Jangan Tertukar, Kenali Perbedaan Plug-in Hybrid Dan Hybrid

08/09/2018
Sebagai pionir dalam mobil ramah lingkungan, Toyota selalu berinovasi menciptakan mesin berefisiensi tinggi. Setelah sukses dengan Hybrid Vehicle (HV), kini Toyota mempunyai teknologi Plug-in Hybrid Vehicle (PHV) yang lebih baik.

Mobil hybrid dikenal sebagai kendaraan ramah lingkungan. Toyota Prius menjadi pionir dalam mobil yang menggabungkan dua mesin yakni konvensional dan motor listrik melalui baterai. Seiring teknologi yang semakin berkembang, Toyota kini mengembangkan HV (hybrib vehicle) menjadi PHV (Plug-in Hybrid Vehicle).

Cara kerja sistem Hybrid

Ada banyak komponen pada proses sistem hybrid

Toyota Prius menjadi mobil pertama HV yang diluncurkan pada tahun 1997. Saat itu Toyota menggabungkan mesin bensin dengan baterai sebagai motor listrik untuk menggerakkan mobil. Secara sederhana cara kerjanya ialah ketika mesin bensin sedang bekerja, maka baterai akan terisi secara otomatis. Namun ketika mobil berada di lampu merah, kemacetan lalu lintas atau jalan menurun, baterai yang akan bekerja sebagai sumber tenaga.

>>> Mungkin Anda tertarik : Tunggu Peraturan Hibrida Rampung, Bentayga Hybrid Siap Masuk Indonesia

Saat itu baterai yang tertanam dalam mobil belum dilengkapi dengan colokan listrik. Sehingga pengisian tenaga baterai pada Prius generasi awal masih dari tenaga kinetik yang tersimpan saat pengereman. Teknologi ini pun akhirnya banyak diikuti oleh pabrikan lainnya karena mampu menekan konsumsi bahan bakar dan membuat mobil jauh lebih efisien.

Peletakkan baterai di belakang

Posisi baterai di belakang pada mobil hybrid yang dihubungkan ke mesin utama

Cara kerja mobil hybrid bisa berbeda-beda dalam setiap kondisi. Pada saat mobil mulai menyala dan melaju dalam kecepatan rendah hingga menengah, mesin konvensional yang lebih banyak bekerja. Bila terdeteksi efisiensi bahan bakar mulai buruk, maka motor listrik akan membantu mobil melaju agar efisiensi tetap terjaga dengan baik.

>>> Ulasan seputar teknologi otomotif bisa Anda baca disini

Kerja sistem mesin hybrid menjadi berbeda ketika mobil melaju normal atau konstan. Tenaga dari mesin konvensional dibagi menjadi dua sistem, salah satu mendorong generator untuk menghasilkan listrik yang akan menggerakkan motor listrik. Sedangkan sistem lainnya menggerakkan roda seperti mobil pada umumnya. Distribusi dari dua sistem ini membuat mobil mendapat efisiensi maksimumnya.

Penjelasan singkat hybrid

Penjelasan singkat cara kerja sistem hybrid pada mobil

Begitu juga ketika mobil berakselerasi dengan cepat. Pergerakan mobil selain dari mesin utama juga terbantu dengan baterai yang tertanam di mobil untuk membantu pergerakan motor listrik dalam mencapai tenaga maksimum. Melalui bantuan baterai, maka mesin konvensional tidak mengonsumsi banyak bahan bakar.

>>> Tips dan trik seputar dunia otomotif bisa Anda baca disini

Untuk mobil PHV, baterai pada mobil hybrid sudah bisa diisi daya listriknya melalui colokan listrik yang terdapat pada bodi mobil. Tidak hanya sekadar bisa mengisi daya listrik, tapi teknologi ini juga mampu membuat mobil layaknya mobil listrik murni dimana mesin konvensional tidak bekerja sama sekali.

Produk hybrid pada Toyota

Toyota Camry salah satu produk Hybrid yang dijual di Indonesia

Memang tidak untuk perjalanan jauh, melainkan hanya sekitar 30-50 km saja bila ingin menggunakan tenaga listrik. Melalui inovasi ini, akan lebih menghemat konsumsi bahan bakar pada mesin bensin atau diesel. Ketika baterai habis, maka mesin hybrid yang akan bekerja sehingga tetap aman meski mobil digunakan dalam perjalanan jauh.

>>> Mencari mobil bekas impian Anda? Temukan disini

Mahmudi Restyanto

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0