Mengenal Sistem Pengapian Mesin Bensin Modern

22/05/2021

Perawatan dan service

5 menit

Share this post:
Sistem pengapian pada mesin bensin modern keluaran terbaru sudah lama meninggalkan metode konvensional dengan distributor dan koil pengapian tunggal.

Mesin-mesin bensin modern saat ini sudah lama meninggalkan sistem pengapian konvensional yang menggunakan distributor, platina (contact point) dan koil pengapian tunggal. Sebagai gantinya, digunakan sistem tanpa  distributor yang menawarkan berbagai keunggulan dalam hal keandalan. Sebab, perangkat distributor sudah terkenal kerap bermasalah gara-gara basah, lembap, kotor, dan penurunan kinerja akibat keausan setelah pemakaian dalam jangka waktu yang lama. 

>>> NGK Laser Iridium, Buat yang Mau Upgrade Performa Busi Standar Toyota

Distributorless

Sebagai pengganti distributor, mesin bensin modern memakai sistem distributorless ignition system (DIS) dengan sistem satu koil pengapian untuk satu busi atau sistem satu koil pengapian untuk dua busi.

gambar pengapian

Sistem pengapian distributorless yang minim perawatan

Pengaturan kerja koil pengapian dilakukan oleh sistem manajemen mesin dan disesuaikan dengan kondisi kerja mesin. Tanpa keterlibatan perangkat mekanikal, maka sistem pengapian menjadi lebih andal dan minim perawatan.

Semi Direct Ignition

Awalnya, sistem pengapian mesin bensin modern menganut model satu koil pengapian untuk dua busi yang kerap disebut semi direct ignition atau waste spark ignition system. Pada sistem ini, rangkaian koil dijadikan satu alias “coil pack” atau "rail coil". Kelebihannya adalah dimensi yang kompak dan praktis.

gambar koil

Semi direct ignition dengan sistem coil pack (2 koil untuk 4 silinder)

Sedangkan kekurangannya, jika salah satu koil pengapian mengalami kerusakan maka harus diganti semuanya. Namun ada sejumlah pabrikan yang membuat coil pack yang bersifat modular untuk mesin-mesin generasi terbaru sehingga jika ada satu koil pengapian yang rusak maka cukup mengganti komponen tersebut.      

Direct Ignition

Kini semakin banyak sistem pengapian yang menganut konfigurasi DI (Direct Ignition) atau COP (coil-on-plug) yang berarti  satu koil pengapian  yang dipasangkan langsung dengan satu busi. Alhasil kinerjanya menjadi semakin akurat sehingga mendongkrak efisiensi, mengurangi konsumsi bahan bakar, mereduksi emisi gas buang dan memaksimalkan pengaturan cylinder deactivation.

gambar pengapian

Sistem direct igntion Coil on Plug sudah menjadi standar mesin modern saat ini

Begitu pula, posisi koil pengapian di atas busi berarti kabel busi sebagai pengantar aliran listrik tegangan tinggi sudah tidak diperlukan lagi. Apalagi  kabel busi rawan bocor aliran listrik tegangan tinggi sehingga wajib diganti berkala. 

Perawatan

Boleh disebut sistem pengapian jenis direct ignition relatif bebas perawatan karena jarang dijumpai masalah pada  kendaraan sehari-hari yang dipakai hingga mencapai jarak tempuh sampai 100.000 km. Namun demikian, yang namanya barang elektronik bisa saja mengalami kegagalan fungsi di mana saja dan kapan saja tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Mungkin saja, ada gejala-gejala tertentu yang bisa dirasakan oleh pengemudi atau ditampilkan melalui lampu peringatan “check engine”.

gambar selongsong koil

Selongsong koil pengapian yang kerap bermasalah sehingga menyebabkan mesin pincang

Selama ini, masalahnya lebih banyak pada sisi selongsong koil yang mengalami kerusakan  sehingga terjadi kebocoran arus listrik tegangan tinggi dan menyebabkan mesin pincang. Sebelumnya, tidak ada yang menjual selosong koil secara terpisah karena komponenn tersebut harus dijual satu unit lengkap bersama koil pengapian. Setelah beberapa kali terjadi kasus kerusakan pada selongsong koil, barulah komponen tersebut dijual secara terpisah dari koil pengapian dan bisa dibeli dalam jumlah eceran (satuan).     

>>> Mesin Nissan Grand Livina Pincang? Ini Salah Satu Penyebabnya

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top