3 Jenis Air Radiator yang Perlu Anda Ketahui, Mana yang Terbaik?

11/03/2020

Perawatan dan service

5 menit

Share this post:
3 Jenis Air Radiator yang Perlu Anda Ketahui, Mana yang Terbaik?
Setidaknya ada tiga jenis air radiator yang beredar di pasar aftermarket otomotif. Ketiga jenis ini memiliki angka titik didih yang berbeda dan cara pakainya yang juga tidak sama.

Seperti Anda ketahui, pada mesin mobil juga dibutuhkan sistem pendinginan biar suhu mesin tidak kelewat panas selama bekerja. Nah satu dari beberapa komponen sistem pendinginan mesin adalah radiator. Radiator ini juga membutuhkan cairan yang kerap dikenal dengan sebutan air radiator alias radiator coolant.

Namun mungkin selama ini Anda hanya mengenal perbedaan air radiator yang dibedakan dari warna cairannya saja. Padahal ternyata ada beberapa tipe radiator coolant yang kerap digunakan untuk sebuah mobil. Apa saja itu? Berikut pembahasannya dari tim Cintamobil.com

>>> Kenali Kode Pada Tutup Radiator Agar Terhindar Dari Overheat

1. Radiator Coolant

radiator coolant

Jenis ini yang paling cocok dipakai di iklim tropis

Cairan untuk radiator ini adalah yang paling sering Anda lihat atau dengar. Wajar saja mengingat radiator coolant adalah jenis air radiator yang paling banyak dijual di Indonesia. Itu lantaran air radiator ini yang paling tangguh untuk dipakai di negara-negara tropis seperti Indonesia.

Dilansir dari laman resmi Toyota Indonesia, cairan pendingin ini memiliki titik didih 10 derajat lebih tinggi dari air biasa. Jadi kalau misalnya air biasa akan mendidih di suhu 100 derajat Celcius, maka radiator coolant memiliki titik didih 110 derajat Celcius.

>>> Ada banyak promo mobil baru idaman Anda disini, Ayo klik untuk mengetahui promonya!

Kandungan utama pada radiator coolant yaitu air tanpa mineral, zat anti beku propylene glycol, serta lapisan pencegah karat. Sehingga cairan ini punya sifat mampu menyerap panas tapi menghindari munculnya karat dibagian dalam radiator.

2. Radiator Super Coolant

radiator super coolant

Air radiator super coolant punya titik didih hingga 130 derajat celcius

Kalau jenis air radiator yang satu ini memiliki titik didih lebih tinggi dari radiator coolant. Karena titik didihnya mencapai 130 derajat Celcius. Sehingga biasanya air radiator jenis ini dipakai pada negara-negara yang bersuhu sub tropis.

>>> Pilihan mobil bekas berkualitas dari berbagai merek, tipe, dan tahun produksi ada disini

Kalau air radiator ini mau dipakai di lingkungan beriklim tropis juga tidak masalah. Tetapi radiator super coolant harus dicampur dahulu dengan air bersih dengan perbandingan 50:50.

3. Antifreeze Coolant

radiator antifreeze coolant

Seringnya dipakai di lingkungan dengan empat musim dengan perubahan suhu yang esktrim

Jenis air radiator antifreeze coolant sebenarnya memiliki titik didih yang hampir sama dengan super coolant, yaitu 128 derajat Celcius. Namun untuk tipe ini seringnya direkomendasikan untuk dipakai pada sistem pendinginan mobil-mobil yang ada di lingkungan dengan empat musim dengan perubahan iklim yang ekstrim.

>>> Tips dan trik menarik lainnya ada disini

Share this post:
Prasetyo Adhi
Penulis
Prasetyo Adhi
Sudah menulis di media online sejak 2009, Pras sangat berpengalaman di bidang otomotif. Pria penggemar mobil modifikasi ini sudah mencicipi berbagai jenis mobil, mulai LCGC hingga Hypercar. Ia menjadi anggota tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.

Berita lain

Empat Hal Ini Jadi Penyebab Radiator Bocor, Apa Saja?

31/12/2019

Perawatan dan service

4 menit

Salah satu pemicu overheat adalah sistem pendinginan mesin bermasalah, yang ditandai dengan radiator bocor. Apa saja hal yang jadi penyebab radiator bocor?

Lihat juga

Kipas Radiator Mobil Rusak? Cek 5 Bagian Ini

10/12/2019

Perawatan dan service

5 menit

Kipas radiator mobil rusak tentunya akan berpengaruh pada suhu mesin yang menjadi terlampau panas. Yuk simak bagian-bagian apa saja yang harus dicek jika komponen ini tidak mampu berputar semestinya.

Lihat juga

Review BMW 740Li Opulence 2019: Kembalinya Sang Raja Berwajah Prestisius

Rp 2,299,000,000

11/10/2019

Editor rate:

BMW 7 Series generasi G12 kini memasuki fase Life Cycle Impulse (LCI), dimana perubahan yang terjadi bersifat masif dari sektor eksterior. Salah satu model yang paling prestise yang dikenalkan oleh BMW untuk pasar Indonesia adalah BMW 740Li Opulence 2019, dimana ia menggantikan posisi BMW 740Li Pure Excellence. Apakah ia bisa mengembalikan sang sedan flagshipnya ke tahta raja luxury sedan di Indonesia?

Lihat juga

Daftar Harga Mercedes-Benz E-Class terbaru September 2020 Di Indonesia

01/09/2020

Mercedes-Benz

Dirakit secara lokal lewat metode Completely Knock Down (CKD), apa saja fitur-fitur terbarunya? Berapa harga Mercedes-Benz E-Class terbaru di bulan ini?

Lihat juga