Selangkah Lagi, Tesla Gusur Toyota Jadi Mobil Paling Bernilai di Dunia

12/06/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Selangkah Lagi, Tesla Gusur Toyota Jadi Mobil Paling Bernilai di Dunia
Tesla Inc saat ini tengah mendekati tonggak sejarah perusahaan sebagai produsen mobil paling berharga di dunia menggusur tahta milik Toyota Motor Corp.

Lonjakan saham Tesla Inc sejauh bulan ini membuat produsen mobil listrik ini semakin dekat untuk menggusur Toyota Motor Corp sebagai produsen mobil paling bernilai di dunia. Capaian ini dikarenakan perusahaan berani membuka kembali fasilitas produksi di California bulan lalu.

>>> Kontroversial! Meski Dilarang, Tesla Tetap Operasikan Pabrik Produksi di California

Gambar menunjukan Pabrik Tesla

Elon Musk bulan lalu tetap membuka pabrik produksi di California meski di tengah pandemi Covid-19

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $ 190 miliar, Tesla sedikit lagi menyamai kapitalisasi pasar $ 212 miliar milik Toyota. Tesla hanya membutuhkan sekitar kenaikan saham 14 persen lagi untuk mengklaim sebagai produsen mobil paling bernilai di dunia. Namun hal itu jika saham Toyota tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan. Saham Tesla sendiri sudah naik sebanyak 23 persen sejak awal bulan ini.

Valuasi Tesla ini datang meskipun ada jurang dalam skala produksi kedua pembuat mobil tersebut. Tesla pembuat mobil listrik yang berbasis di California menghasilkan 103.000 kendaraan pada kuartal pertama, atau sekitar 4 persen dari hampir 2,4 juta yang dibuat oleh Toyota.

>>> Marbula E Race, Formula E Versi Kelereng Selesaikan Race 3 ‘Jakarta’

Gambar menunjukan Toyota Mirai

Sedan Mirai mobil bertenga hidrogen milik Toyota

Meningkatnya saham Tesla sendiri menurut Theverge terjadi ketika setidaknya enam karyawan Tesla dinyatakan positif Covid-19  sejak CEO Elon Musk memaksa membuka kembali fasilitas perusahaan di California bulan lalu. Selain itu Tesla baru-baru ini juga telah mendaftarkan Nikola Corp sebagai pembuat baterai listrik dan hidrogen.

Sementara itu Toyota memprediksi 80 persen penurunan laba akan terjadi di tahun ini dan memperkirakan hal itu bisa memakan waktu hingga paruh pertama tahun depan sebelum pasar mobil pulih ke tingkat pra-pandemi Covid-19. Saham Toyota sendiri sepanjang tahun ini turun sekitar 10 persen.

Meskipun memelopori minat dalam kendaraan hemat bahan bakar dengan hibrida Prius, Toyota terlambat untuk beralih ke segmen mobil listrik, lebih mengutamakan pengembangan mobil bertenaga hidrogen. Perusahaan asal Jepang ini sekarang mengubah arah pendekatan dengan serangkaian investasi mobil listrik dan mobil semi otonomos.

>>> Jangan lewatkan berita terbaru otomotif dalam dan luar negeri di sini

Share this post:
Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top