BOSCH: Kami Siap Menyambut Era Elektrifikasi, Saatnya Mobil Listrik Indonesia Berkembang

18/10/2019

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
BOSCH: Kami Siap Menyambut Era Elektrifikasi, Saatnya Mobil Listrik Indonesia Berkembang
Di sela-sela acara BOSCH Internet of Things (IoT) Hackathon 2019, perwakilannya mengatakan bahwa sudah siap menyambut era elektrifikasi. Dalam hal ini adalah mobil listrik serta motor listrik, yang baru-baru ini memang sedang jadi isu hangat di Indonesia.

1. Perpres Mobil Listrik

Seperti yang kita pahami bersama bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meneken Peraturan Presiden (Perpres) tentang mobil listrik di bulan Agustus 2019 lalu.
Menanggapi Perpres mobil listrik, Cintamobil.com akhirnya menyempatkan diri untuk bertanya kepada Andrew Powell selaku Managing Director Bosch di Indonesia, di sela-sela acara BOSCH IoT Hackathon 2019 Surabaya.

Gambar menunjukkan perwakilan BOSCH di acara IoT Hackathon 2019 di Surabaya

Segenap perwakilan BOSCH mengadakan acara IoT Hackathon 2019 di Surabaya

>>> Bosch Yakinkan Diri Jadi Bagian Percepatan Mobilitas Listrik di Indonesia

2. BOSCH Siap Menyambut Era Elektrifikasi

“Kita sudah membuat dan siap untuk beradaptasi dengan segala kebijakan positif dari Pemerintah Indonesia,” tutur Andrew. Pihaknya juga siap untuk menyediakan segala komponen mobil listrik.

Seperti yang kita tahu, mobil listrik butuh komponen seperti Battery Cell khusus. Ketika ditanya akan hal tersebut, Andrew sebagai perwakilan BOSCH optimis mengatakan, “Kita siap menyediakan segala komponen kendaraan, entah itu Electric, Hybrid dan Fuel Cell.”

Andrew juga mengaku bahwa BOSCH sendiri sudah mempelajari dan terus melakukan inovasi-inovasi terbaru soal Powertrain Solution. “Mulai dari sepeda listrik hingga truk-truk berukuran besar, kami sudah mencobanya dengan tenaga elektrik,” tuturnya.

Gambar menunjukkan Bapak Andrew Powell saat diwawancarai team Cintamobil.com

Andrew Powell ketika diwawancarai oleh tim Cintamobil.com

>>> Bosch Perkenalkan Stasiun Pengisian Listrik Rumahan dan Terminal Portabel

3. Pandangan BOSCH Terhadap Mobil Listrik Di Dunia

BOSCH juga punya pandangan tersendiri terkait mobil listrik di dunia. Ketika disinggung hal tersebut, Andrew menuturkan bahwa negara-negara lain sudah melangkah lebih jauh terhadap isu mobil listrik daripada di Indonesia.

Bahkan, beberapa negara berkembang di Asia sudah menargetkan 70 persen mobil mesin konvensional dan 30 persen mobil elektrik, di tahun 2020 mendatang.

Meski begitu, pihak BOSCH sendiri merasa siap untuk beradaptasi  dengan kebijakan mobil listrik Indonesia dan turut mengembangkan teknologi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

>>> Klik sini untuk lanjut update berita otomotif yang menarik lainnya

Share this post:

Berita lain

Fokus Ke Charging Station Rumahan, BMW Tak Nambah SPKLU Baru

17/10/2019

Pasar mobil

3 menit

Populasi mobil listrik yang masih kecil dan adanya paket charging station di setiap pembelian mobil listrik jadi alasan BMW belum berpikir menambah SPKLU baru.

Lihat juga

Porsche Berencana Perkenalkan Macan Bertenaga Listrik dengan Daya 700 Tenaga Kuda

14/10/2019

Pasar mobil

3 menit

Bos SUV Porsche telah mengkonfirmasi masa depan Macan bertenaga listrik. Model baru akan menampilkan bodystyle yang sama sekali berbeda dari model sebelumnya.

Lihat juga

Siap Debut, Mobil Listrik Volvo XC40 Dibekali Sistem Infotainment Android

10/10/2019

Mobil baru

3 menit

Sistem infotainment Android telah diterapkan dalam produk otomotif roda empat selama beberapa tahun terakhir, meski dibuat oleh perusahaan pihak ketiga. Namun perubahan segera terjadi sebab Volvo XC40 memastikan akan menjadi mobil listrik pertama yang mendapatkan fitur tersebut, langsung dari pabrik.

Lihat juga

Lamborghini Berencana Hadirkan Sedan Listrik Empat Pintu, Pesaing Porsche Taycan?

09/10/2019

Pasar mobil

3 menit

Lini model keempat Lamborghini bisa menjadi sebuah sedan yang terinspirasi oleh konsep Estoque 2008.

Lihat juga

McCharge! Kini Bisa Mengisi Daya Mobil Listrik di McDonald's?

30/09/2019

Pasar mobil

3 menit

Kolaborasi ini membawa McDonald's selangkah lebih dekat untuk menjadikan semua restorannya memenuhi kebutuhan yang semakin besar akan mobilitas listrik di Swedia.

Lihat juga