First Drive Suzuki Ignis GX AGS 2020: The Millennials Urban SUV

11/06/2020

Mobil baru

7 menit

Share this post:
First Drive Suzuki Ignis GX AGS 2020: The Millennials Urban SUV
PT Suzuki Indomobil Sales memberi kesempatan kami untuk melakukan first drive produk baru mereka yakni Suzuki Ignis GX AGS 2020, seperti apa rasa urban SUV ini?

Suzuki Ignis pertama kali muncul di pasar mobil Tanah Air pada tahun 2017, saat itu kehadirannya bisa dibilang cukup mengguncang dunia persilatan mobil baru berharga jual di bawah Rp150 juta. bahkan 'menyenggol' kelas Low Cost Green Car (LCGC). Bayangkan saja saat itu, Ignis hadir dengan format CBU (Completely Built Up) dan fitur lebih lengkap, namun hanya berselisih harga Rp 3 - Rp 5 juta dengan Karimun Wagon R Dilago AGS yang ada di kelas LCGC. Kini empat tahun berselang, tepatnya bulan April lalu, Ignis mendapat penyegaran. Dan kini kami berkesempatan melakukan first drive Suzuki Ignis GX AGS 2020.

Foto tampilan belakang Suzuki Ignis GX AGS 2020

Mari kita lihat bagaimana impresi Suzuki Ignis GX AGS 2020 ini

>>> Ini pendapat kami mengenai medium SUV lansiran Suzuki yang ternyata punya konsumsi BBM memukau

IMPRESI BERKENDARA

Foto start stop engine button Suzuki Ignis GX AGS 2020

Menyalakan mesin hanya perlu menginjak pedal rem dan menekan tombol

Oke, kunci model baru Suzuki Ignis facelift ini sudah di tangan dan masuk ke dalam mobil kini tidak perlu menekan tombol di anak kunci, sebab tinggal tekan tombol hitam di gagang pintu saja, maka pintu langsung bisa dibuka. Begitu pula saat hendak menyalakan mesin, Anda hanya perlu injak pedal rem dan tekan tombol start-stop engine, mesin 4-silinder 1.200 cc berkode K12M pun menderu halus.

Gambar menunjukkan kursi depan Suzuki Ignis GX AGS 2020

Posisi duduk lebih tinggi dari rivalnya

Meskipun setirnya hanya bisa diatur naik dan turun saja (tilt steering), namun untunglah kursi pengemudi Ignis dilengkapi fitur height adjuster, sehingga postur tubuh seperti apapun akan menemukan posisi mengemudi yang ideal. Sayangnya, kendati corak di kursi ini baru dan menarik untuk dilihat, tapi bangku ini tidak empuk dan cenderung keras, bahkan lebih keras dibanding rival terdekatnya yakni Honda Brio RS yang punya karakter lebih sporty.

Foto tim Cintamobil.com sedang test drive Suzuki Ignis GX AGS 2020

Tester Cintamobil.com di balik kemudi

Tuas transmisi digeser ke posisi D dan mobil mulai dijalankan. Kami merasa injakan pedal gas mobil ini agak delay, itu disebabkan karena Ignis sudah menggunakan mekanisme drive by wire alias sudah tidak menggunakan kabel gas mekanikal lagi. Tapi itu hanya memerlukan penyesuaian sedikit, adaptasi malah lebih dibutuhkan untuk terbiasa dengan karakter transmisi AGS (Auto Gear Shift)-nya. Jika tidak terbiasa Anda akan menilai jika transmisi AGS ini kasar dan menjengkelkan.

Foto tuas transmisi AGS Suzuki Ignis GX

Transmisi AGS bisa halus asal paham cara penggunaannya

Padahal jika paham caranya, transmisi AGS ini dapat beroperasi secara halus. Sebab, servo pemindah gigi tidak akan melakukan up shifting jika putaran mesin tidak melewati 2.000 rpm. Jadi saat berjalan, ketika rpm pada takometer pas 2.000 rpm, Anda harus mengangkat pedal gas dan biarkan sistem aktuator AGS memindahkan gigi untuk Anda, setelah posisi gigi naik Anda bisa tekan pedal gas lagi. Cintamobil.com sendiri butuh sekitar 30 menit untuk mengetahui karakter transmisi ini.

Foto pedal gas dan rem Suzuki Ignis GX AGS 2020

Perlu adaptasi lebih untuk menyesuaikan injakan pedal gas sesaat sebelum transmisi AGS berpindah gigi

Disamping itu, transmisi AGS juga memiliki keunggulan tersendiri. Karena mekanismenya sama dengan transmisi manual konvensional, maka ketika posisi gigi sudah tepat, kopling akan lebih terasa engage (menempel) dan minim powerloss seperti yang terjadi di transmisi otomatis konvensional yang masih mengandalkan torque converter. Sehingga mobil dapat melaju tanpa hambatan berarti.

Foto tampilan depan Suzuki Ignis GX AGS 2020

Sorot lampu LED-nya dapat diatur manual ketinggiannya dan pancaran sinarnya terang

Karakter suspensi mobil ini tidak bisa dibilang lebih empuk dari pesaing terdekatnya itu, bahkan relatif keras. Memang ini sesuai dengan karakter Suzuki Ignis GX AGS 2020 yang bernafas urban SUV, namun saat bertemu jalan sedikit keriting perut kami sedikit terkocok-kocok, apalagi ditambah dengan busa jok yang juga keras membuat perjalanan kami sejauh lebih dari 80 km terasa agak menyiksa karena punggung dan bokong karena merasa pegal.

Foto suspensi depan MacPheroson Strut Suzuki Ignis GX AGS 2020

Karakter suspensi keras namun membuatnya lincah saat bermanuver

Tapi itu semua terbayar ketika hendak melakukan manuver, setup suspensi yang firm tersebut membuat urban SUV ini cukup piawai saat menikung. Saat perjalanan kami dari Cikampek menuju Bekasi kami dikagetkan dengan sebuah SUV medium yang tiba-tiba mengerem karena galau harus keluar di exit tol. Dengan sigap di kecepatan 70 km/jam kami bermanuver tajam tanpa injak pedal rem, Ignis GX AGS 2020 ini begitu nurut berpindah lajur tanpa kehilangan traksi.

Foto setir Suzuki Ignis GX AGS 2020

Setir bertabur tombol pengaturan tapi kurang mantab digenggam

Rasa setir dari Suzuki Ignis GX AGS 2020 ini juga tidak senikmat rivalnya yang berlogo H itu. Setir dengan electronic power steering ini nyaris tidak memberikan feedback sama sekali dari jalan. Sehingga Anda tidak akan bisa merasakan permukaan jalan dari setir, apakah jalan berpasir, licin karena basah atau apapun. Namun, karakter setir seperti ini cukup membantu ketika berkendara di kota besar atau saat hendak parkir karena putaran setirnya yang cenderung enteng.

KONSUMSI BBM HEMAT

Foto Mesin K12M Suzuki Ignis GX AGS 2020

Mesin K12M ini hemat mengolah bahan bakar

Konsumsi BBM hemat menjadi salah satu keunggulan Ignis. Saat kami uji kehematan bahan bakarnya, ia mencatatkan angka 17,6 km/l saat melaju di dalam kota dengan kecepatan rata-rata 22 km/jam, dan di rute tol 1 liter BBM oktan 92 dapat membawanya melaju sejauh 20,5 kilometer pada kecepatan rata-rata 90 km/jam. Konsumsi BBM di jalan bebas hambatan bisa sedemikian hemat karena saat melaju konstan 100 km/jam putaran mesin hanya 2.800 rpm. 

Foto Multi Information Display Suzuki Ignis GX AGS 2020

Bahkan di rute kombinasi dengan kecepatan bervariasi ia mampu mencatat kehematan memukau

Konsumsi BBM yang hemat tersebut tidak terlalu menciderai hasil tes akselerasinya, ketika diajak sprint ke 100 km/jam dari diam, Ignis hanya butuh waktu 13 detik. Memang, lebih lambat sekitar 1 detik dari Honda Brio RS bertransmisi CVT yang menjadi rival utamanya, namun figur-figur tersebut tentunya sudah cukup untuk menemani para millennials yang sering beraktivitas padat di dalam kota.

FITUR BERLIMPAH DI KELASNYA

Foto pengaturan AC digital climate control Suzuki Ignis GX AGS 2020

Pengaturan AC Climate Control di kelasnya hanya ada pada Ignis

Selama tiga hari Suzuki Ignis GX AGS 2020 ini menemani kami, dan kami dibuat terkesima dengan fiturnya yang berlimpah. Bayangkan, mobil city car seharga Rp 200 juta ini sudah dilengkapi dengan AC climate control, head unit touch screen dengan konektivitas bluetooth, hingga layar multi information display yang lengkap. Ketiga fitur tadi tak akan Anda temui pada rival utamanya tersebut.

MAMPUKAH IA MELAWAN HONDA BRIO RS?

Foto ground clearance Suzuki Ignis GX AGS 2020

Fitur lengkap dan tampilan macho cukup mampu memikat kaum millennials

Lantas, kita sampai ke satu kesimpulan mampukah Suzuki Ignis GX AGS 2020 ini melawan kedigdayaan Honda Brio RS CVT? Jawabannya sangat tergantung pada apa yang jadi kebutuhan Anda. Jika, Anda adalah seorang millenials yang lebih mementingkan mobil bergaya SUV, punya ground clearance tinggi (180 mm), dan memiliki fitur lengkap, maka mobil ini adalah untuk Anda. Tapi jika Anda mementingkan performa dan kenikmatan mengemudi, maka rivalnya berlogo H memberikan sesuatu yang belum bisa ditemukan pada urban SUV lansiran Suzuki ini.

>>> Ingin cari Suzuki Ignis bekas? Cek di sini pilihannya

Share this post:
Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi andalan Cintamobil dalam menguji mobil baru di Indonesia
 
back to top