Prediksi Spesifikasi Daihatsu Rocky Dan Toyota Raize Indonesia

04/03/2021

Mobil baru

5 menit

Sebagai produk yang akan dirakit di Indonesia, geng Astra ini tentunya akan menyesuaikan spesifikasi Daihatsu Rocky dan Toyota Raize lantas akan seperti apa?

Gambar menunjukkan promo saat membeli mobil Daihatsu Rocky

 

Lahir sebagai produk Japan Domestic Market (JDM) membuat PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tentunya akan melakukan beberapa penyesuaian terhadap spesifikasi Daihatsu Rocky, demikian juga dengan PT Toyota Astra Motor (TAM) yang juga akan melakukan beberapa ubahan di Toyota Raize. Sebab, calon volume maker geng Astra ini nantinya akan segera dirakit di Indonesia.

Gambar Toyota Raize

Tak hanya Daihatsu Rocky yang disesuaikan, Toyota Raize juga

Hal ini juga pernah diutarakan salah satu narasumber kami di bidang riset dan pengembangan pabrikan asal Jepang ini kepada tim Cintamobil.com, "Pasti ada penyesuaian, tapi saya belum boleh ngomong dulu ya, nanti dimarahin," kekeh pria yang namanya jelas ogah ngetop di media ini. Lantas seperti apa spesifikasi Daihatsu Rocky dan Toyota Raize versi Indonesia? Berikut ulasannya.

Penyesuaian Dimensi

Melihat dimensi kendaraan, diprediksi spesifikasi Daihatsu Rocky maupun Toyota Raize ini tak akan berbeda jauh dengan versi JDM. Hanya saja nantinya ada sedikit perbedaan di dimensinya. Sama seperti Perodua Ativa yang baru saja diniagakan di negeri Jiran tersebut. Di Perodua Ativa panjang totalnya bertambah sekitar 7 cm, hal itu di dapat dari desain bumper depan yang lebih gembung dari Rocky vs JDM.

Gambar brosur Perodua Ativa

Spesifikasi Daihatsu Rocky ditingkatkan pada Perodua Ativa

Sementara untuk wheelbase alias jarak sumbu rodanya masih sama, yakni 2.525 mm, baik untuk Rocky JDM dengan Perodua Ativa. Untuk versi Indonesia sendiri kami prediksi tak akan mengalami ubahan. Kecuali PT ADM menginginkan Rocky -atau entah apa namanya nanti saat diluncurkan memiliki akomodasi penumpang yang lebih lapang, bisa saja mereka menambah panjang wheelbasenya, meski itu biasanya akan berpengaruh kepada kelincahan manuver. Penyesuaian seperti ini pernah dilakukan oleh Daihatsu saat mendevelop Daihatsu Taruna, Daihatsu Terios, dan Daihatsu Sirion.

Gambar Daihatsu Rocky JDM

Akankan spesifikasi Daihatsu Rocky untuk Indonesia turut menyesuaikan ground clearance?

Hal kedua yang kami prediksi akan diubah pada spesifikasi Daihatsu Rocky maupun Toyota Raize adalah menyoal ground clearance. Jarak terendah ke tanah ini kerap menjadi pemicu bagian kolong mobil mentok saat melintas jalan rusak. Seperti yang umumnya terjadi di mobil JDM yang dimasukkan ke Indonesia misal Toyota Alphard maupun beberapa mobil lansiran Mazda. Di Perodua Ativa ground clearancenya 200 mm alias lebih tinggi 15 mm dari versi Jepang. Sepertinya ini juga akan diikuti dengan Rocky versi Indonesia, mengingat tidak semua kondisi jalan di Indonesia mulus.

>>> Small But Practical, Jadi Ciri Interior Daihatsu Rocky dan Toyota Raize

Mesin Turbo Tak Hanya Soal Tenaga

Meski diprediksi masih mengusung mesin yang sama dengan versi Jepang maupun Malaysia, tetapi Daihatsu Indonesia bersama Toyota juga akan melakukan pembenahan ulang terhadap mesin berkode 1KR-VET ini. Kendati ouput tenaga disinyalir masih dipertahankan di angka 98 PS dan torsi 140 NM. Meski di atas kertas terlihat kecil, namun konsentrasi turbo di mesin ini tak hanya pada output dayanya, melainkan terkonsentrasi pada powerband-nya.

Gambar Mesin 1KR-VET Daihatsu-Toyota

Pemampat udara paksa alias turbo tak melulu soal penambahan tenaga

Apalagi mesin ini mengusung Double Over Head Camshaft (DOHC) yang punya beragam kelebihan. Antara lain tata letak katup ganda dapat memberikan kontrol yang lebih baik terhadap pengaturan waktu bukaan dan angkatan katup. Hal ini membuatnya lebih mudah untuk memenuhi standar emisi yang lebih ketat tanpa harus mengorbankan performa dan juga konsumsi BBM.

Gambar internal mesin 1KR-VET Daihatsu-Toyota

Konstruksi DOHC punya beragam keunggulan di mesin turbo dibanding SOHC

Sebab pada mesin turbo, mekanisme DOHC cenderung lebih menguntungkan dari SOHC, karena kalau sistemnya DOHC itu dapat mengatur overlap valve (klep)-nya lebih lebar, sehingga fleksibilitas tuningnya bisa lebih lebar dari SOHC. Mekanisme ini dapat membantu bagaimana cara mesin dalam memberikan tenaga dan torsi, sehingga asyik digunakan di perkotaan maupun plesiran ke luar kota.

>>> Ini pendapat kami mengenai Daihatsu Rocky versi JDM

Transmisi Tambah Torsi

Selain itu spesifikasi Daihatsu Rocky dan Toyota Raize semakin sempurna dengan penerapan transmisi Dual-Mode CVT (D-CVT). Sistem D-CVT ini mengandalkan planetary gear set setelah CVT sebelum menuju roda. Jadi saat high speed, CVT-nya di by pass pakai planetary gear tersebut. Jadi tenaga mesin lebih besar tersalurkan ke roda. Kalo 'dipaksa' melalui CVT akan ada potensi slip, sedangkan dari roda gigi tidak alias lebih presisi.

Gambar tuas transmisi Daihatsu Rocky

Respon transmisi diyakini lebih sigap

"Biasaya semua mobil, rpm tinggi itu torsi emang loyo, ini bisa naekin torsi di rpm tinggi sampai nambah sekitar 8% wah lumayan sih, Sepertinya D-CVT dipasang di mobil-mobil Daihatsu yang cc nya kecil-kecil, jadi emang perlu planetary gear buat nambahin kekurangan torsi dari mesin. Konsepnya mirip Direct CVT, cuma yang direct CVT enggak punya planetary gear langsung ke roda. Mungkin karena powernya udah gede, jadi enggak perlu planetary gear untuk nurunin rasio, agar torsi naek." tutup salah satu narasumber teknik mesin kami ini yang juga karyawan Astra.

Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 ini sebenarnya salah jurusan saat kuliah. Karena ia mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi mengikuti kemauan ayahnya dibanding mengambil kuliah teknik maupun komunikasi yang menjadi minatnya. Namun, passion menulis dan ketertarikannya akan mobil membawanya melamar menjadi jurnalis otomotif. Gayung pun bersambut, pada tahun 2014 di mana sebelum Arfian wisuda, ia sudah diterima bekerja di Motorplus Weekly. Motorplus Weekly adalah sebuah tabloid dwi mingguan yang mengulas tentang sepeda motor. Lho kok sepeda motor? Yes, karena saat Arfian melamar pekerjaan di anak grup Kompas Gramedia tersebut, hanya posisi itu yang tersedia. Setelah lulus kuliah Arfian bekerja di sana selama tiga tahun sebagai reporter. Bekerja menjadi jurnalis khusus sepeda motor Arfian jalani dengan semangat dan senang hati. Tak terhitung berapa kali ia menemui narasumber, berkunjung ke bengkel maupun sekadar mencoba sepeda motor baru dari jenis scooter hingga motor besar. Di tengah perjalanan karirnya, Motorplus Weekly memiliki satu anak usaha lagi yakni Otoplus weekly yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Melihat potensi dan passion yang dimiliki Arfian, Editor in Chief Motorplus saat itu, Alm Achmad ‘Feol’ Riswan menugaskan secara khusus Arfian untuk mengisi kolom otomotif roda empat. Arfian ditugaskan untuk test drive mobil di tabloid Otoplus tersebut mulai tahun 2016. Sampai saat ini sudah ratusan kendaraan baik berjenis truk, bus, hingga mobil sport yang Arfian coba. Kegemarannya menulis dengan detail, terstruktur dan teknis membuat ia memiliki pembaca setia dan dipercaya untuk menjadi test driver di tabloid tersebut. Sejak tahun 2018 Arfian bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer dan menjadi Senior Content Writer setahun kemudian. Di tahun 2021 ia dipromosikan menjadi Editor, dan dengan kinerja yang baik di tahun 2021 ini pula ia dipromosikan kembali menjadi Managing Editor untuk website ini. Education 2009 - 2014 Trisakti University, Bachelor Degree, Accounting 2006 - 2009 54 Senior High School 2003 - 2006 109 Junior High School Experience 2014 - 2016 Motorplus & Otoplus, Kompas Gramedia 2018 Content Writer Cintamobil.com 2019 Senior Content Writer Cintamobil.com 2021 Managing Editor Cintamobil.com Awards 2020 - 3rd Winner, Best Online Write Up Activity & Industry News, Warta Citra Adiwahana 2020 - 2nd Winner, Mitsubishi Journalist Writing Competition - Artikel Online Terbaik 2021 - 1st Winner, Best Online Product Review, Warta Citra Adiwahana

 
back to top