10 Kelemahan Mobil China yang Perlu Anda Ketahui

18/10/2021

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
Pabrikan mobil China seperti Wuling dan DFSK menghadirkan fitur berlimpah dengan harga terjangkau. Tetapi, mobil--mobil tersebut memiliki beberapa kelemahan.

Kehadiran mobil asal China membawa alternatif yang segar bagi para konsumen di Indonesia. Dengan harga yang lebih menarik ketimbang rival asal Jepang, mobil-mobil ini membawa value for money yang tinggi.

Apalagi, mereka juga tak pelit untuk menyematkan fitur-fitur canggih yang membuat berkendara semakin aman dan menyenangkan yang tak bisa ditawarkan oleh pabrikan Jepang dengan harga serupa.

Tetapi, bukan berarti mobil China tak punya kekurangan. Berikut 10 kelemahan mobil China menurut Cintamobil.com:

1. Jaringan Dealer 

Gambar Dealer DFSK

Jaringan dealer dan service center merek China masih terbatas

Jika dibanding merek-merek asal Jepang, baik Wuling dan DFSK masih belum memiliki jaringan dealer yang luas. Mereka masih terpusat di kota besar yang membuat calon konsumen di kota lebih kecil berpikir dua kali untuk meminang mobil China.

2. Aftersales Terbatas

Begitu juga dengan layanan aftersales atau bengkel resmi. Bukan berarti tidak ada, tetapi jumlah dan lokasinya masih terbatas. Sehingga para pemilik mobil di kota kecil harus rela meluangkan waktu ke kota besar untuk melakukan perawatan rutin.

>>> Sebelum Meluncur, Mobil China Chery Bakal Cicipi Jalanan Indonesia

3. Build Quality Masih Dipertanyakan

Meski mobil China sudah banyak berbenah dalam hal build quality, kami merasa beberapa produk mereka masih belum setara dengan mobil Jepang. Memang kualitas interior sudah jauh lebih baik, tetapi kami merasa kualitas komponen seperti girboks masih belum cukup baik.

4. Lebih Banyak Fitur Gimmick

Strategi pabrikan seperti Wuling dan DFSK cukup jelas, yaitu memberikan value for money tinggi dengan harga rendah dan fiur melimpah. Namun, beberapa fitur tersebut cenderung terlihat seperti gimmick ketimbang fungsi.

Gambar Sunroof DFSK

Ada sunroof tapi setir kok belum teleskopik?

Sebut saja DFSK Glory 560 yang dibekali dengan sunroof justru belum memiliki pengaturan setir teleskopik. Padahal, posisi mengemudi yang optimal jauh lebih penting ketimbang membuka jendela di atas atap. Tetapi, harus diakui bahwa adanya sunroof memang jauh lebih menarik bagi konsumen.

5. Keandalan Masih Belum Terbukti

Pabrikan Jepang memiliki sejarah yang panjang di Tanah Air, sehingga konsumen bisa mengetahui keandalan mobil tersebut melalui mobil mereka yang sudah berusia lebih dari 10 tahun.

Sementara mobil China baru mulai merebak dalam 4 tahun terakhir, sehingga kami belum tahu seberapa andal mobil tersebut dalam jangka waktu yang lama.

>>> Senjata DFSK Glory i-Auto Bersaing di Pasar SUV Indonesia

6. Performa Belum Sebaik Mobil Jepang

Secara performa, mobil-mobil rakitan China juga masih tak sebaik mobil Jepang. Meski memiliki kapasitas mesin yang sama, mayoritas mobil Jepang masih lebih bertenaga dan efisien.

Gambar Mesin Wuling

Tenaga dan efisiensi mesin mobil China masih kurang menggiurkan

7. Tampilan Kurang Menarik

Harus diakui, secara desain mobil asal Tiongkok saat ini sudah lebih menarik ketimbang generasi pertama mereka. Namun, mobil-mobil Jepang secara umum masih lebih bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Mereka memang memproduksi mobil-mobil tersebut berdasarkan riset ke masyarakat yang dilakukan bertahun-tahun lamanya.

Terkadang mobil merek China ini juga masih mengambil inspirasi dari berbagai mobil Jepang dan Eropa yang membuat tampilan mobil justru terlihat ganjil.

8. Harga Jual Kembali Masih Rendah

Jika dibanding mobil Jepang, harga Wuling atau DFSK turun cukup jauh di pasar mobil bekas. Ini membuat calon konsumen yang sering untuk berganti mobil enggan meminang mereka.

9. Masih Dihantui Stigma Negatif

Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, kami merasa bahwa kedua merek China tersebut melakukan tugas yang baik untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan merek China lain yang pernah masuk ke Tanah Air.

Tetapi, akan butuh waktu yang lama untuk menghilangkan stigma negatif seperti build quality yang rendah dan mesin yang kerap bermasalah dari para pendahulu mereka.

10. Bengkel Spesialis Sangat Terbatas

Dengan terbatasnya bengkel spesialis, konsumen tidak memiliki alternatif untuk menghemat biaya dalam melakukan perawatan rutin setelah garansi mereka berakhir.

>>> Simak harga mobil Wuling terbaru di sini

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top