Kisah Daihatsu Zebra, People Carrier Beken Sebelum Era Avanza

10/07/2021

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
Jauh sebelum era Toyota Avanza, Daihatsu Zebra juga sempat beken sebagai mobil serbaguna. Lantas bagaimana kisah mobil ini? Simak ulasannya dalam artikel ini

Jauh sebelum era kejayaan Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia merebut pangsa pasar di kelas people carrier, ada beberapa mobil minibus yang sebelumnya beken. Dari mulai Suzuki Carry, Mitsubishi Colt T120SS, hingga Daihatsu Zebra.

Gambar Toyota Avanza generasi pertama 2003

Sebelum era hegemoni Avanza-Xenia, Zebra cukup dilirik

Bagi konsumen yang merasa Toyota Kijang terlalu mahal, banyak yang mengalihkan perhatiannya ke Daihatsu Zebra ini. Konsumsi BBM hemat, kabin lega, serta mesin bandel menjadi daya tarik pembeli. Lantas, bagaimana kisah mobil ini? Simak terus artikel Cintamobil.com ini hingga tuntas ya...

Jadi Pengganti Daihatsu Hijet

Kisah Daihatsu Zebra bermula pada tahun 1987. Zebra muncul sebagai pengganti Hijet 1000 yang mulai ketinggalan zaman. Saat itu sedang 'ramai' nama mobil yang menggunakan nama hewan. Alhasil Daihatsu memberi embel-embel 'Zebra' di belakang nama Hijet.

Gambar Daihatsu Zebra ekspor

Zebra jadi produk pertama rakitan Daihatsu Indonesia yang berhasil diekspor

Kala itu, Zebra yang dijual masih mengambil basis Hijet Wide yang asli Jepang. Hebatnya, Daihatsu Zebra ini merupakan salah satu mobil Daihatsu rakitan Indonesia pertama yang berhasil diekspor dengan tujuan ke negara Malaysia dan Vietnam.

Usaha Tampil 'Lebih Indonesia'

Kebutuhan pasar mendesak Daihatsu untuk menjual versi minibus dari Zebra ini. Sebab, sebelumnya Daihatsu hanya menjual versi pikapnya, dengan menggandeng karoseri Astrea yang sebenarnya berada di bawah kendali Astra Daihatsu.

Gamabar brosur Daihatsu Zebra 'Facelift'

Selayaknya MPV jaman now, Zebra juga berusaha tampil 'lebih Indonesia'

Secara dimensi, Daihatsu Zebra Astrea ini sedikit mengikuti versi JDM (Japanese Domestic Market) dari Daihatsu Atrai. Namun, yang paling istimewa dari karoseri ini adalah memakai teknologi full pressed body, sehingga lebih minim penggunaan dempul.

Gambar Daihatsu Hijet JDM

Inilah Daihatsu Hijet versi JDM yang tahun produksinya sama dengan Zebra di Indonesia

Agar tampil 'lebih Indonesia' di tahun 1990, Daihatsu 'mengganti' nama Hijet Zebra menjadi Daihatsu Zebra saja. Well, secara bodi, seperti tidak ada ubahan antara Hijet Zebra yang berkode S89 dengan Zebra yang memiliki kode bodi S90.

Gambar interior Daihatsu Zebra

Seperti ini interior Daihatsu Zebra, di masanya ia lebih terlihat futuristis dibanding pesaing utamanya

Perbedaan justru ada pada mesinnya, di mana mobil ini memakai mesin Daihatsu berkode HC dengan konfigurasi 4-silinder 1.300 cc SOHC (Single Over Head Camshaft) 16 valve karburator. Sejarah mencatat bahwa Daihatsu Zebra ini jadi minibus dan pikap pertama di Indonesia yang memakai mesin 16 valve.

Gambar brosur Daihatsu Zebra

Zebra rakitan Astrea punya kualitas buatan yang baik karena dikontrol langsung Daihatsu Indonesia

Untuk model yang ditawarkan pun masih sama, yaitu model pickup standard deck dan minibus yang masih dibuat oleh Astrea sebagai karoseri resmi Daihatsu. Tapi bukan Indonesia namanya kalau hanya 'mentok' di karoseri resmi.

Gambar Daihatsu Zebra 1987

Seperti inilah bentuk Daihatsu Zebra Astrea

Saat itu industri karoseri mobil lokal sedang maju-majunya karena didukung peraturan pemerintah dirjen industri dan logam dasar yang melarang pabrikan membuat bodi sendiri. Makanya jangan heran jika dalam keadaan baru Daihatsu Zebra ini ditawarkan dalam banyak model.

Gambar Baby Zebra

Anda jangan heran bila banyak versi bentuk Daihatsu Zebra

Bahkan yang paling canggih ada yang modelnya out of the box dan aerodinamis di bagian buritan. Mengapa tampilan keren itu hanya di belakang? Karena para pengrajin karoseri harus mengambil dari pabrikan untuk 'kepala' mobilnya, jadi tampilan depan biasanya masih sama saja,

Gambar Zebra Maxima

Salah satu contoh Zebra garapan karoseri

O ya, ada pula trim D130 Jumbo yang memiliki ukuran bak belakang lebih besar dan lebar sehingga cocok digunakan sebagai mobil untuk usaha. Zebra tipe jumbo ini memiliki kode S91 dan juga dijual bersamaan dengan tipe standar.

>>> 7 Cara Modifikasi Mobil Zebra Espass Biar Gak Kalah Gaul

Kelahiran Espass

Memasuki tahun 1995, Daihatsu membuat gebrakan dengan menghadirkan Daihatsu Zebra Espass yang mengusung tampilan baru. Tampilan depannya didesain sedemikian rupa agar terlihat aerodinamis sekaligus memperpanjang ruang kaki pengemudi dan penumpang depan agar mendapat rasa berkendara laksana sedan.

Foto Daihatsu Espass

Espass yang terlihat original ini merupakan pelanggan bengkel resmi Astra Daihatsu Sunter

Perlu diketahui bahwa jaman '90an dulu, mobil minibus seperti Zebra tak ada yang menawarkan kenyamanan. Nyaris semua mobil minibus lebih mementingkan durabilitas dan tentunya kapasitas muatnya. Enggak seperti Multi Purpose Vehicle (MPV) jaman sekarang yang turut mementingkan aspek kemanan dan kenyamanan.

Foto dashboard Daihatsu Espass

Seperti ini panel instrumen Espass model pikap

Tak hanya revolusi di bodi saja, kapasitas dapur pacu Espass juga membengkak. Dari sebelumnya 1.300 cc menjadi 1.600 cc berjumlah silinder kwartet dengan kode HD 16 katup. Tapi mesin 1.600 cc tersebut hanya tersedia di trim Supervan.

Gambar mesin Daihatsu Espass 1.300

Mesin HC di Zebra Espass cukup diunggulkan karena sudah pakai 16 katup

Tapi guna memperluas pasar, unit mesin 4-silinder 1.300 cc berkode HC 16 valve juga masih tersedia. Kini pilihan bodinya ada minibus dengan pintu geser (sliding door) dan pintu belakang model membuka ke atas (hatchback). Untuk untuk tipe pikapnya sendiri ada standar deck dan flat deck dengan lantai rata.

>>> Tertarik beli mobil Daihatsu? Ada banyak penawaran menarik di sini

Ubahan Regulasi Memaksa Pabrikan Berubah

Tahun 2002, pemerintah melakukan revisi regulasi. Ada beberapa ubahan aturan perpajakan kendaraan bermotor seperti mengklasifikasikan hatchback menjadi minibus dan batas kelas pajak untuk kendaraan bermesin 1.600 cc. Regulasi jelas ini tidak menguntungkan untuk Espass -yang punya varian teratas bermesin 1.600 cc.

Gambar Daihatsu Zebra 2006

Zebra injeksi ini sekarang sudah lebih 'berani' berenang

Tak kekurangan akal, Daihatsu kemudian memperkenalkan Daihatsu Neo Zebra dengan mesin 1.500 cc 4-silinder dengan pasokan bahan bakar injeksi. Penggunaan pengabut bahan bakar injeksi tentunya langsung mengeliminir segala kelemahan karburator. Seperti susah langsam di dataran tinggi, serta setup yang kerap berubah.

Gambar mesin Daihatsu Zebra Injeksi

Mesin injeksi punya banyak keunggulan mutlak dari karburator

Namun, oleh karena teknologi injeksi masih belum terlalu familiar di mobil jepang kelas people carrier saat itu dan membuat harganya naik, maka varian 1.300 cc juga masih disediakan begitu juga untuk pickupnya. Impresi mengemudi kami terhadap mobil ini cukup lincah dengan posisi duduk yang nyaman seperti nyetir mobil sedan.

Foto Daihatsu Zebra Master 2006

Inilah Daihatsu Zebra Master, edisi perpisahan Espass sebelum beralih ke Gran Max

Pada tahun 2006, muncul edisi perpisahan Espass dengan munculnya pickup Daihatsu Zebra Master. Mobil ini hanya muncul pada tahun 2006 dengan ciri khas warna kuning, pickup bak rata (flat deck) 3 way dan stiker body Zebra Master. Selanjutnya kisah perjuangan Daihatsu Zebra ini diteruskan Gran Max setahun berikutnya.

>>> Simak kisah mobil lainnya hanya di Cintamobil.com

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com

About Arfian

Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 ini sebenarnya salah jurusan saat kuliah. Karena ia mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi mengikuti kemauan ayahnya dibanding mengambil kuliah teknik maupun komunikasi yang menjadi minatnya. Namun, passion menulis dan ketertarikannya akan mobil membawanya melamar menjadi jurnalis otomotif.

Gayung pun bersambut, pada tahun 2014 di mana sebelum Arfian wisuda, ia sudah diterima bekerja di Motorplus Weekly. Motorplus Weekly adalah sebuah tabloid dwi mingguan yang mengulas tentang sepeda motor. Lho kok sepeda motor? Yes, karena saat Arfian melamar pekerjaan di anak grup Kompas Gramedia tersebut, hanya posisi itu yang tersedia.

Setelah lulus kuliah Arfian bekerja di sana selama tiga tahun sebagai reporter. Bekerja menjadi jurnalis khusus sepeda motor Arfian jalani dengan semangat dan senang hati. Tak terhitung berapa kali ia menemui narasumber, berkunjung ke bengkel maupun sekadar mencoba sepeda motor baru dari jenis scooter hingga motor besar.

Di tengah perjalanan karirnya, Motorplus Weekly memiliki satu anak usaha lagi yakni Otoplus weekly yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Melihat potensi dan passion yang dimiliki Arfian, Editor in Chief Motorplus saat itu, Alm Achmad ‘Feol’ Riswan menugaskan secara khusus Arfian untuk mengisi kolom otomotif roda empat.

Arfian ditugaskan untuk test drive mobil di tabloid Otoplus tersebut mulai tahun 2016. Sampai saat ini sudah ratusan kendaraan baik berjenis truk, bus, hingga mobil sport yang Arfian coba. Kegemarannya menulis dengan detail, terstruktur dan teknis membuat ia memiliki pembaca setia dan dipercaya untuk menjadi test driver di tabloid tersebut. 

Sejak tahun 2018 Arfian bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer dan menjadi Senior Content Writer setahun kemudian. Di tahun 2021 ia dipromosikan menjadi Editor, dan dengan kinerja yang baik di tahun 2021 ini pula ia dipromosikan kembali menjadi Managing Editor untuk website ini.

Roles

Managing Editor, Cintamobil.com

Workplace

Jakarta, Indonesia

Education

2009 - 2014 Trisakti University, Bachelor Degree, Accounting

2006 - 2009 54 Senior High School

2003 - 2006 109 Junior High School

Experience

2014 - 2016 Motorplus & Otoplus, Kompas Gramedia

2018 Content Writer Cintamobil.com

2019 Senior Content Writer Cintamobil.com

2021 Managing Editor Cintamobil.com

Awards

2020 - 3rd Winner, Best Online Write Up Activity & Industry News, Warta Citra Adiwahana

2020 - 2nd Winner, Mitsubishi Journalist Writing Competition - Artikel Online Terbaik

2021 - 1st Winner, Best Online Product Review, Warta Citra Adiwahana

 
back to top