Mitsubishi Xpander Facelift Pakai CVT, Apa Plus dan Minusnya?

10/11/2021

Mobil baru

4 menit

Share this post:
Mitsubishi Xpander Facelift resmi diluncurkan membawa beberapa pembaruan, salah satunya adalah pergantian transmisi otomatis menjadi CVT. Apa plus minusnya?

Selain tampilan yang lebih segar dan beberapa penambahan fitur, salah satu perubahan paling besar dari Mitsubishi Xpander Facelift adalah penggunaan CVT (Continously Variable Transmission) yang menggantikan transmisi otomatis 4-percepatan yang sebelumnya diusung.

Tentu, ada plus-minus dari penggunaan transmisi CVT. Untuk itu, kami akan kembali menjabarkan cara kerja transmisi yang tidak memiliki 'gigi' ini.

Cara Kerja CVT

Continously Variable Transmission atau CVT adalah salah satu jenis transmisi otomatis yang melakukan percepatan dengan mekanisme pulley dan belt atau sabuk baja. Sabuk baja tersebut menghubungkan drive pulley (yang menggerakkan) dan driven pulley (yang digerakkan).

Gambar Cara Kerja CVT

Cara kerja CVT

Kedua pulley memiliki permukaan dalam yang mengerucut. Saat bekerja, permukaan tersebut dapat bergerak mengembang dan mengempis sehingga membuat diameter sabuk membesar dan mengecil. Perubahan diameter sabuk tersebut lah yang menjadi rasio gigi pada transmisi CVT.

Transmisi otomatis konvensional mengunakan rasio gigi yang disusun oleh planetary gear. Satu planetary gear terdiri atas satu gigi cincin dan satu gigi matahari. Untuk Mitsubsihi Xpander pre-facelift, terdapat dua set planetary gear yang bekerja sama untuk menciptakan rasio gigi 1, 2, 3, 4 dan gigi mundur.

>>> Review Mitsubishi Xpander Black Edition 2020: Gaya Racing Penantang Avanza

Lantas, Apa Plus Minusnya?

Oke, pertama mari kita bahas plusnya. Dengan CVT, Mitsubishi Xpander Facelift sudah pasti lebih nyaman dibanding versi pre-facelift. Dengan transmisi ini, Anda tak akan merasakan adanya pergantian gigi saat melakukan akselerasi. Pergerakkan mobil akan terasa lebih linear tanpa ada sentakan seperti transmisi otomatis konvensional.

Gambar Transmisi Xpander

Penggunaan CVT akan membawa rasa berkendara baru pada Mitsubishi Xpander Facelift

>>> Berkat Ini, Nyetir Xpander Facelift Serasa 'Mobil Eropa'

Selain itu, efisiensi bahan bakar pun juga akan lebih baik. Secara umum mobil dengan CVT selalu lebih irit dibanding mobil dengan transmisi otomatis konvensional dengan mesin serupa. Itu karena power loss yang dimiliki CVT cenderung kecil dan kecepatan untuk efisiensi optimal bisa dicapai dengan rpm lebih rendah.

Tetapi, transmisi ini juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama, tentu saja perawatan yang lebih mahal. Jika ada kerusakan, Anda tak bisa mengganti salah satu komponen saja. Anda harus mengganti komponen tersebut dalam satu assembly sehingga sudah pasti lebih menguras kantung.

Gambar Mitsubishi Xpander Facelift

Kami berasumsi bahwa Xpander Facelift jadi lebih irit dan lebih nyaman dari pendahulunya

Kedua, akselerasi mesin cenderung lebih lambat ketika membutuhkan kecepatan instan seperti saat Anda harus menyalip mobil lain. Ketiga, CVT juga kurang andal untuk berkendara ke medan yang berat karena transmisi ini memang lebih cocok untuk penggunaan di dalam kota.

>>> Intip Pilihan Mitsubishi Xpander Bekas dengan Harga Menarik di Sini

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top