Ini Sebabnya Penjualan Daihatsu Xenia Tahun 2020 Keok

17/01/2021

Pasar mobil

3 menit

Ini Sebabnya Penjualan Daihatsu Xenia Tahun 2020 Keok
Penjualan Daihatsu Xenia tahun 2020 merosot. Daihatsu menyebut ada salah satu penyebab penjualan Xenia bisa merosot dan kalah banyak dari sang adik, Sigra.

Adanya pandemi Covid-19 tampaknya membuat beberapa perubahan di industri otomotif Tanah Air. Contohnya soal tren mobil. Kalau biasanya mobil jenis Low MPV mendominasi penjualan mobil di Indonesia, tahun 2020 nasibnya justru berbeda. Mobil-mobil Low MPV tak selaris tahun-tahun sebelumnya. 

Pesona mobil Low MPV masih kalah dengan Low Cost Green Car (LCGC) dan juga kendaraan komersial.

Daihatsu Terios

Terios juga memberikan distribusi besar

>>> Jadi Kebanggaan! Ekspor Mobil Made in Indonesia Bisa Tembus Jepang

Penjualan Daihatsu Xenia Makin Keok

Hal itulah yang juga dialami oleh Daihatsu. Low MPV andalannya Xenia yang biasanya berada di tiga besar penjualan Daihatsu, nyatanya kini berada di tempat keenam. 

Sepanjang tahun 2020, penjualan Daihatsu Xenia hanya memberikan kontribusi sebesar 9 persen dari keseluruhan penjualan jenama asal Jepang tersebut. Posisi pertama justru ditempati sang adik, Sigra yang kemudian disusul oleh Gran Max Pick-Up, juga Terios. Dari penjualan ritel sebesar 100.029 unit, Sigra memberikan kontribusi sebesar 26 persen. 

"Dari sisi demand kalau dilihat tahun 2020 demandnya menurun artinya dibandingkan Sigra, Ayla permintaan di cabang kami Sigra-Ayla lebih bagus dari Xenia. Faktanya seperti itu," ungkap Marketing and CR Division Head Astra International-Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso dalam konferensi pers baru-baru ini. 

Dijelaskan Hendrayadi, LCGC Sigra dan Xenia memiliki karakter yang hampir sama. Keduanya sama-sama mampu mengangkut tujuh orang di dalam mobil. Namun demikian, dari sisi harga Sigra dijual lebih murah ketimbang Xenia.

>>> Daihatsu Xenia DNGA Bakal Usung Teknologi Hybrid Synergy Drive Toyota

Faktor Harga Pengaruhi Penjualan Xenia

Daihatsu Sigra

Penjualan Xenia maih kalah jauh dari Sigra

Hal inilah yang membuat penjualan Xenia merosot. Masyarakat disebut lebih memilih Sigra ketimbang Xenia karena pertimbangan harga tersebut.  

"Kebutuhan mereka masih MPV 7 seater tapi mengingat income kita tahun 2020 mengalami penurunan sehingga daya beli menurun. Sehingga mereka melakukan pembelian yang terjangkau. Kesimpulannya karena ya permintaannya menurun dibandingkan tahun sebelumnya," kata Hendrayadi. 

Sekadar informasi, Daihatsu Sigra punya banderol harga mulai Rp 120,65 juta sementara yang termahal mencapai Rp 163,4 juta. Sementara untuk Xenia dijual mulai Rp 196,75 juta hingga yang termahal Rp 240,65 juta. 

Penjualan Daihatsu Xenia memang sudah lama tergeser oleh Sigra. Sebagai catatan, tahun 2019 kontribusi terbesar disumbang model LCGC Sigra sebesar 29 persen. Lalu disusul Gran Max sebesar 21 persen dan Xenia sebesar 16 persen.

Pencapaian ini makin mengukuhkan posisi Sigra sebagai kontributor terbesar Daihatsu dalam tiga tahun terakhir, menggeser dominasi penjualan Xenia.

>>> Inikah Sinyal Kuat Kehadiran Daihatsu Rocky 2020 di Indonesia?

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top