu terparkir di gudang kawasan Ibu Kota Port Moresby. Pada tahun 2019, Menteri Keuangan saat itu dan kini menjabat Perdana Menteri James Marape sempat mengecek bahwa kondisi mobil tidak ada yang hilang atau dicuri. 

"Pembelian tersebut menggambarkan minimnya pandangan akan masa depan sekaligus kekecewaan, menyia-nyiakan dana masyarakat. Padahal kebutuhan dasar masyarakat seperti akses jalan dan layanan kesehatan belum memadai dan masih di bawah standar.," ujar Executive Director Institute of National Affairs Papua Nugini, Paul Barker. 

Barker memang cukup lantang menyuarakan hal tersebut sekaligus tak percaya akan pernyataan pemerintah bahwa mobil akan dijual dengan cepat setelah konferensi APEC usai. Barker mengatakan bahwa Maserati tak cocok untuk kondisi jalan di Papua Nugini, bahkan tak ada tempat untuk melakukan perawatan secara rutin.

Sekadar informasi, Papua Nugini merupakan salah satu negara termiskin di APEC. Dalam catatan PBB, 40% dari keseluruhan populasi di sana hidup dengan biaya kurang dari 1 dolar perhari. 

>>> Kala David Beckham Ajak 'Ngepot' Mobil Maserati

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top