Ketahui Perbedaan D100 dengan B30 Pertamina

22/07/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Ketahui Perbedaan D100 dengan B30 Pertamina
Bahan bakar nabati (BBN) D100 tengah dikembangkan dan sukses diuji coba pada mobil bermesin diesel. Biar tidak bingung, yuk ketahui perbedaan D100 dengan B30.

Pertamina sukses melakukan uji coba bahan bakar nabati yang tengah dikembangkan, yakni D100. Menggunakan mobil MPV Toyota Kijang Innova diesel keluaran 2017, Pertamina melakukan uji coba menempuh jarak 200 Km. Hasilnya positif, pengendara tetap merasa nyaman karena tidak ada excessive noise selama berkendara, tarikan mesin bertenaga, dan asap buangan knalpot tetap bersih meski pada RPM tinggi.

"Menurut hasil uji lab kami, Cetane Number campuran antara D-100 dan Dexlite yang digunakan ini mencapai 60 atau lebih tinggi dari Dexlite murni yang hanya memiliki Cetane Number 51," kata Budi Santoso Syarif, Deputy CEO PT Kilang Pertamina International (KPI) sebagaimana diberitakan sebelumnya.

>>> Pertamina Uji Bahan Bakar D-100 Sejauh 200 Km

Foto menunjukkan suasana saat Uji Coba D100 Pertamina

Uji coba perdana bahan bakar nabati D100

Perbedaan D100 dengan B30

Tentu menarik untuk diketahui perbedaan D100 dengan B30 mengingat bahan bakar nabati ini yang satu tengah dikembangkan dan satu sudah dipasarkan.

Budi menjelaskan perbedaan dasar dua bahan bakar ramah lingkungan tersebut, yaitu:

  • D100 Diesel Solar¬† : 100 persen bahan nabati
  • B30 Biosolar : campuran 30 persen bahan nabati dan 70 persen solar

Dalam proses pembuatannya juga berbeda. Untuk B30 bahan nabati 30 persen dicampurkan dengan 70 persen solar di terminal-terminal BBM Pertamina.

Sementara untuk D100 bahan nabati dari kelapa sawit diproses secara menyeluruh tanpa percampuran bahan bakar lain. Sawit yang sudah dibersihkan dari getah, bau, dan berbagai kotoran menghasilkan Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) yang diolah menjadi D100.

Dari sisi ramah lingkungannya, D100 diklaim lebih ramah lingkungan, bahkan dengan B100 yang sebelumnya sering dikampanyekan pemerintah. D100 menghasilkan lebih sedikit CO2 atau gas karbon dioksida dibanding B100.

>>> Yang Terjadi Jika Mobil Bensin Diisi Solar

Foto menunjukkan salah satu area Kilang minyak Dumai - Riau

D100 diproduksi di Kilang Minyak Dumai - Riau

Bakal diproduksi?

Terkait masa depan D100, belum ada kepastian apakah bakal diproduksi secara massal untuk dijual di SPBU. Uji coba yang dilakukan masih sebatas untuk mengetahui apakah olahan murni minyak sawit ini bisa diaplikasikan pada mesin mobil. Bahkan dalam uji coba juga tidak sepenuhnya menggunakan D100, melainkan campuran D100 sebanyak 20%, Dexlite sebanyak 50% dan FAME sebanyak 30%.

Ke depan, jika ada rencana untuk diproduksi dan dipasarkan Pertamina harus mengikuti aturan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupa uji coba menempuh jarak 40 Km di berbagai medan.

Foto seorang pekerja sedang mengumpulkan kelapa sawit

D100, 100 persen olahan kelapa sawit

>>> Berita otomotif terbaru dan terlengkap ada di Cintamobil.com

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top