Low SUV Banyak Diburu di Masa Pandemi, Ini Sebabnya

20/06/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Low SUV Banyak Diburu di Masa Pandemi, Ini Sebabnya
Pada masa normal mobil di segmen Low SUV biasanya menjadi kontributor ketiga terhadap penjualan mobil. Namun di masa pandemi penjualannya justru meningkat.

Banyak hal baru yang terjadi selama masa pandemi corona di Indonesia tiga bulan terakhir ini. Terlebih di industri otomotif, yang cukup merasakan dampak akibat dihantam penyebaran virus corona. Mulai dari penjualan hingga tren model yang digemari perlahan berubah karena situasi yang tak menentu ini. 

Misalnya jika bicara penjualan mobil. Penjualan mobil lewat online seolah menjadi normal baru di industri otomotif Tanah Air.

Maklum, dealer tutup membuat pabrikan mobil harus memutar otak agar tetap bisa berjualan hingga akhirnya menempuh jalur digital. Jalur digital ini sebenarnya sudah lama dimiliki oleh sederet pabrikan. Namun performanya tak semaksimal seperti di masa pandemi ini. 

>>> Diskon Besar Tak Jamin Penjualan Mobil Bisa Naik Lagi

Selain penjualan mobil, layanan servis mobil pun ikut berubah. Masyarakat tak perlu repot datang ke bengkel untuk melakukan perawatan mobilnya. Hanya tinggal menelepon dealer, maka akan ada mekanik yang datang ke rumah untuk merawat mobil Anda.

Penjualan Daihatsu

Penjualan dan servis mobil bisa dilakukan di rumah saja

Penjualan Low SUV Alami Kenaikan

Namun apabila peralatannya tak memungkinkan, barulah mobil dibawa ke bengkel melalui layanan pick-up service. Sementara pemilik mobil, bisa nyaman tetap berada di rumah sembari menunggu servis selesai dan mobil kembali diantar ke garasi. 

>>> Pilihan mobil bekas berkualitas terlengkap ada disini

Ada lagi hal yang berubah karena terdampak corona yaitu pergeseran minat masyarakat akan suatu model. Seperti dijabarkan oleh PT Astra Daihatsu Motor yang menyebut mobil-mobil Low SUV diminati masyarakat selama masa pandemi. Penjualan Low SUV justru terkerek di masa pandemi.

“Tahun lalu SUV Medium 11-12 persen, tahun ini di kuartal 1 mencapai 14 persen, sehingga SUV medium pilihan. Ini artinya situasi krisis pandemi orang yang mau beli mobil yang benar-benar mempunyai kebutuhan dan benar-benar punya uang,” terang Marketing & Costumer Relation Divisi Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso dalam kesempatan konferensi pers virtual.

>>> Meramal Nasib Mobil Manual di Masa Depan

Di segmen Low SUV, Daihatsu menempatkan Terios untuk bersaing dengan Toyota Rush, Honda HR-V, Suzuki XL-7, dan sederet model lainnya. Terios yang biasanya menjadi penyumbang terbesar ketiga setelah Xenia, selama masa pandemi menduduki tempat kedua. Toyota juga sebelumnya mengakui adanya kenaikan penjualan pada model Low SUV-nya.

Daihatsu Xenia

Segmen yang diisi Xenia tengah menurun

Low MPV Merosot

Penurunan justru tercatat pada model-model yang diisi oleh Avanza, Xenia, Ertiga, Confero, Xpander, Livina, dan juga Mobilio. Sementara mobil di segmen Low Cost Green Car (LCGC) juga ikut merangkak naik.

“Ini menarik, waktu zaman normal kemarin Xenia, Terios hampir sama. Tetapi di tahun ini, saat terjadi pandemi ini terjadi perubahan,” ungkap Hendrayadi.

“Kontribusi Terios lebih tinggi, sekarang 16 persen, Xenia itu 11 persen di Daihatsu,” tambahnya.

>>> Cek harga mobil baru lengkap dengan promo menarik dan diskonnya disini 

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top