Ekspor Mobil Merek Jepang dari Indonesia Diminati di Vietnam

19/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Ekspor Mobil Merek Jepang dari Indonesia Diminati di Vietnam
Ekspor mobil CBU merek Jepang berlabel 'Made in Indonesia' kian diminati di Vietnam. Terlebih di saat pandemi seperti ini ekspor mobil terlihat meningkat.

Ekspor mobil rakitan Indonesia memang cukup diminati di banyak negara. Jika melirik pada data distribusi ekspor Completely Built Up (CBU) milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ada puluhan negara mulai dari ASEAN hingga kawasan Amerika Latin yang menjadi tujuan ekspor mobil berlabel ‘Made in Indonesia’ itu. Jumlahnya pun semakin bertambah setiap tahunnya.

Di Vietnam apalagi. Mobil merek Jepang yang diproduksi di Indonesia tak kalah laris. Tercatat ada beberapa pabrikan yang mendistribusikan mobilnya keluar negeri seperti Toyota, Mitsubishi, Honda, dan juga Daihatsu.

Laris di Vietnam

Ekspor mobil CBU

Distribusi mobil buatan Indonesia ke beberapa negara

Beberapa pabrikan itu memang diketahui menjadikan Indonesia sebagai basis ekspornya.

>>> Wuling Absen Ekspor Mobil Rakitan Cikarang ke Thailand Maret 2020 karena Ini

“Justru di tengah Covid di Vietnam, ada peningkatan produk-produk mobil buatan Indonesia,” ungkap Deputy Chief of Mission Embassy of Republic Indonesia in Tokyo Tri Purnajaya dalam diskusi virtual soal industri otomotif Indonesia baru-baru ini.

“Menurut data yang kami peroleh, mobil seperti jenis SUV seperti Toyota Rush, Avanza, Xpander lagi trend. Harganya juga cukup kompetitif,” lanjut Tri.

Pada April angka ekspor Indonesia memang mengalami peningkatan di tengah menurunnya penjualan mobil domestik. Tapi rupanya peningkatan tersebut terjadi lantaran adanya pemesanan tertunda bulan sebelumnya.

>>> Harga Supercar Bekas Turun di Tengah Pandemi Corona?

Angka Ekspor Tahun Ini Direvisi

Virus corona datang dan menghambat pertumbuhan angka ekspor di Tanah Air. Bila tak segera ditangani, dikhawatirkan para pabrikan bisa mengalihkan basis ekspornya ke negara lain.

"Vietnam sangat ready dan covid hampir selesai. Kami khawatir ekspor akan diambil oleh negara-negara yang covidnya hampir selesai," jelas Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi dalam diskusi yang sama. 

Virus corona juga membuat Gaikindo harus merevisi angka ekspor pada tahun 2020. Gaikindo sendiri sempat berjanji untuk bisa menaikkan angka ekspor hingga satu juta unit pada tahun 2025. 

Mitsubishi Xpander

Xpander di Vietnam

>>> Pilihan promo dan diskon mobil baru semua merek ada disini

"Kami berambisi tahun ini bisa 350 ribu-400 ribu ternyata datanglah yang namanya covid sehingga tahun ini diprediksi kami bisa mengekspor 175 ribu atau setinggi-tingginya sekitar 200 ribu," ucap Nangoi.

“Kami berharap tetap jadi tuan rumah di negeri sendiri dan bisa jadi basis produksi seperti yang kami janjikan ke pemerintah, mungkin target ekspor satu juta di 2025 terdelay sedikit tapi akan bisa terkejar,” pungkas Nangoi.

 >>> Jangan lupa klik sini untuk lanjut simak berita tentang event dan promosi lainnya

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020

Berita lain

Rapor Merah Penjualan Mobil di Indonesia, Terburuk dalam 15 Tahun Terakhir

16/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Penjualan mobil di Indonesia mencatatkan rapor merah pada April 2020 dan menjadi yang terburuk dalam 15 tahun belakangan sebagai imbas dari virus corona.

Lihat juga

Tergerus COVID-19, Penjualan Mobil Bulan April Tak Sampai 25 Ribu Unit

16/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) melaporkan penjualan mobil turun jauh dari perkiraan. Bahkan penjualan di bulan April 2020 tidak mencapai 25 ribu unit.

Lihat juga

Penjualan Mobil Lewat Online Bukan Solusi di Tengah Pandemi Covid-19

15/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Penjualan mobil online diharapkan bisa menjadi solusi di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia. Tetapi bulan April lalu penjualan wholesale hanya di angka 7.871.

Lihat juga
 
back to top