Tidak Asal Dibangun, Ini 4 Fungsi Simpang Susun Jalan Tol

31/01/2021

Pasar mobil

3 menit

Tidak Asal Dibangun, Ini 4 Fungsi Simpang Susun Jalan Tol
Jalan tol dibangun dengan fasilitas simpang susun. Dan bukan asal bangun, ada sejumlah fungsi simpang susun jalan tol yang penting bagi kelancaran lalu lintas.

Kamu yang sering berkendara pasti sering mengakses jalan tol baik saat masuk maupun keluar. Jika masuk/keluar dari jalan tol ke arah yang berseberangan (ke kanan) kamu akan melewati jembatan di atas jalan tol atau terowongan di bawah jalan tol. Tapi jika masuk/keluarnya ke arah kiri kamu bisa langsung masuk/keluar tanpa melalui jembatan atau terowongan.

Persimpangan itulah yang dinamakan Simpang Susun (SS). Menurut Jasa Marga simpang susun bukan asal dibangun. Tapi juga mempertimbangkan sisi kelancarannya bagi lalu lintas. Terlebih jalan tol adalah jalur cepat yang ‘tidak boleh’ ada hambatan dalam bentuk apapun.

“Simpang susun adalah persimpangan jalan tidak sebidang di mana kendaraan dapat melakukan perpindahan dari satu jalan ke jalan lainnya tanpa harus berhenti terlebih dahulu.” tulis Jasa Marga di IG @official.jasamarga, (28/1/2021).

>>> Kenali Fungsi 4 Lajur Jalan Tol Agar Tak Salah Posisi!

Foto menunjukkan Simpang Susun Salatiga

Pemandangan elok Simpang Susun Salatiga Tol Trans Jawa di Jawa Tengah

Fungsi Simpang Susun Jalan Tol

Buat kamu yang belum tahu Fungsi Simpang Susun Jalan Tol, berikut adalah 4 fungsi simpang susun jalan tol, sebagaimana dijelaskan Jasa Marga:

1. Sebagai jalur penghubung dengan ruas jalan tol lain

Untuk ruas tol yang masih satu jalur, keberadaan simpang susun tidak dibutuhkan. Namun jika tol lain berada di jalur lain yang bersimpangan, simpang susun menjadi penghubung utama. Misalnya, Simpang Susun Cikampek yang menghubungkan jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Cipularang. Simpang Susun Cipayung yang menghubungkan Tol JORR dengan Tol Jagorawi. Di Jawa Timur ada Simpang Susun Waru yang menghubungkan jalan Tol Surabaya-Mojokerto dan Tol Surabaya-Porong.

2. Sebagai akses masuk/keluar jalan tol

Simpang susun juga dibuat sebagai akses masuk/keluar jalan tol dari dan ke wilayah tertentu. Misalnya SS Cibitung dan SS Karawang di jalan Tol Jakarta-Cikampek, SS Jatiluhur di Tol Purbaleunyi, SS Ngamprak di Tol Padaleunyi, SS Plumbon, SS Brebes, SS Pemalang, SS Batang, SS Krapyak, SS Ungaran, SS Kartasura di Jalan Tol Trans Jawa dan masih banyak yang lain. Simpang susun-simpang susun tersebut memudahkan pengendara mengakses jalan tol dari dan ke wilayah tertentu.

>>> Gerbang Tol Ungaran, Akses Utama ke Tempat Wisata Kabupaten Semarang

Foto Jembatan Semanggi malam hari

Jembatan Semanggi, salah satu simpang susun terbaik di Indonesia

3. Mengurangi hambatan di jalur utama

Mengingat populasinya yang banyak, akan terjadi penumpukan jika semua kendaraan melintas di jalur utama non tol. Karenanya keberadaan simpang susun memberi alternatif buat pengendara melintas di jalan tol yang arusnya lebih lancar. Kepadatan di jalur utama pun bisa dikurangi secara signifikan.

4. Menghemat waktu tempuh kendaraan

Dampak positif memanfaatkan simpang susun untuk mengakses jalan tol adalah lalu lintas adalah waktu perjalanan yang semakin singkat. Selain hemat waktu juga bakal menghemat biaya operasional seperti bahan bakar minyak (BBM) dan uang jajan di perjalanan. Sebagai contoh perjalanan dari Semarang ke Kota Solo memakan waktu sekitar 3 jam bila ditempuh lewat jalan raya non tol. Ini karena kendaraan bakal melewati titik-titik keramaian seperti di Banyumanik, Ungaran, Bawen, Salatiga, dan Boyolali. Jika ditempuh lewat tol hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam. Misalnya masuk melalui simpang susun Jatingaleh dan keluar di GT Colomadu dengan biaya tol sekitar Rp 70.500. Rinciannya; tarif tol Semarang ABC Rp 5.500 + tarif tol Semarang-Solo dari GT Banyumanik hingga GT Colomadu sekitar Rp 65.000

>>> Temukan informasi mobil menarik lainnya hanya di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top