Wujud Hyundai Staria Load, MPV Bongsor untuk Angkut Barang

21/09/2021

Mobil baru

3 menit

Share this post:
Hyundai Staria Load meluncur di pasar Australia sebagai kendaraan blind van premium mengangkut banyak barang. Bagaimana ya kira-kira bentuknya?

Awal Maret lalu, Hyundai meluncurkan salah satu kendaraan dengan tampilan tak biasa di antara jajarannya yakni Hyundai Staria. Model anyar itu diluncurkan sebagai MPV mewah yang futuristik.

>>> First Drive Hyundai Staria 22D Signature 7 AT 2021: Si Bongsor yang Lincah

Gambar menujukan Van kargo

Diposisikan sebagai kendaraan pengangkut banyak barang

Bisa Menampung Banyak Barang

Setelah diperkenalkan sebagai MPV mewah kini versi yang jauh lebih murah dari model yang pertama kali diperkenalkan itu memulai debutnya sebagai mobil kargo atau blind van dan sudah tersedia untuk dipesan di pasar Australia.

Versi terbaru ini disebut Hyundai Staria Load yang sekarang dapat dipesan dalam konfigurasi van dua kursi atau lima kursi untuk menggantikan posisi Hyundai iLoad di Negeri Kangguru tersebut. Namun, opsi terakhir akan mulai dijual pada kuartal keempat tahun ini. Tersedia dua warna eksterior Shimmering Silver dan Creamy White.

Sementara itu untuk dapur pacunya menggunakan mesin diesel 4 silinder berkapasitas 2.2 liter mampu menyemburkan 174 daya kuda yang disalurkan melalui transmisi otomatis delapan percepatan. Kemudian selain mesinnya apa yang mungkin lebih penting untuk sebuah van kargo, adalah ruang kargonya. 

Hyundai mengatakan Staria Load memiliki ruang kargo yang lebih besar dibandingkan Hyundai iLoad. Sebagai perbandingan, Staria Load memiliki ruang kargo 4.935 liter naik signifikan dibandingkan kapasitas kargo Hyundai iLoad sebesar 4.426 liter.

>>> Hyundai Staria Sudah Mulai Banyak Diburu Orang Indonesia

Gambar menunjukan Interior mobil

Staria Load memiliki ruang kargo 4.935 liter

Harganya Hampir Rp 500 Juta

Dalam hal sistem keselamatan, Hyundai Staria Load juga telah dilengkapi standar dengan tujuh airbag, rem parkir elektronik, entri tanpa kunci dengan jendela jarak jauh membuka dan menutup, Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel.

Lalu perlengkapan standar lainnya mencakup rangkaian lengkap teknologi keselamatan canggih, termasuk radar cruise control, pengereman darurat otonom, pemantauan titik buta, bantuan penjagaan lajur, sensor parkir depan dan belakang dan kamera 360 derajat.

Kemudian dari sisi harga, Hyundai membanderol mulai dari 45.740 AUD atau setara Rp 473 jutaan untuk Staria Load Van dan 48.240 AUD setara Rp 499 jutaan untuk Staria Load Crew Van. 

Jika dibandingkan dengan Hyundai Staria versi MPV 9 seater yang belum lama ini meluncur di dalam negeri, harganya bisa dua kali lipat dari harga Staria Load di pasar Australia. Artinya pemilik Hyundai Staria di Tanah Air tidak perlu berkecil hati sejatinya Staria memang diposisikan sebagai MPV Premium di Indonesia.

>>> Ingin Ganti Atau Tambah Karpet Mobil? Ini Yang Perlu Diperhatikan

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top