Waspada, 3 Masalah yang Terjadi Akibat Salah Pakai Oli Mesin

15/10/2019
Salah pakai oli mesin ternyata berefek negatif bagi mesin kendaraan itu sendiri. Bahkan jika dibiarkan, ada risiko harus turun mesin akibat mesin jebol. Hati-hati ya!

Oli merupakan "darah" bagi mesin kendaraan. Dengan oli, maka bagian-bagian kecil di dalam ruang mesin bisa terlumasi. Sehingga pergerakannya lancar yang membuat mesin bekerja dengan sempurna.

Namun ada banyak pemilik kendaraan yang sembarang ketika mengisi oli mesin. Padahal ada bahaya yang mengintai jika Anda salah pakai oli mesin.

>>> Mengganti Oli Di 1000 Km Pertama, Perlu Atau Tidak?

1. Engine Knocking

oli dimasukkan ke mesin mobil

Jika oli menghambat gerak mesin akan muncul gejala mesin ngelitik

Istilah teknik ini sering juga dikenal sebagai mesin ngelitik. Cirinya adalah mesin mengeluarkan bunyi kasar serta bergetar. Banyak yang berpendapat jika mesin ngelitik akibat kualitas bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi spesifikasi mesin. Padahal ada hal lain yang mempengaruhi keadaan ini.

Salah pakai oli mesin juga bisa menyumbang gejala mesin ngelitik. Misalnya karena oli terlalu kental maka pergerakan komponen di mesin menjadi lamban. Sebaliknya jika oli terlalu encer maka pergerakan komponen terlalu cepat. Akibatnya proses pembakaran tidak berlangsung sempurna. Hal inilah yang kemudian juga jadi penyumbang terjadinya knocking.

>>> Promo mobil baru menarik ada disini

2. Overheat

mesin mobil panas

Mesin terlalu panas juga disebabkan pemakaian oli yang salah

Mesin terlalu panas atau overheat sering kali dikaitkan dengan sistem pendinginan mesin. Ini tidak salah. Namun salah pakai oli mesin juga bisa menjadi penyebabnya. Hal ini mungkin saja terjadi akibat efek knocking yang dibiarkan terlalu lama.

Apabila kinerja mesin tidak berlangsung secara optimal, maka lama kelamaan ada banyak komponen mesin yang rusak. Akibatnya tenaga mesin merosot, dan mesin bakal mudah panas.

3. Engine Stress

servis mesin mobil

Kalau mesin sudah rusak maka butuh biaya mahal untuk perbaikannya

Bukan cuma manusia yang bisa stres, tetapi mesin kendaraan juga demikian. Apabila pergerakan komponen mesin tidak teratur sebagaimana mestinya, maka akan ada banyak efek pada komponen di dalam ruang mesin itu.

>>> Pilihan mobil bekas berkualitas ada disini

Lama kelamaan kerusakan fatal di mesin pun bisa terjadi. Antara lain piston bengkok, blok mesin bocor, atau bahkan pecah. Kalau sudah seperti ini, salah pakai oli mesin akan mengakibatkan Anda harus melakukan servis turun mesin. Biayanya pun berkali-kali lipat dibanding Anda membeli oli.

Solusinya

macam oli mesin

Sesuaikan spesifikasi oli di buku manual

Guna menghindari kerusakan-kerusakan yang mungkin terjadi akibat salah pakai oli mesin, maka Anda perlu memberikan perhatian terhadap oli untuk mesin kendaraan Anda. Gunakanlah oli yang sesuai spesifikasi mesin Anda. Caranya, lihat pada buku manual kendaraan Anda. Lalu lakukanlah penggantian oli secara berkala misalnya tiap 5.000 - 10.000 km.

>>> Tips dan trik lainnya cek disini

Prasetyo Adhi

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
2

berita lain