Cairan Penambal Ban, Solusi Cepat Atasi Kebocoran Ban Tubeless

30/05/2021

Perawatan dan service

3 menit

Share this post:
Cairan penambal ban menjadi salah satu solusi yang aman dan cepat untuk menambal kebocoran pada ban tubeless, namun pastikan mengikuti prosedur yang benar.

gambar ban

Ban tubeless butuh penambalan dengan teknik khusus yang tepat 

Ban tubeless memang bisa menjadi solusi sementara untuk menjawab masalah tusukan benda tajam semisal paku yang terjadi dalam perjalanan. Sebab, ban tubeless hanya memperlambat waktu berkurangnya tekanan angin ban, tetapi tetap tidak mengatasi masalah karena Anda harus mengganti ban dan menambalnya di bengkel tambal ban. Sebagai antisipasi untuk hal tersebut, sejumlah pabrikan mobil menerapkan ban run flat (RFT). Atau seperti yang dulu dilakukan oleh PT Nissan Motor Indonesia untuk MPV Nissan Elgrand dengan meniadakan ban serep dan memberikan cairan penambal ban plus kompresor. 

Berangkat dari latar belakang tersebut, kini  di pasaran semakin banyak beredar beberapa label  produk cairan penambal  ban mobil. Mudah digunakan dan menjadi penolong penting bagi pengemudi yang mengalami ban bocor. Cukup masukkan cairan penambal ban  lewat pentil dan kebocoran menghilang. Namun muncul  pertanyaan terkait  penggunaan  cairan penambal ban ini. Bagaimana keseimbangan ban saat mobil melaju kencang? Lalu apa pengaruhnya lainnya?

>>> 5 Fakta Menarik Tentang Maskot Michelin Bibendum

Salah Prosedur

gambar ban

Cairan anti bocor diiisikan secukupnya saja ke dalam ban   

Menurut M Syaiful dari Garage #23 yang berlokasi di Serpong, Banten, memang pada waktu lalu banyak dijumpai masalah pada produk anti bocor tersebut.

"Kebanyakan masalahnya karena memang produk anti bocor yang versinya sudah lama dan salah prosedur saat pemakaian." Maksudnya bagaimana ya? "Kalau cairan anti bocor yang sekarang sudah lebih baik teknologinya sehingga tidak lagi bermasalah seperti yang dulu. Selain itu, pemakaian disesuaikan untuk penambalan, jadi secukupnya saja. Karena dulu sering dimasukkan satu kaleng penuh cairan anti bocor ke dalam ban sehingga muncul masalah pada ban, velg dan pentil. Mungkin untuk mengantisipasi kebocoran karena tusukan benda tajam sehingga cairan anti bocor sekaleng penuh dimasukkan semua ke dalam ban," urai M Syaiful panjang lebar.        

Prosedur Benar 

gambar ban

Ikuti petunjuk untuk pengisian cairan anti bocor ke dalam ban   

Untuk prosedur pemakaian produk cairan penambal ban yang benar adalah gunakan sesuai petunjuk dalam artian takaran harus sesuai dengan kebutuhan. Jadi bukan satu kaleng diisikan semuanya ke dalam ban karena untuk penambalan satu ban cukup dengan 1/4 atau maksimal 1/3 dari isi kaleng cairan anti bocor. Lalu gunakan kompresor untuk mengisikan angin ke dalam ban hingga mencapai tekanan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil dan sekaligus membantu sirkulasi cairan anti bocor. Setelah prosedur tersebut tuntas, barulah paku yang menembus tapak ban boleh dicabut.

Berdasarkan pengalaman pribadi Zulpata Zainal, On Vehicle Test PT Gajah Tunggal Tbk, "Saya pakai cairan anti bocor sudah cukup lama dan relatif aman. Selama mengikuti prosedur pemakaian yang benar, relatif tidak ada masalah pada ban."  

Perhatikan Detail

gambar ban

Perhatikan spesifikasi teknis cairan anti bocor agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari 

Selain prosedur yang benar, perhatikan juga detail produk anti bocor. Pilih cairan anti bocor dengan kandungan pH yang tepat karena berpotensi menyebabkan karat pada bagian dalam velg dan mempengaruhi keseimbangan ban (tidak balance). Kandungan pH mengacu pada kadar asam basa di dalam cairan. Jika kandungan pH pada cairan anti bocor cenderung ke asam maka dapat menyebabkan karat pada velg. Apalagi cairan anti bocor ini tidak boleh menggumpal dan harus bersifat seperti lapisan khusus yang menutup lubang bocor karena tusukan benda tajam. Lagi pula jika ban terasa tidak seimbang bisa di-balance di bengkel ban. Selanjutnya bisa saja membuang cairan anti bocor dari dalam ban setelah ban tersebut ditambal dengan metode yang tepat sesuai kondisi kebocorannya.      

>>> Untung Rugi Penggunaan Cairan Anti-bocor untuk Ban Mobil

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top